Night’s Rose Series [Book Review]

Annaliese Evans

Once in a (very long) while, gw suka baca novel terjemahan. Beberapa waktu yang lalu, gw entah kenapa lagi kesambet tetiba iseng nyari buku novel genre fantasi di Tokopedia. Dan pilihan jatuh ke dua buku ini, Night’s Rose Series dari Annaliese Evans. 

Terdiri dari dua buku, yang seri pertama judulnya Night’s Rose, dan sekuelnya berjudul The Prince of Frogs.

Apa yang bikin gw tertarik? Simpel. Gw suka tokoh utama wanita yang kuat. Dan tentu saja, sesuai judul, nama tokoh utama wanita di seri ini adalah Rosemarie Edenberg alias The Briar Rose, wanita bangsawan medieval yang hidup abadi setelah melakukan kontrak perjanjian dengan para Faerie untuk memburu ogre.

Rose digambarkan sebagai sosok mungil seperti malaikat dengan tinggi hanya 150 cm-an, dengan rambut pirang panjang. Lebih sering mengenakan pakaian laki-laki saat bertarung, tapi pada dasarnya dia bangsawan, keturunan raja Edenburg + raja Fae dan punya gelar kebangsawanannya sendiri dari pernikahan sebelumnya. Now single sih.

Dari iseng googling, kurleb dia punya gambaran seperti ini di kepala gw :

tumblr_ovyv9hkfu51sj8sv9o1_1280

A Gothic Beauty. Very cute, small and looks fragile, tapi deadly inside.

Rose ditugaskan para Faerie untuk mengatur populasi ogre; karena mereka pemakan manusia; dan makanan Faerie adalah human desperation. Jadi ya, si Rose ini bisa dibilang jagal ogre, supaya jangan banyak-banyak ada ogre berkeliaran di kota, kalo manusianya cuma sedikit para Faerie ini terancam kelaparan. Cunning juga.

Dimana ada jagoan pasti ada sidekick; dan si Rose ini kebetulan dibuntutin sama half-vampire yang merupakan bangsawan Inggris. Konon bolak balik terlibat skandal (why of course orang ganteng masa gak digosipin), memiliki rambut cokelat lembut dengan tampilan super casanova dan dari segi personality tinggal bayangin your typical flirty playboy lord, naksir berat sama Rose. Namanya Gareth Barrows the Lord of Shenley. Mukanya kurang lebih kek gini :

48902fa86b25ee63b36aab84d9bb8983

Duh, hisap aku mas pampir~

Ahem; unfortunately; si Rose ini gak mau berurusan dengan Gareth karena dianggap gak serius dan tebar pesona. Meski memang.

Dan Rose udah punya incaran sendiri sih, meski udah beratus-ratus tahun jadi kasih tak sampai. Seorang petinggi Dark Fae sekaligus boss Rose; yang selalu jadi perpanjangan tangan dewan Faerie buat ngasih tugas-tugas ke Rose mesti genocide dimana. Namanya Ambrose Minuit; digambarkan bertubuh tinggi besaaaar~ rambutnya hitam panjang, punya sayap, keahlian dalam bidang dark magic, cool dan dingin. Kurleb kek gini laaahhhhh

e806ce9b7d9244606f4d6378f23dd23a

Hell yeah, itu pelikan ganggu sih, but it’s OK.

Storynya gimana?

A Night’s Rose, Buku 1

Para ogre berkumpul di Inggris; mengadakan suatu ritual yang disinyalir akan berbahaya bagi semua makhluk; baik manusia, Faeries, dan yang lain. Tugas Rose adalah untuk mencegah mereka berhasil melakukan ritual tersebut.

Buuuuuuuttt the catch issssss; ya nggak semudah itu. Rose is strong; tapi dia kalah jumlah. Serangan ogre bertubi-tubi plus ditambah adanya ramalan yang menyebutkan bahwa akan ada pengkhianat dari kalangan mereka sendiri; bikin Rose jelas nggak bisa percaya sama siapa-siapa.

Saat semua udah ribet nggak ketulungan, Rose pulang kampung ke kastil Edenberg rumah lamanya; eh disana malah nggak sengaja nemu perjanjian yang menyangkut dia dan Ambrose. Wah makin runyam. Di saat-saat kritis Gareth nawarin jalan keluar. Tapi semua berjalan sesuai ramalan, seorang penghisap darah jadi pengkhianat di antara mereka.

Persiapan untuk menyerang balik gagal total; banyak allies terbunuh sia-sia. Dan sintingnya, para dewan Faerie yang percaya total sama ramalan, memilih untuk gak mau bantuin Rose, sementara Ambrose harus mati-matian bertarung sendiri dan Gareth ngebantu Rose untuk lolos dengan dituker jaminan nyawa. Kan rese yah?

The Prince of Frogs, Buku 2

Rose, Gareth, dan Ambrose pelan-pelan memulihkan diri setelah perang besar di buku pertama. Mengasingkan diri di kastil Edenburg, tapi sama sekali tidak bisa memisahkan diri karena terikat kontrak magis yang menyambungkan nyawa satu sama lain. Apakah hidup jadi damai? Nggak.

Gareth dan Ambrose itu saling benci. Tiap kali keduanya menghirup udara yang sama, mereka bakal mulai bickering sampe ngeluarin pedang. Rose sampai bersumpah kalo mereka sampe bertarung, dia sendiri yang akan bunuh mereka berdua.

Tapi tiba-tiba mereka semua dipanggil ke kerajaan Raja Fae; kakek Rose. Karena ada kasus pembunuhan para pewaris tahta Raja, dan semua orang dicurigai. Termasuk Rose, meski udah bilang gak mau ngurusin tahta sono. Apakah pada percaya? Ya nggak lah.

Pengkhianat ada dimana-mana jelas; sesuai dengan judul bukunya aja Pengkhianatan Sang Terkasih. Masalahnya siapa yang bakal berkhianat ini? Dan kenapa tiba-tiba kok ada seseorang lain lagi entah siapa darimana yang tahu-tahu mengklaim sebagai princess of Edenburg; yang selama ini dipegang Rose.

Meanwhile, di antara Ambrose dan Gareth ternyata ada satu lagi ikatan yang mau nggak mau tidak bisa terputus. Siapa yang mesti dipercaya dan harus ngomong apa, Rose udah nggak tahu lagi sampe dia harus mengacungkan pedang ke Gareth.

Last words from me?

Endingnya cukup memuaskan. Epilog gantung, tapi no problemo lah. Buku pertama penuh dengan cerita action, sementara buku kedua penuh konflik politik dan konflik batin. Pas baca buku pertama, gw butuh waktu agak lama karena bacanya sepotong-sepotong. Tapi waktu baca buku kedua; thanks to angkot Jekardah yang bikin matgay maksimum; berhasil gw selesaikan dalam waktu 2 hari aja.

Sexy stuffs are there; namanya juga novel fantasi untuk dewasa.

Buat yang mau baca; I’m sorry but try your damnedest luck. Karena buku-buku ini terbitan Dastan Books yang sudah gulung tikar; sehingga jadi barang yang cukup langka dimana-mana. You can read the book one alone, tapi yang buku dua nggak bisa berdiri terpisah; harus baca yang pertama dulu. Dengan sedikit keberuntungan, coba cari di Tokopedia deh. Harusnya masih ada beberapa sisa dan versi preloved dijual disitu.

Oke deh, sampai jumpa di tinjauan buku berikutnya~

 

Advertisements

Tsukiji Nao Artbook Set [Book Review]

Wooohooooo~ Happy New Year 2018 semuanya~ Semoga tahun 2018 ini ekonomi global membaik dan kita semua bisa hidup lebih nyaman dari tahun sebelumnya.

Sekarang mari kita awali blog ini dengan postingan pertama di tahun 2018. Book Review~ Yang baru pertama kali ini gw bahas sepanjang blog ini berjalan.

Pada bulan November-Desember 2017 lalu gw mengosongkan pundi gaji untuk beli beberapa artbooks. Ada empat kalo nggak salah; tapi gw mau bahas salah dua dulu; posting kali ini gw mau review artbooks by Tsukiji Nao; yang terkenal dengan detail super-buset dan pilihan warna colorful yang swatchnya dari Sabang sampai Merauke.

Tsukinao 01Yang sebelah kiri artbook berjudul Nostalgia dari Tsukiji Nao; berisi kumpulan ilustrasi dari tahun 2001-2010. Sementara yang sebelah kanan itu artbook dari seri Adekan; manga buatan Tsukiji Nao; yang masih ongoing deh sampe sekarang kalo nggak salah. Nah mari kita review artbook nya satu satu.

Tsukinao 02Bertajuk resmi Nostalgia: Illustrations Originals by Tsukiji Nao 2001-2010. Buku ini gw beli second tapi dengan kondisi like new dari sesekawan yang sedang BU di grup fb Jual Beli Japan Toys & Merchandise. Kalo mau beli baru bisa coba cari di Otakumode aja; harga sekitar USD 25.99 belom ongkir US yang biasanya sekitaran 12-14 USD; jadi ya… mungkin sekitar 500 ribu Rupiah nambah banyak. Harga yang pantas untuk kualitas superbnya.

Isinya kayak apa? Kayak gini~

ALL SO BEAUTIFUL~ dengan wicked details. Bukunya TEBAL~ ada 159 pages full color yang dicetak di kertas luks bagus. Tsukiji Nao punya daya tahan yang sangat tinggi untuk bikin printilan bling-bling dan efek sparkling yang breath-taking.

Overall; sangat puas dengan artbook Nostalgia ini.

Nah sekarang mari ke buku kedua; Gokusai Shounen Adekan Illustrations Work by Tsukiji Nao 2010-2012. Tsukinao 06

Sesuai namanya; artbook ini memuat ilustrasi dari seri populer Adekan; cerita mengenai Shiro si pembuat payung dengan Koujiro; mas pak polisi muda. Gw harus buat special order langsung ke Jepang untuk beli yang ini. Bukunya nggak terlalu tebal; cuma sekitar 70-an halaman tapi hardcover. Harganya USD 23.99; plus ongkir sekitar USD 12. Jadi total damage sekitaran 480 ribuan plus banyak. Kalo mau beli bisa di Otakumode juga.

Isinya ilustrasi indah dari para karakter di serinya. Dengan mengedepankan ilustrasi seksi dan erotis dari para tokoh utama. Beberapa foto memuat ilustrasi karakter yang mengenakan baju perempuan alias cross-dressing. All in beautiful color.

Tarikan garis Tsukiji Nao di artbook yang ini sedikit berbeda dengan yang sebelumnya. Yang ini lebih berkesan tipis dinamis dengan proporsi pose kelenturan tinggi dari karakternya (yang mungkin udah masuk angin atau sakit pinggang andaikan mereka disuruh pose beneran).

Ciri khas warna-warni kuat dari Tsukiji Nao tetap bisa ditemukan disini. Dan di bagian belakang ada manga pendek full color (DAN DETAIL) dari seri Adekan.

Sebenernya masih ada satu lagi artbook Tsukiji Nao yang judulnya Shounen Enbu; tapi berhubung lagi out of stock dimana-mana jadi nanti nanti aja deh belinya T_T.

Okeh~ sampai bertemu di review buku selanjutnya ^^

Brunch In Seoul [Resto Review]

Uhm, kalo gw boleh zuzurrr, salah satu jenis cuisine yang rada ciong; baik di mulut dan perut gw adalah Korean Cuisine.

Mi instan Samyang yang terkenal itu sama sekali nggak bisa masuk ke mulut gw. Beberapa tahun lalu pernah coba makan ramyeon di restoran korea di Citos; beneran harus maksain diri untuk ngabisinnya dan besok-besoknya nggak mau lagi makan disana. Jadi, untuk jangka waktu yang lama; gw dan Val nggak pernah nyentuh-nyentuh lagi masakan Korea sama sekali.

But one day, bff gw yang tinggal di Korea dan lagi pulang kampung; ngasih oleh-oleh tteokbokki instan cup rasa keju. Surprisingly gw bisa makan setelah diseduh air panas dan dimasukin microwave. Pedas manis berkeju.

So, gw pun memberanikan diri ngajakin Val untuk coba restoran Korea otentik yang setiap hari dilewatin; tapi nggak pernah kepikiran untuk coba mampir: Brunch in Seoul.

Oke; Val pun dengan senang hati mengiyakan. Sepulang kantor; kamipun berangkat dengan semangat 45~

Mari kita mulai masuk ke review restoran Brunch in Seoul ala gw~

brunch in seoul

Ini penampilan depan restorannya. Tapi somehow kok tulisan Brunch in Seoulnya ilang ketimpa cahaya sore wew. Re: Shop itu nama toko elektronik yang letaknya satu lokasi. Restorannya ada di salah satu ruko besar yang berlokasi tepat sebelum terminal Kampung Melayu. Begitu turun dari flyover yang melewati stasiun kereta Tebet; melipir minggir aja kiri terus. Rukonya beberapa meter sebelum jembatan penyeberangan Kampung Melayu yang dulu jadi lokasi banjir favorit jaman sebelom Gubernurnya waras; dan nggak jauh dari halte Transjakarta yang jadi sasaran bom.

Restonya very small; tapi suasananya enak. Tenang adem dan tersedia buanyak colokan untuk pasang laptop atau colok hape yang baterenya udah tipis. Mejanya dari kayu, dekorasi juga dominan kayu, dan ada pojokan khusus untuk ngeracik kopi.

Kami pesen menu standar aja. Cheese Tteokbokki (40k) buat gw, Seoul Gimbap set (55k) untuk Val, ayam goreng saus madu pedas Dakgangjeong (60k) (yang nggak sempet kefoto), Cafe Latte tanpa gula (35k) untuk gw, dan Hongcha (10k) alias es teh biasa untuk Val.

topoki

Ini pesenan gw. Cheese Tteokbokki dengan level pedas nomor dua. Isinya tteokbokki, beberapa slice yang sepertinya fishcake, daun bawang, parutan keju cheddar dan sausnya melimpah ruah.

Rasanya? PEDES BANGET MAKK. Seriously… Langsung megap-megap begitu nyobain karena panas ples pedas. Wiiiiwww~ feeling so good untung beli es kopi susu yang bisa langsung ngademin mulut. Hwalaweeeee~ kelewat belagu langsung pesen level dua gini deh. Buat yang gak biasa dengan pedesnya Korean Cuisine, disarankan coba dulu level satu lah. Pedesnya beda; nggak kayak pedesnya bakso atau bumbu rujak.

Tteokbokki-nya halus, empuknya pas. Tapi ya harus gw tiup-tiup dulu dan disendok nggak pakai sausnya supaya gw bisa makan sampe abis. Kamsia…

gimbapIni Seoul Gimbap set-nya Val. Terdiri dari 9 potong ukuran besar, disajikan dingin. Gw nggak makan nasi jadi nggak tahu rasanya gimana. Menurut kesaksian Val ini enak banget. Karena dingin dan jadi penawar pedas yang pas setelah dia nyobain tteokbokki gw. Porsinya cukup ngenyangin dan isiannya nggak pelit.

Dakgangjeong-nya cukup oke. Tepungnya crunchy dan ditaburin toasted nuts yang gurih. Sausnya madu pedas. Tapi yah, perut gw udah mulai lost in translation saat si ayam goreng madu ini datang, jadi konsentrasi gw menikmati udah tinggal 50%.

cafelateKalo ada satu yang bisa gw puji setinggi langit, ini dia. Si Cafe latte penyelamat gw. Kopinya ENAAAAKKK~ Susunya di-foam; dan kopinya citarasanya unik. Nggak nanya sih dia pakai kopi apa;  si kopinya udah manis dari awal meski nggak pakai gula; sama sekali nggak ada after taste asam seperti kalo minum kopi lain. Really good. Kalo one day mampir lagi; I will go for the coffee.

Meanwhile es teh-nya Val kayaknya gak usah direview. Es teh doang.

Total damage untuk makan berdua plus pajak 10% habisnya Rp.220.000,- Fair price untuk harga makanan di Jakarta.

Untuk yang emang nyari makanan Korea otentik; silakan mampir kesini. Dan ngobrollah dengan chef dan ownernya (?) yang memang asli Korean. Mereka suka duduk bareng tamu sambil ngobrol-ngobrol; dan saat meal time ya mereka akan makan di tengah restonya; dimanapun ada meja kosong ^^

Okeh, sampai ketemu di review restoran berikutnya

Hacques Working Space!

Hari ini gw baca-baca Pinterest; dan nemu challenge untuk ‘Show Your Working Space’.
Gak tau juga sih bakalan menarik apa nggak kalo gw share disini; but hey, mari dibalik pertanyaannya jadi ‘kenapa nggak?’

So here’s my little working nest at an online travel agency based on South Jekardah~

Hacques Office

Saat ini gw nempatin satu ruang, ukurannya kagak gede amat sih, paling ada sekitar 2,5 x 3 meteran. Dan berisi cukup banyak benda~ ditambah keberadaan gw sendiri bakal jadi sempit ~ wkwkwkwkkk

So, isi ruangannya ada satu meja kerja cukup luas dan pas untuk ngeakomodir bakat alami gw yang cenderung somehow ngeberantakin ruangan tanpa gw sendiri sadar. Ada dua kursi kerja (satu lagi nggak kefoto, ada di sudut kiri bawah foto, fungsinya buat kalo ada yang mampir mau hosip), ada satu sofa single; cukup empuk dan nyaman buat senderan kalo udah pegel di kursi kerja; tersedia bantal of korsss untuk molor~

DSC_3571 copy

Ini foto workspace lebih dekat. Set PC gw biasa aja, udah bertaun-taun gak ganti karena emang belom perlu (secara kerjaan gw nggak butuh spek canggih amat) lengkap sama senheiser headset buat denger something, ada hape jadul tanpa SIM yang cuma gw pake buat main game; yang hape utamanya dipake untuk motret~ ada kotak pensil, dan salah satu dari lima notebook yang setiap hari gw bawa. Ada modem bolt untuk keperluan internet kalo gw lagi di jalan; soalnya ponsel gw sama sekali nggak terhubung ke paket data internet. Boros makan pulsa; sementara gw mungkin cuma pake kalo di jalan; di kantor sama rumah gw bergelimang wi-fi. Ada kipas; karena kalo siang di luar lagi panas banget; rasanya kayak dioven…

DSC_3575 copy

Dan iya, ini adalah jumlah notebook yang gw bawa ke kantor SETIAP HARI. Gw sering kena omel Val tiap kali ngeluh tas kerja gw keberatan, dan ujungnya disuruh pilih untuk bawa maksimal dua notebook aja.

Tapi gimana dong, semua perlu… yang gambar Boom3D itu business-tracking book untuk nyatet produksi barang. Yang spiral locomotif itu projectbook; untuk mantau status project yang lagi dikerjain. Yang biru itu isinya spiritual needs. Yang oranye BNI itu untuk daily task planning yang udah abis dan belom semua pindah buku. Sedangkan yang gambar makanan itu buku daily task planning baru yang perlu pemindahan catatan penting dari yang oranye… intinya… butuh semua.

Update: Akhirnya gw pindah-pindahin catetannya dan sekarang pakai cuma tiga…

DSC_3572 copy

Ini area di samping kanan kursi kerja; ada kabinetnya dan tempat naro barang yang sangat versatile~  food stash~ Of course… gw tipe yang seneng memamah biak. DSC_3570

 

Sofa single di pojokan ~ biar keliatannya kayak gini doang, ni sofa EMPUK banget dan enak buat selonjoran. Apalagi kalo lagi ujan di luar dan gak tau mau ngapain; udah paling pol baca buku sambil tidur siang dimari (just how? Don’t ask)

Yap, and that’s all~ XD

Ada yang mau sharing tempat kerjanya juga?

Free Printables: Pablo Picasso ArtQuotes

Pablo Picasso Artquotes_hacques

Once in a while I played with image and fonts.

There are so many Samaritan Artists out there who kind enough to grant others free stock arts so we can have some art therapies in between the boredom of daily works.

And I thanked Pablo Picasso because throughout his life, he’s been giving out so many quotes about art and recorded well. So, here I got some of them ready for you to print at home.

Oh yeah, because I’m using free art stocks, so you and me are under moral obligation not to sell these ^^ But feel free to turn it into canvas print for your living room or for your journaling cards or anything as long as it’s only for personal use.

Get the high resolution here.

3 Nasihat Pernikahan; By My Dad

laura-ockel-194248_small

Photo Under CC0 License; Credit: Laura Ockel; Unsplash

Hwarakadah… Ada apa ini kok mendadak ngebahas ginian setelah bertahun-tahun lamanya nggak ngomongin soal cinta-cintaan?

Oh well… jadi gini…

Sepanjang libur Lebaran kemaren, gw dan Val tentu saja berkeliling ke berbagai sanak saudara. Dan tentu saja, ada yang manyun ditanya ‘kapan’ dan ada yang dengan senang hati nyebut tanggal begitu ditanya ‘kapan’.

Salah satu sepupu Val ngajak ngobrol mengenai kehidupan pernikahan yang sebentar lagi bakal dia jalanin. Why of course, dia sedikit banyak nanya nanya mengenai gw dan Val, yang terlihat senantiasa adem ayem dan flat flat aja…

Ngh, ada satu sih yang gak flat… perut :p

Beklah, kesampingkan itu…

Begitu sang sepupu ini bertanya; gw langsung otomatis teringat pada nasihat pernikahan dari bokap, yang diberikan saat kami lagi jalan berdua di mobil berangkat kantor.  Buat yang sering ngikutin blog gw, mungkin udah sedikit rada familiar dengan bokap gw yang kadang suka nyeleneh. Tapi buat gw, si Ayah ini adalah salah satu makhluk paling wise yang pernah gw temui di dunia.

colin-maynard-269472_small

Photo Under CC0 License, Credits; Colin Maynard, Unsplash

Nasihat pernikahan dari si Ayah ini nggak banyak, pendek aja. Dia cuma bilang ‘Teh, pertanda suatu keluarga itu adalah pernikahan yang diridhoi Allah itu ada tiga:’

  1. Suami dan Istri rukun.

Very much makes sense. Jika pasangan rukun, itu berarti apa? Komunikasi terjalin lancar. Masing-masing terbuka dan jujur dengan apa yang dipikirkan. Satu sama lain tidak menyimpan rasa tidak nyaman di dalam hati. Kedua belah pihak dapat saling menerima kondisi pasangannya serta bersedia bergandengan tangan untuk meningkatkan apa yang sudah baik dan memperbaiki apa yang perlu.

Komunikasi itu krusial. Penting untuk menjalin komunikasi yang lancar. Penting untuk mengetahui bahasa kasih pasangan (silakan baca buku 5 Bahasa Kasih untuk lengkapnya) serta berkomunikasi dengan bahasa kasih tersebut. Penting untuk terbuka dan jujur serta transparan. Penting untuk segera menyelesaikan masalah apabila ada yang perlu dirundingkan seksama.

Ini juga menandakan adanya keterikatan saling percaya satu sama lain. Kedua belah pihak saling memercayai pasangannya, dan masing-masing pun menjaga kepercayaan pasangannya. Faithfulness. I got your back and you got mine. Let’s build a strong and warm home for everybody to return after a long day.

  1. Seluruh keluarga sehat.

Ini juga makes sense. Apa yang menyebabkan keluarga sehat?

Ini berarti kecukupan gizi keluarga terpenuhi. Seluruh keluarga bisa makan dengan kenyang, menikmati kualitas makanan yang baik. Ini berarti keluarga mampu menyediakan kebutuhan pangan yang penuh nutrisi menyehatkan untuk menyambung hidup.

Selain makanan apa lagi yang bisa membawa kesehatan? Tidur ^^

Seluruh keluarga dapat beristirahat yang nyaman dan mendapatkan tidur yang berkualitas. Dimana untuk memenuhi hal ini maka perlu ada kasur yang memadai, atap untuk bernaung.

Berikutnya apa lagi? Lingkungan yang sehat, pola hidup yang disiplin dan bersih. Semua anggota keluarga mendapatkan imunisasi lengkap. Akses ke tenaga kesehatan tidak terhalang, baik dari segi finansial maupun jarak.

Lalu apa lagi? Suara tawa dan canda dalam keluarga selalu terdengar. Anak-anak tumbuh dengan pelukan dan ciuman. Keluarga happy. Dan being happy leads to being healthy.

  1. Tidak punya hutang.

Woooooooooohhhhhhhhh~ ini paling ngena. Why of course, yang namanya kondisi finansial itu sensitif.

Tidak punya hutang berarti unggul dalam manajemen finansial rumah tangga. Cashflow mengalir lancar dengan pengeluaran seimbang dan tepat guna. Tidak punya hutang berarti gaya hidup tidak berlebihan atau besar pasak daripada tiang. Tidak punya hutang berarti kita memiliki kemampuan untuk dapat memberi bantuan pada orang lain. Tidak punya hutang berarti pikiran terbebas dari beban yang bisa mengurangi kualitas kesehatan maupun kualitas komunikasi antar suami istri.

Okelah hari gini kita nggak bisa bebas-bebas amat dari kebiasaan ngutang; secara ada yang namanya ‘Kartu Karidit’. Tapi make sure apa yang terhutang dapat terbayar dengan uang yang dimiliki saat ini. Setiap jatuh tempo ya disiplin bayar full bersih. There, you got your peace of mind.

Dan ‘tidak punya hutang’ ini tidak Cuma berlaku pada kondisi suami istri sekarang. Penting juga untuk memikirkan kemungkinan terburuk, dimana jika ada apa-apa terjadi pada tulang punggung keluarga (in my family’s case; both gw dan Val) misalnya pagi berangkat sore pulang tinggal nama; maka bekal apa yang bisa diberikan pada Reys supaya dia tidak menjadi beban orang lain; hingga tiba waktunya dia bisa mencari makan sendiri?

austin-call-286098_small

Photo Under CC0 License, Credit : Austin Call, Unsplash

Ketiga hal di atas selalu jadi bahan renungan gw. So far dengan penuh syukur, gw dan Val masih bisa memenuhi tiga poin di atas. Tapi tentu belum sempurna dalam keadaan berdiri di atas kaki sendiri. Somehow ketiganya saling berkaitan satu sama lain. Dan penting untuk mempertahankan keseimbangannya.

Ketiga poin di atas juga bermuara pada satu hal menurut gw. Apatuh?

‘Positive attitude’.

Berpikir positif pada diri sendiri dan pasangan. Menerapkan pola makan dan pola hidup yang positif. Laporan keuangan selalu positif (amit-amit nyampe negatif). Dan semua akan berujung pada perwujudan keluarga samara. Aminin aja buat semua yuks~

Last disclaimer; ini nasihat dari seorang Ayah untuk anak perempuannya. So, penuh dengan subjektivitas dan sudah disesuaikan dengan persona kami sebagai keluarga. Gw nggak mengklaim nasihat ini yang paling bener, but I thought it would be nice kalo dengan sharing begini ada satu atau dua orang yang terbantu kehidupan rumah tangganya. Dan tiga poin ini adalah apa yang sudah pasti bakal gw ajarkan ke anak dan menantu gw kelak.

Okidoki, mari kita masak air dulu~

Frenchie Date Nite!

Suatu hari di bulan Puasa tahun 2017, Val ngajakin buka puasa bareng di satu tempat sekitaran kantor gw yang kami sama sekali belom pernah datengin.

Being us, yang namanya riset itu hukumnya wajib. Akhirnya pilihan jatuh ke Frenchie Tebet. Kafe dengan menu ala Perancis, tapi dengan harga yang totally affordable. Oke, kami meluncur kesana.

Begitu sampai, sudah nyaris penuh karena di-occupy oleh beberapa kelompok friends yang mau buka puasa bareng. Tapi kami masih dapet tempat duduk di bagian dalam. Lovely.

Menu disini pake bahasa Prancis. Jadi daripada salah ngomong, gw sama Val milih menu dengan cara nunjuk gambarnya aja.

Untuk appetizer, kami pilih signature menunya, Escargot au Pesto.

DSC_2537 copy

Ini… escargot dengan bumbu butter pesto plus taburan mozzarella leleh. Punya rasa yang surprisingly tasty dengan harga 37 ribu.

Main course yang gw pilih, fettuccine saus pesto dengan ayam panggang . Tulisan di menunya namanya Pates au Poulet Pesto. Ada ekstra french bread dan diberi taburan keju parut. Bumbu pestonya kurang terasa, tapi panggangan ayamnya pas.

DSC_2538 copy

Sedangkan untuk main coursenya Val, dese pilih sirloin steak yang dikubur jamur~ Entrecote Forestiere namanya. Enak, sayang mbak waiternya lupa ngoreksi tingkat bakarannya yang harusnya medium rare jadi ditulis medium well. Padahal udah dibilangin ganti ke medium rare pas dese ngulang pesenannya. Tapi yasuwlah, daripada lama lagi dan udah laper berat jadi nggak rewel. Note: Val pernah nyuruh waiter bawa balik satu set steak mehong karena pas diiris bakarannya medium well; bukan medium rare as requested.

DSC_2539 copy

Penampakan si steak tertimbun-jamur… It’s very good, tapi ya dalam penilaian kami belum masuk ke taraf ‘istimewa’. Love the mushroom anyway~

DSC_2540 copy

Ini Choux Sable ala Mode. Dessert yang dipilih Val. Isinya tiga kue sus renyah yang di dalamnya dikasih es krim tiga rasa. Ini enak~ Untuk minum kami beli Ice Lemon Mint Tea dan Ice Lime Mint Fizz. Nggak kepoto, tapi seger banget karena mint-nya dalam bentuk cacahan daun segar dan berhasil diracik supaya nggak kerasa kayak odol.

Dari segi pelayanan, the crews are doing their best despite the slow service. Tapi ya bisa dimaklumi sih… Jam buka puasa dengan kondisi kafe sangat full dimana yang datang kelompok jumlah menengah 5-8 orang. Kemaren  saat kami datang, cuma ada satu waiter dengan satu staff di post beverage yang bisa leluasa jalan wara-wiri. Sisanya para koki yang beneran sibuk banget di kitchen.

Overall, gw dan Val pasti akan datang lagi. Tapi mungkin di hari-hari biasa aja supaya lebih santai.

Holy Holiness~ Holy Ribs!

Sehari sebelom puasa, gw sama si HolyPin, temen satu tim di kantor janjian ketemuan buat makan di mall Lotte Avenue. Berhubung kami berdua tipe karnivora, jadi kami cari makanan yang gak jauh jauh amat dari animal flesh~

Pilihan jatuh ke~ restoran spesialis iga bakar Holy Ribs Lotte Avenue. Gw pernah makan disini berdua Val, bareng keluarga, dan belom pernah dikecewakan. Holy Ribs ini masih sodaraan dengan Holy yang lainnya.

Menu disini terdiri dari pilihan steak dan ribs. But of course, seperti halnya beli nasi di resto burger, tentu saja memesan selain iga di resto yang jelas-jelas namanya ribs; adalah suatu hal yang should be frowned upon mankind!

So, kaga tanggung-tanggung, HolyPin mesen 1 kilogram beef wagyu ribs buat kami makan berdua. SATU. KILOGRAM.

DSC_2522

hiyakkk… ini dia penampakan sexy si iga bakar~ Man… look at that glistening coat of sauce~

Dagingnya empuk, lepas sendiri dari tulangnya gak pake rempes. Kaga usah dikunyah, isep-isep gelundungin di antara lidah juga udah kelar, tinggal telen.

Nih penampakan dari sudut pandang lain.

DSC_2523 copy

Woooooo~ cakep bener yak? Hadir dengan satu mangkok kecil coleslaw, satu scoop mashed potato yang gurih banget dan satu mangkok tambahan saus. Yang mana buat gw nggak perlu karena bumbunya udah bold banget.

Awal-awal, gw sama HolyPin masih makan pake piso n garpu. Tapi you know laa, yang namanya daging di bonggol tulang iga tuh kenikmatan hakikinya terletak pada metode makan pake tangan, digerogotin dan disedot. So, we did.

Untuk minuman, gw sangat menyarankan untuk pilih ginger ale dingin. Karena soda jahe ini pas banget buat netralisir tebalnya after taste bumbu di mulut. Seperti fungsinya irisan jahe merah tipis setiap kali makan sushi. Enak banget dan seger. HolyPin pesen side dish mushroom soup, tambahan ice lemon tea dan ekstra porsi mashed potato 2 scoop. Total damage berdua habis sekitar 400k lebih beberapa ribu.

DSC_2524

Happy ending.

Mengurus Paspor Dengan Apps Antrian Paspor (Updated)

Baiklah, mari cerita dikit mengenai kemudahan gw bikin paspor di Kantor Imigrasi Kelas 1 Jaksel.

Reys; anak gw dan Val; sampe umurnya nyaris 3,5 tahun belom juga gw bikinin paspor. Karena alasan yang lemah. Gw MALAS perang di Kantor Imigrasi.

Tentu sahaja; siapa yang belum pernah denger horror stories of Kantor Imigrasi? Datang ambil antrian jam 4 subuh? Disuruh balik lagi karena kelengkapan kurang? Gak kebagian kuota antrian? Kudu ambil cuti berhari-hari karena bakal habis waktu ngantri? Diselak calo bangsat yang sekalinya nyelak bawa 10 form? Atau nyerah karena nyoba perpanjang yang online tapi sistemnya down melulu?

Tenang saudara-saudara… itu semua ternyata tidak terjadi pada gw. Kok bisa ngurus paspor gampang? Sini brader, gw cerita.

Pada tanggal 14 (atau 15) Mei kemaren, tak sengaja gw melihat selintas di laman Facebook Ditjen Imigrasi dan menemukan kabar gembira untuk kita semua (yang domisili Jakarta).

Bahwa Ditjen Imigrasi ngeluncurin satu app baru untuk platform Android yang namanya Antrian Paspor. Klik aja buat donlot appsnya.

Oke sip, gak pake lama, gw langsung donlot saat itu juga dan melakukan serah terima hape ke Val; yang langsung dengan sigap ngisi data diri lalu booking antrian.

Aplikasi Paspor Online

Fungsi app ini apa? Fungsinya untuk booking nomor antrian secara online di Kantor Imigrasi Jakarta Selatan (saat blog ini ditulis, masih dalam masa uji coba yang dimulai tanggal 16 Mei 2017, sementara hanya berlaku untuk Kanim Jaksel). Why of course; Val langsung book dua antrian aplikasi. Satu untuk dese sendiri yang emang paspornya udah mau abis masa berlakunya; satu lagi untuk Reys bikin baru. Jebret.

Yaaaaayyy~ nomor antrian udah ada di tangan. Terus mesti ngapain? Tentu saja beresin kesiapan berkas, siapkan semua dalam keadaan SUDAH DIFOTOKOPI. Untuk buat paspor baru anak-anak; daftar berkas yang harus dibawa adalah;

  • Kartu Keluarga
  • Akte Kelahiran
  • Buku Nikah kedua orang tua
  • KTP Ibu dan Ayah yang difotokopi berdampingan di SATU kertas (harus E-KTP, dan jika masih belum memiliki E-KTP sertakan resi dari Kelurahan yang menyatakan sudah melakukan pembuatan E-KTP tapi belum menerima kartu fisiknya)
  • Surat Pernyataan Orang Tua yang ditandatangani kedua orang tua kena materai.
  • Dandanin anaknya yang cakep, karena bocahnya HARUS IKUT

*edited per tanggal 15 Agustus 2017; additional info by Mandalisha*

Sedangkan untuk perpanjangan paspor; default berkas yang dibutuhin adalah cuma E-KTP dan Paspor Lama,

syarat ganti paspor

Tapi kalo udah mati kelamaan (sebelom tahun 2009) ya berarti harus bikin baru dengan ketentuan yang harus dibawa;

  • E-KTP (jika belum memiliki E-KTP sertakan resi keterangan dari Kelurahan yang menyatakan sudah melakukan pembuatan E-KTP tapi belum menerima kartu)
  • Kartu Keluarga
  • Akte Lahir / Ijazah / Buku Nikah (pilih salah satu)
  • Dan berkas tambahan apabila ada status tertentu (silakan Tanya petugas atau googling)

Taro dalam folder yang rapih, kantongin pulpen, dah beres.

Pada saat hari H, kami bertiga datang ke Kantor Imigrasi Kelas 1 Jaksel di Mampang. Please note bahwa sejak tanggal 16 Mei 2017, Kantor Imigrasi ini TIDAK LAGI MELAYANI WALK-IN. Hanya melayani yang sudah daftar via apps. Datang minimal 15 menit sebelum jadwal. Kebetulan Reys dan Val dapat jadwal jam 8-12 pagi. Jadi kami datang jam 8 lewat dikit (lha… tadi nyaranin apa kok yang dikerjain apa XD)

Langsung naik ke lantai 2, tunjukin dokumen PDF berisi QR Code nomor antrian ke petugas.

Dimana tuh?

Ini gw kalo nggak dapet petunjuk dari sesama fellow pengguna apps, gw mungkin gak tau ini dimana nyarinya. Tapi meneruskan informasi itu wajib. So, cek bagian Storage di Setting App, lalu Explore dan cari Folder Imigrasi. Buka foldernya dan temukan PDF-nya. Boleh dicetak, tapi biasanya ditunjukin ke petugasnya aja udah cukup.

Gw antri buat Reys, abis itu hape gw diserahin ke Val untuk dia antri buat diri sendiri. Setelah ambil form, kami misah. Val bagian loket perpanjangan, dan Reys bagian bikin baru.

Here’s the thrill…

Baru juga gw DUDUK dan ngeluarin pulpen, UDAH DIPANGGIL dong XD hahahahaha… saking sepinya itu ruang tunggu. Langsung terbirit-birit nyeret Reys dan ngasih semua kelengkapan berkas. Lalu beli Surat Pernyataan Orang Tua yang sudah bermaterai di tempat fotokopi yang berjarak 3 meter dari situ. 9000 perak aja.

Val beres dalam waktu KURANG DARI 10 menit. Lalu gabung ke kami. Selesai ngisi semua form, waktunya melakukan hal yang paling menantang di seluruh muka bumi.

Nyuruh balita umur 3 tahun untuk diem difoto itu amit-amit susah.

Dari rumah, Reys udah diwanti-wanti untuk ‘Nanti mau difoto, yang tenang yah’. Ternyata wanti-wanti ini hanya berlaku untuk SATU KALI PEMOTRETAN sodara-sodara. Berikutnya dese ngadat. Duduk di lantai gak mau berdiri, dan ribut ‘KAN UDAH!’ pas petugas minta mengulang karena matanya nggak lihat kamera. Akhirnya disogok dulu susu uht satu kotak, baru mau difoto lagi ~____~”

Setelah kelar ngapain? Ya bayar. Berapa biaya bikin atau perpanjang paspor? Biaya bikin baru paspor dan perpanjang sama aja sih, 355k untuk paspor standar, kalo mau buat yang lain nanti ada rinciannya di infografis ada di seluruh Kantor Imigrasi. Di lantai terbawah ada ATM BNI, Mandiri, BRI dan ada Bank BRI buat yang mau setor cash.

Selanjutnya tinggal dateng dalam 3 hari kerja. Untuk yang cuma perpanjang, cukup 1 hari kerja. Atau bisa ngecek status paspor sudah jadi atau belum dengan kirim kode aplikasi ke layanan WAGS yang disediakan Ditjen Imigrasi. Very easy.

Kami datang pagi jam 8 lewat dikit, jam 10 kurang udah kelar semuanya.

Dan beberapa hari kemudian, gw daftar lagi, kali ini untuk perpanjang paspor gw sendiri. Sekalian ngambil paspor Val dan Reys.

Pagi ini tanggal 24 Mei, gw dapat antrian untuk jam 8-12. So, gw datang jam setengah Sembilan XD Seperti kemaren, langsung naik ke lantai dua dan tunjukin QR Code Antrian Paspor ke petugas. Langsung dikasih form untuk diisi, dalam 5 menit langsung dipanggil. Seluruh berkas diperiksa, lalu difoto ulang (muke gw udah beda kali yak sama di paspor sebelumnya). Setelah kelar, gw langsung turun ke lantai satu, sementara Val ngambil nomor antrian loket pengambilan paspor. Di lantai 1, ketemu ATM BNI, langsung transfer ke menu Imigrasi right away. K.E.L.A.R. Tinggal ngambilnya aja.

Dateng setengah sembilan pagi, jam sembilan lewat lima gw sama Val udah meluncur lagi ke kantor. Eh iya, kalo terpaksa datang bawa mobil pribadi, parkirlah di gedung sebelah  ya.

Cepat. Mudah. Nggak pake ribet. Menyenangkan. I really LOVE this service. Dan semoga bisa segera diterapkan di seluruh kantor Imigrasi se-NKRI.

Tapi tentu saja ada beberapa catatan mengenai Aplikasi Antrian Paspor yah;

  • Saat tulisan ini dibuat, layanan ini baru ada di tiga Kantor Imigrasi Jakarta Selatan. Tapi per update tanggal 5 September 2017; layanan ini sudah ada di banyak sekali Kantor Imigrasi di berbagai kota besar di Indonesia.
  • Appsnya baru ada untuk platform Android dan masih dalam pengembangan dan tahap ujicoba, mungkin masih akan menemukan beberapa ketidaksempurnaan, seperti bolak balik crash, tidak bisa login, dan app menutup secara otomatis.
  • Jika terjadi, coba uninstall dan install lagi, ATAU clear cache apps, ATAU coba lagi di jam pocong alias tengah malam buta.
  • Setelah bisa masuk app dan login, langsung ketik kata ‘Kantor Imigrasi’ di menu search begitu terbuka peta. Setelah itu pilih kantor imigrasi mana yang mau didatangi, dan isi data pemohon.
  • Setelah dapat nomor antrian, cari dokumen QR Code nomor antrian dalam bentuk PDF di Storage; cari folder Imigrasi. Boleh diprint kalo mau.
  • Pastikan SUDAH FIX memilih hari untuk mendaftar. Hindari asal pilih tanggal dan cancel di saat-saat terakhir karena banyak orang yang mungkin hanya punya waktu satu hari itu saja untuk mengurus paspor.
    (UPDATE 17 Okt/2017) PERBARUI APPS ANTRIAN PASPOR ANDA UNTUK MENDAPATKAN FITUR CANCELLATION. Bisa dilakukan selambat-lambatnya 2 HARI sebelum jadwal pertemuan.
  • Satu akun maksimal hanya bisa mendaftarkan 5 anggota keluarga.
  • Untuk yang memerlukan infografis langkah-langkahnya, bisa cek panduan resmi dari Ditjen Imigrasi disini

Beberapa cara untuk mendaftar antrian paspor: 

aplikasi teknologi antrian paspor

Daftar kantor imigrasi yang sudah menerapkan pelayanan di atas: 

Sudah dilayani antrian paspor

Untuk yang hendak mendaftar via What’sApp 

Layanan antrian via whatsapp

Gak mau pake cara-cara di atas? Via web aja, klik disini:

https://antrian.imigrasi.go.id/

There you go, folks~ hope that helps~

Kalo ada yang mau ditanyain, para petugas di Kantor Imigrasi semuanya ramah dan sigap kok.

picture credits: Ditjen Imigrasi.

First Time Trying Copic!

Alkisah pada suatu hari, gw ngescroll linimasa Facebook dan menemukan postingan dari salah satu kawan penyedia barang khilafan~ Dimana kali ini dese merencanakan strategi menyedot uang dengan cara majang barang art supplies.

Salah satunya si Copic Ciao Set ini.

DSC_1074

Ada beberapa macam warna senada, antara lain gradasi pink, gradasi biru, dan campur. Tapi gw kali ini mencoba nekat melempar sejumlah uang untuk nebus si Copic Ciao set warna khusus kulit.

Satu pak berisi enam buah copic marker. Shade warna kulit standar Asia yang cenderung fair (and lovely?).

But one thing for sure.

Gw NGGAK PUNYA BASIC TEKNIK GAMBAR PAKE COPIC.

Secara terbiasa pake cat air atau pensil warna~ kelabakan juga jirr pas nyobain pertama kali. Awalnya pede mampus modal nonton tutorial di fesbuk, melupakan fakta bahwa yang masang video tutorial itu udah jago. 

So, here’s my very first copic try~

DSC_1075_muka

Susyeh bo~ But it’s ok lah namanya juga nubitol. Kudu sering sering latihan biar ngerti cara mewarnai pakai copic.