Shop Review: Kafein Tebet

Pada sesemalam kemarin, Procurement Manager di rumah gw alias Val, menginfokan bahwa stok kopi giling di rumah sudah menipis. Waktunya buat beli stock baru. Oke.

Biasanya gw mengandalkan Tokopedia untuk beli kopi giling fresh. Tapi berhubung di dekat kantor ada Kafein coffee shop yang baruuuuuu banget buka, maka gw putuskan buat ngajak Val kesana.

Alasan lain juga karena gw emang familiar dengan brandnya; Kafein. Gw cukup sering belanja kopi atau dark chocolate di Kafein Tokopedia; dikenalin sama HolyPin. So, karena gw dah tahu kualitas sama rasanya seperti apa, ya ngga pake ragu buat kesana.

Lokasinya di Jl. KH. Abdullah Syafei no 26, area terowongan fly over KH Abdullah Syafei, dekat di percabangan jalan yang kalo ke kanan putar balik ke Kampung Melayu, dan kalo ke kiri masuk jalan Saharjo arah Balai Sudirman.

Look out for the green circle~

Ada tempat cuci tangan sesuai protokol di depan toko. Tempatnya minimalis, tapi ya memadai lah buat nampung 2-4 orang yang memang udah kadung kangen berat buat ngopi di coffee shop setelah berbulan bulan nguprek aja di rumah.

Tersedia deretan toples isi biji kopi yang bisa suka suka pilih sendiri. Mau single origin atau mau campur campur ya bebas~ You choose~

Tinggal sebut mau yang mana, berapa gram, dan tingkat gilingannya apa, nanti dibantu sama masnya untuk gilingin kopinya right away pakai mesin ini~

Gw tipe yang selow aja; Arabika Aceh Gayo 250 gram, giling medium~ Karena ku sukanya kopi yang manis~ Dan kenapa gw bertahan banget sama Kafein? Karena harganya stabil banget nggak ada perubahan dari 2-3 tahun yang lalu. Khusus si Aceh Gayo ini, tetap 50 ribu Rupiah aja buat 250 gram dari dulu ngga ganti ganti~

Wangi~

Selain biji kopi dan kopi, Kafein Tebet ini juga menjual kopi ready to drink, Espresso Konsentrat, kopi instan siap seduh, juga teman kopi~ kayak Dark Chocolate Powder, Taro Powder, sirup gula aren literan. Gw suka sih Dark Chocolatenya, pekat banget jadi cukup make dikit aja udah berasa. Tapi lagi ngga ada fotonya.

Buat yang penasaran sama menu di Kafein Tebet ini bisa langsung cek Kafein Tebet Tokopedia; tapi note ya kalo Kafein Tebet ini hanya melayani pengiriman via kurir ojek online. Tidak melayani via kurir logistik reguler, jadi buat yang santai selow dan jauhnya nanggung dari Tebet, bestnya sih langsung ke toko Kafein pusatnya aja yang udah gw kasih linknya di atas.

See you next~

Watercolor Tutorial: Ancient Castle

Hallo again~ mari kita kembali dengan tutorial step by step watercolor~

Kali ini gw ambil modelnya dari free stock foto by PixaBay disini https://www.pexels.com/photo/ancient-architecture-attractions-building-290098/

Baiklah, mari kita mulai~ siapin kuas andalan~ palet keramat dan Canson watercolor paper ukuran A6.

1. Mulai dengan sketching tipis tipis dulu. Tidak perlu terlalu detail, yang penting outlinenya jelas.

2. Setelah kertas dibasahin, mulai warnai area terluas; langit sama permukaan danau.

3. Beri warna dasar untuk kastilnya. Nggak apa apa blocking aja satu warna, nanti juga akan dilapis sama warna lain.

4. Mulai kasih warna untuk area vegetasi. Cuma dua warna yang dibutuhin; hijau tua sama cokelat keemasan.

5. Tambah shading di area kastil yang sekiranya nggak kena sinar matahari, supaya dimensinya kelihatan. Penuhin area tetumbuhan.

6. Kasih shading di beberapa area tumbuhan, supaya kelihatan ada dimensinya. Tutul tutul aja no problemo. Area langit kasih warna ungu tipis dikiiiittt~

7. Kasih warna gelap di area jatuhnya bayangan kastil di permukaan danau, beri warna tipis bukit di kejauhan, dan yang paling gempor; kasih detail batako di dinding kastil dengan kuas ujung terkecil yang ada di tangan.

8. Selesaaaaaaaaiiiii~ boleh dijejerin side by side dengan foto referensinya~

How do you think? Kalo kebetulan nyobain juga, give me link gallerynya bole, nanti biar bisa gw datangi dan gw kagumi~

Gw juga open commission watercolor landscape, ukuran start dari A5; kalo tertarik silaken komen aja~ ^^

Watercolor Study by Chiara Mazzetti

Di Pinterest, gw mengikuti beberapa akun artist yang menurut gw bagus bagus dan sering berbaik hati untuk ngebagiin tutorial atau step by step pengerjaan karya mereka.

Salah satunya Chiara Mazzetti; artist muda dari Italia (dan mbaknya cantik banget~). Kali ini gw coba study ulang karyanya yang kata mbaknya; 10 menit painting XD

In the end, gw sendiri ngabisin sekitar 20-30 menitan untuk paintingnya. Beda level harap maklum~

So here goes; gw mengikuti petunjuk step dari postingan Mbak Mazzetti disini https://www.chiaramazzetti.com/10-minutes-watercolor-view/

1. Sketching~ sketching~

2. Berikan warna dasar; langit dan bumi. Gw pakai warna langit yang lebih terang. Ya pada dasarnya warna biru yang lagi banyak ada di palet gw saat ini aja sih.

3. Warnain gunungnya. Tambah lagi layering warna di beberapa lokasi~

4. Detail~ detail, tambahin rumput rumput di beberapa lokasi, pakai campuran warna hitam sama cokelat. Bikin beberapa siluet pohon di cakrawala.

5. Warnain rumahnya. Kasih lining tegas di beberapa sudut.

6. Jadiiiiiii~ Rumah kecil di padang rumput~

Silakan dicoba, jangan lupa kasih credit ke Chiara Mazzetti yaaa~

Watercolor Study by Renato Palmuti: Step by Step

Nyam~ pada suatu hari gw menemukan postingan dari professional watercolor artist yang berbaik hati membagikan gratis materi step by step tutorial painting yang biasa dia gunakan untuk di kelas yang dia ajar.

And here let me tell you, yang namanya kelas watercolor painting untuk level advance – pro itu tidak murah. Jadi of course gw langsung minta izin ke yang bersangkutan untuk pakai materinya buat belajar juga. Dan kebetulan ybs dengan senang hati mempersilakan, plus dia bilang pengen lihat hasilnya juga.

So here goes my step by step painting progress~

1. Sketching sketching ~ pakai pensil aja tipis tipis suka suka~

2. Mulai dengan base color. Pada dasarnya sapu sapu warna tipis di area terluas. Karena maunya si lampu jalanan ini terlihat nyala, jadi area tengah dibuat kuning – gold.

3. Tambah layer warna di beberapa area. Terlihat sangat babak belur dan di titik ini gw mulai mempertanyakan eksistensi diri di dunia.

4. Mulai tambah beberapa detail lagi sedikit di sini sana dimana mana hatiku senang~ sempet dipanggil Val bentar buat bantu nyuci AC.

5. Kasih lining di beberapa tempat, tambahin detil pohon, pertegas garis garis di banyak area, bikin tembok, kasih variasi warna di jalanan biar keliatan kayak jalanan (?)

6. Selesaaaaaaiiiiiii~ hasilnya emang masih jauhhh banget dari contoh tutorialnya di sini: Tutorial by Renato Palmuti, tapi at least gw happy dengan hasilnya untuk percobaan pertama ^^

Oh iya, untuk kertasnya gw pakai watercolor postcard; beli di Artemedia seharga sekitar Rp.79.000,- disponsori oleh my brader in arms Mr.Whiz. Personally gw sangat suka karena kualitasnya bagus sekali. Nggak keriting kena air, dan tentu saja, bisa dipakai buat ngirim postcard. Love it.

Wanna try?

MasakMasak: Fettuccine Stroganoff

Lovely~

Sore sore nyokap dateng ngasih satu keresek jamur champignon segar. Kamu masak gih, katanya.

Asek~ mau dibikin apa ini ya, ditumis pake bawang bombay, dipanggang bareng makaroni, buat mi ayam jamur? Tapi berhubung bentar lagi wayahnya dinner, so, gw memutuskan untuk dimasak jadi saus stroganoff bareng pasta aja.

Simpel dan cepat, gw bisa bikin saus stroganoff sambil merem. Soalnya tinggal ngasih komando, yang ngerjain mah si Val XD

So, kali ini gw mau share resep saus stroganoff yang biasa gw bikin di rumah. Ini resepnya fleksibel banget, bisa dibongkar pasang suka suka sesuai selera, mau ditambah apa dikurangin, bebas aja. Bahkan gw setiap kali bikin pun hasil rasanya somehow beda terus karena tergantung mood mau nyemplungin apa ke panci.

Bahan untuk dua orang:

– Pasta, gw pakai fettuccine dengan ukuran tangan Val. Pertemukan ujung jari jempol dengan telunjuk bentuk lingkaran, pasta yang muat di dalamnya itu pas untuk dua orang. Rebus sampai aldente dengan air garam, jangan buang air rebusannya, sisihkan sekitar 1 cangkir.

– Jamur champignon, sekitar 200 gram iris iris

– Smoked beef lembaran sekitar 7-8 lembar, rebus barengan dengan pasta. Angkat duluan setelah matang, iris tipis memanjang.

– Bawang bombay/bawang putih geprek/daun bawang/seledri, semua iris halus

– Susu 100 ml

– Tepung terigu 1 sdm

– Butter 50 gram, atau kalo mau pake minyak goreng biasa boleh, 3 sdm.

– bumbu; kaldu kesukaan (mau kaldu ayam, jamur, sapi, ikan, rumput laut, bebas aja, gw pake kaldu ayam kampung), merica bubuk, paprika bubuk, bumbu dasar bawang putih (kalo ada aja, kalo nggak ada bisa pake bawang putih bubuk, bestnya kalo pake bawang putih geprek cincang halus), dan saus tiram 1 sdt.

– secret seasoning; minyak bumbu dari bumbu Indomie goreng 1 sachet.

Cara Masak;

1. Pasta dan smoked beef rebus bersamaan. Angkat smoked beef setelah matang dan iris tipis, sisihkan. Pasta ditiriskan dan tuangi minyak goreng 2 sdm, aduk rata. Fungsinya supaya nggak nempel. Sisihkan air perebusnya.

2. Panaskan butter / minyak goreng di pan anti lengket yang lumayan gede, tumis dulu jamurnya. Selang beberapa lama masukkan smoked beef. Kalo nyiapin beberapa additional ingredients seperti bawang bombay, bawang putih, daun bawang, bisa masukin sekarang.

3. Masukkan semua bumbu. Gw rekomendasikan para bumbu ini satuin dulu ke mangkok kecil, dan setelahnya tinggal tuang.

4. Tambah 1-2 sdm minyak goreng apabila minyak di pan hampir habis, lalu masukkan 1 sdm tepung terigu, aduuuuukkk sebentar. Lalu tuang susu dan aduk lagi sampai kental.

5. Cek tingkat kekentalan saus dan sesuaikan dengan selera, jika dirasa terlalu kental, bisa diatur supaya lebih encer sedikit dengan air rebusan pasta yang tadi disisihkan.

6. Masih ada sisa bahan yang belom dimasukin? Seledri? Tambahan herbs? Keju parmesan? Lempar sekarang. Masak sambil terus diaduk 2-3 menit. Perhatikan tingkat kekentalan saus ya. Makin sedikit cairan bakal makin kental dan makin asin soalnya.

7. Penyajian; ambil fettuccine pakai garpu dan putar putar di piring sampai jadi seperti foto. Ulangi sampe sesukanya mau berapa porsi. Tuang saus. Garnish as you wish, gw pake taburan bawang goreng Indomie biar nggak polos amat pastanya.

Selamat menikmati~

Pink Sunset Watercolor Tutorial

Been so long nothing to write~

Selama WFH, gw sesekali ngisi waktu dengan re-creating watercolor paintings yang suka ada di pinterest. Ada yang pake tutorial, dan ada juga yang enggak. Banyak painting lucu yang simpel dan totally easy untuk dipelajari.

Nah, kali ada yang mau ikutan, ini gw coba bikin tutorial cat air untuk lukisan mudah ala ala pinterest. Tingkat kesulitan: 1.

main pic

Material:
– Cat air; ngga masalah mau tipe cake or tipe tube dan merk apapun, gunakan as you like; gw pakai sisa warna cat air di palet keramat yang udah gw pakai sedjak tahoen doea riboe tiga
– Kuas; ini juga nggak ada yang khusus. Minimal punya tiga macam; yang gepeng untuk pulasan lebar merata, yang sedang ujung bulat, sama yang kecil untuk detail
– Kertas cat air; gw pakai Artemedia ukuran A6; paling affordable karena satu pack isi 12 lembar cuma 10ribuan di tokopedia; jadi gak pelit pelit belinya XD
– Brush paint warna hitam; yang biasa dipake buat fancy lettering itu loh~
– Paper tape; ini opsional. Kalo mau bikin efek ala polaroid pake aja, tapi kalo mau menuhin full paper juga no problemo.

So here goes;

001

Pertama, kertasnya dikasih frame dulu pakai paper tape. Dan karena gw ekonomis (gak mau ngaku pelit) maka gw pakai paper tape yang sebelomnya udah digunakan untuk lukisan lain XD Selama masih bisa nempel ya pake terus.

Teknik gw wet. Basahin kertasnya, tutul tutul aja pake tangan langsung.

002

Kedua, dengan kuas basah yang agak lebar, pulas bagian atas kertas dengan warna pink lalu geser kanan kiri kanan kiri sampe ke tengah dan warnanya jadi gradasi. Oh iya perlu diinget juga; kalo kering warna watercolor akan beberapa tingkat lebih muda, jadi jangan takut takut amat ketebelan warnanya.

003

Ketiga; pulas bagian bawah dengan warna biru; ulangin geser kanan kiri sampe membentuk bendera Belanda~ eh~ ya pokoknya sampe atasnya pink bawahnya biru tengahnya putih.

004

Dengan kuas basah bersih bikin bulet bulet di bagian area pink sampe balik putih. Intinya sih apus dikit, buat bikin matahari sore nantinya. Note: harus cepet karena cuma bisa dilakukan saat si area pink ini juga masih basah.

005

Keempat; keringin dulu. Sambil nunggu kering bisa bikin yang lain ya. Gw biasanya bikin simultan 2-3 paintings sekaligus karena waktu yang dipake untuk nunggu keringnya cukup untuk mulai bikin baru.

006

Kelima; setelah kering mari kita mulai gambar pohonnya. Pakai brush lettering warna item. Nggak perlu beli brand khusus, gw pake apa yang lagi ada aja di rumah.

3IKRu3j2U9Med2U93SLFMr

Keenam; bikin garis garis untuk pohon cemara; biar dimensional bikinnya ada yang kecil ada yang gede~ Yang gede ceritanya di depan. Setelah batang utamanya dibuat, berikutnya tinggal bikin goresan silang aja criss cross dari atas sampai bawah menyerupai cemara.

007

Last; masih inget si bulatan putih tadi? Warnain kuning keemasan. Nggak bunder banget sempurna no problemo.

Setelah kelar semua, lepas si paper tape frame dan voila~ Watercolor painting ala pinterest selesaaaaiiii~

Selamat mencoba~

Mengapa orang Indonesia tidak suka minum susu?

Pada suatu pagi gw ngecek email; ada permintaan pertanyaan menarik dari Quora.

Mengapa orang Indonesia tidak suka minum susu?

Pertanyaan ini menarik; karena tingkat konsumsi susu di Indonesia termasuk yang paling rendah dibanding negara-negara Asia Tenggara lain; Data Badan Pusat Statistik tahun 2017 menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia hanya mengonsumsi 16,62 kg susu per kapita per tahun. Sebagai pembanding, di tahun yang sama, tingkat konsumsi susu Filipina adalah 17,8 kg/kapita/tahun; Thailand 22,2 kg/kapita/tahun; Myanmar 26,7 kg/kapita/tahun; dan Malaysia 36,2 kg/kapita/tahun.

glass-1587258_960_720

Kalo mau ditilik dikaji singkat dalam porsi satu postingan blog; ada dua faktor sih penyebab utamanya. Satu karena faktor genetik tubuh yang nggak bisa diapa-apain lagi, dan satu lagi karena faktor pola pandang masyarakat Indonesia terhadap susu itu sendiri.

Gw bagi dalam dua bahasan aja biar singkat; pertama dari kondisi tubuh;

Secara genetik; orang Indonesia (dan Asia pada umumnya) semua memiliki kondisi intoleransi laktosa.

Intoleransi laktosa adalah kondisi ketika seseorang tak mampu mencerna laktosagula yang terdapat pada susu dan produk olahannya. Ketidakmampuan itu dikarenakan tubuh tak menghasilkan enzim laktase dengan cukup. Tanpa enzim laktase, laktosa tak mungkin bisa dicerna hingga berujung pada gangguan pencernaan.

Mereka yang memiliki kondisi ini akan segera mengalami sakit perut dan harus segera ke kamar kecil setelah mengonsumsi susu. Ini yang menyebabkan banyak orang malas meminum susu begitu saja.

Kondisi ini sebenarnya dialami oleh 65% populasi manusia di muka bumi. Dan angkanya bagi penduduk Asia adalah sekitar 70–100%. Di beberapa negara maju seperti Jepang, untuk mengatasi konsumsi susu yang rendah, pemerintah membantu pengembangan industri produk turunan susu seperti puding, es krim, dessert, keju, dan beragam makanan. Small trivia; di Jepang Anda tidak akan menemukan susu kotak rasa cokelat semudah di Indonesia.

Produk turunan susu bisa dikonsumsi, produk yang dicampur dengan susu bisa dikonsumsi, susu dengan campuran gula dan perasa bisa dikonsumsi, tapi susu segar plain hanya disarankan untuk dikonsumsi maksimal 500 ml sehari, karena lebih dari itu beresiko mengganggu pencernaan.

Beberapa penjelasan lebih lengkap mengenai kondisi lactose intolerance bisa dibaca disini:

Lactose intolerance Jurnal Ilmiah dari departemen kesehatan Amerika Serikat
Sains Diet, Bagaimana Intoleransi Laktosa Terjadi di Dalam Tubuh? artikel Kompas Sains

Note: penjelasan di atas pertama kali gw publikasikan di Quora.

pexels-photo-1460995

Minum segini ini kalo buat orang Asia bakalan berujung mesti bertengger di wese seharian

 

Faktor kedua; cara pandang masyarakat terhadap susu.

Meski sudah diganti jadi Pedoman Umum Gizi Seimbang sejak tahun 1995; jargon 4 Sehat 5 Sempurna somehow masih melekat di benak sangat banyak orang. Bagi sebagian orang tua; susu dianggap barang wajib untuk diminum anak-anak. Sayangnya; yang dirasa ‘wajib diminumkan’ itu susu formula; bukan susu segar beneran.

Beberapa case yang gw temui sepanjang proses belajar ilmu laktasi dan PMBA (pemberian makanan bayi dan anak); banyak orang tua yang masih menganggap susu formula pertumbuhan sebagai ‘penyempurna’ dan penambal gizi anak yang makannya sulit. Beberapa mengeluhkan anaknya tidak mau minum susu dan menanyakan merk susu apa yang bagus. Nah ini jadi tricky.

Susu; dalam Pedoman Umum Gizi Seimbang adalah salah satu dari variasi sumber protein; kalo anaknya diberi makan yang sesuai dengan panduan ini; maka susu ya hitungannya jadi selingan bukan lagi wajib. Kalo anaknya suka ya kasihkan (usahakan susu UHT bukan formula bubuk; dengan maksimal pemberian 500 ml per hari), kalo anaknya ngga suka ya jangan dipaksa. Kalo dirasa beneran harus banget wajib kudu mesti pokoknya masuk susu; ya olah jadi makanan. Bikin puding, cake, es krim.

Seringkali anak yang kesal karena paksaan minum susu ini; pas udah besar dan bisa ambil keputusan sendiri; dia akan berhenti minum susu at all. Dan dia tumbuh besar sambil membawa pakem ‘halah minum susu kayak bocah aja’.

Juga ada beberapa pemahaman yang rada salah kaprah mengenai susu. Ada kalangan orang dewasa di Indonesia yang melihat susu sebagai salah satu metode pengobatan; misalnya yang mabok, maag, menetralkan racun, you name it; pada saat kondisi tertentu itu muncul, ya baru mereka akan mengonsumsi susu; biasanya yang kaleng gambar beruang. Padahal fungsi utama susu adalah sumber protein; bukan obat.

Sisanya orang dewasa biasanya baru akan konsumsi susu setelah berubah wujud jadi bentuk lain atau sebagai campuran minuman lain. Sebenernya ini bisa dihitung sebagai konsumsi susu juga sih; tapi butuh riset terpisah yang lebih kompleks dibanding dengan penghitungan konsumsi susu cair secara general. Saat ini cukup jarang orang Indonesia dewasa mengonsumsi susu plain tanpa campuran secara sadar setiap hari, makanya hasil riset mengenai rendahnya konsumsi susu di atas bisa dirilis.

 

Kalo gw gimana? Oh iya meski sehari-hari bisa nenggak hingga satu karton susu literan, gw pun punya kondisi intoleransi laktosa karena pada dasarnya masih orang Asia. Tapi kondisi ini cuma ada di pagi hari saat lambung lagi kosong maksimal. Sesungguhnya sangat membantu apabila lagi apes sembelit karena kurang serat. Intoleransi laktosa bisa langsung melancarkan pencernaan XD

Note: all images used are under CC0 license.

Tarot Element Simple Guide by Hacques: The Fool

Hyuk, setelah sekian lama menghilang dari perwordpressan kini waktunya gw kembali~

Dan kali ini somehow lagi in the mood buat ngebahas tarot lagi. Tapi lebih ke arah penjelasan konsepnya ya~ gw ngga akan ngasih penjabaran mengenai reading ‘oh kalo kartunya keluar ini pas nanya cinta/keuangan/pekerjaan berarti artinya ini ini dan ini’ ~

Soalnya penjabaran reading terlalu luas; setiap individual hasil readingnya bisa berbeda meski kartu yang keluar sama; tergantung energinya saat itu.

Loh terus mau bahas apanya? Kali ini gw mau bahas pakem konsep elemen kartunya, dimulai dari si kartu The Fool.

As we all know, kartu tarot ada yang didesain serius, dan ada yang didesain for the sake of the art. Alias yang penting cantik dulu. Bisa sih dipakai, tapi potensi energinya ngga full karena elemennya ngga lengkap.

Elemen lengkap itu yang seperti apa?

Pada dasarnya selalu ada persamaan dari desain kartu tarot ‘beneran’. Misalnya kartu Emperor harus bergambar Raja atau laki-laki, kartu Lovers harus ada pasangan, kartu Strength harus ada elemen hewan kuat. Hal ini sudah ada sejak tahun 1500 an dan dipertahankan karena setiap elemennya memang memiliki arti sendiri. Nggak mesti sama persis atau terpakai semua, tapi at least ada yang nggak boleh tertinggal.

Untuk perbandingan, gw akan coba kaji dari empat kartu tarot dari berbagai penjuru dunia yang didesain serius; Rider Waite, european tarot, american tarot, sama japanese tarot.

The Fool; biasa digambarkan sebagai seorang pengembara, berjalan tanpa beban dan ditemani seekor hewan; biasanya anjing. Memiliki makna universal sebagai perwakilan dari perjalanan, permulaan, awal yang baru, spontanitas, harapan dan obliviousness. Thus, karena menyimbolkan ‘awal’ maka biasa diletakkan di nomor 0 di mayoritas deck, tapi ada juga yang meletakkan The Fool di nomor XXII.

The Fool Rider Waite
The Fool Paulina Tarot by Paulina Cassidy
The Fool Japan Mythology Tarot by Yamamoto Naoki
The Fool Italian Mini Tarot; designer unknown

Nah, sekarang pertanyaannya; carilah sedikitnya tiga persamaan dari keempat The Fool di atas! Ketemu nggak ketemu, tetep gw bahas.

– Langit; Semua The Fool berpetualang di bawah langit bercuaca cerah. Simbol dari optimisme. The Fool percaya all is well, thus, makes him oblivious dengan keadaan sekitar.

– Tas; namanya pengembara tentu bawa buntelan dong. Berisi segala hal duniawi yang tidak bisa ditinggalkan oleh The Fool. Simbolnya apa? Ini menyimbolkan sesuatu bawaan seseindividual. Apakah itu berisi beban yang tak bisa dilepaskan? Atau berisi modal untuk menjalani hal yang baru? Isi buntelan The Fool tergantung energi saat reading.

Sebelah tangan memegang sesuatu; apakah itu bunga? Atau walking stick? The Fool yang memegang bunga menikmati perjalanannya dan menyempatkan diri untuk enjoying the nature, dan The Fools yang memegang walking stick menggunakan sumber daya yang ada untuk membantu dia melangkah.

– Jurang atau Endless Path; The Fool disebut Fool karena dia nggak melihat di depan ada apa. Yang paling populer biasanya jurang. Menyimbolkan saking obliviousnya si The Fool, dia abai memperhatikan kondisi sekitar. Tapi di sisi lain, ini juga simbol dari optimisme, The Fool akan tetap melangkah meski dia nggak tahu bakal berujung kemana, boldly taking the risk dimana salah langkah bakal berakhir terjun bebas.

Loyal Companion; The Fool selalu memiliki teman. Paling populer biasanya anjing, yang akan menggigit baju atau menggonggong mengingatkan saat The Fool nyaris salah melangkah. Simbol ini mewakili apa? Insting atau kata hati. Kadang bisa memperingatkan salah melangkah beneran, kadang juga bisa menjadi masalah karena menghalangi untuk melangkah. Sekali lagi, tergantung energi saat reading.

Dari empat kartu di atas kurleb udah bisa ditarik kesimpulan ya, apa elemen terpenting dari The Fool. Di beberapa desain lain bisa ditemui The Fool yang berpenampilan lain, misalnya pakai topi jester yang memiliki konsep ‘High Person in Court’ atau The Fool dalam tampilan laki laki tua, yang menggambarkan makna ‘tidak ada istilah terlambat dalam memulai perjalanan baru atau belajar dari awal’.

Okeh, mungkin itu dulu buat kali ini. Nextnya most likely ngebahas elemennya The Magician ya. We go by the numbers~

Yummy Cheesy Hand Cream-y [Review]

Sering gak sih berasa kayaknya hidup hampa banget kalo nggak jajan dan berhari hari nggak didatengin ‘sahabat kita semua’ yang selalu dinanti; Babang Kurir Paket?

So, demi hidup yang jauh dari hampa~ kali ini gw iseng pake banget jajan seri Butter Plop Hand Cream dari Etude House~ dan kenapa pilih yang ini? Penasaran abis gegara variannya semua makanan dairy product 🥛!

Pilihan jatuh ke Butter Plop variasi Mozza Cheese 🧀🧀🧀

🧀 Ada 4 macam, varian Fresh Cream, Whip Cream, Mozza Cheese dan Cheddar Cheese. Fungsinya juga macam macam, ada yang melembutkan kulit, memutihkan kulit, dan anti wrinkle. Berhubung umur gw udah masuk tahap waspada kerut kan yah, jadi gw pilih yang Mozza Cheese karena fungsinya untuk wrinkle care.

🧀 Setelah dicoba~ teksturnya emang super creamy as you can see in my photo~ But the good thing is, dia nggak lengket dan nggak membekas di permukaan (dalam hal ini permukaan hape yah~ karena gw langsung pegang hape)

🧀 Wanginya surprisingly bukan wangi khas keju, so buat yang berharap ngendus aroma ala keju mozzarella, it’s not like that honey~ wanginya Sweet Nuts, manis lembut tapi tetep berasa aroma makanan sih~

🧀 Harga variatif tergantung belinya di toko mana dan faktor ongkir. Karena eik beli di olshop~ kebeneran dapat harga as low as Rp. 57.000,- Untuk satu jar isi 25 ml.

🧀 Do I like it? It’s a yes for now~ mari kita coba dulu dan lihat lagi setelah pemakaian jangka agak panjang~

Note: review pertama kali dipublish di app Storie! under nama Bintari Danumaya (practically the same person as Hacques).

Mardin Baklava Patisserie [Resto Review]

Kali ini mau share mengenai Turkish pastry~ salah satu jenis makanan yang gw berani bilang termasuk cukup langka di Jekardah.

Berawal dari gw makan siang bareng HolyPin di Kokas beberapa minggu lalu, kami iseng jalan di bazaar yang terletak di Lower Ground depan BK. Biasanya suka ada barang lucu yang nyelip dijual disana.

Kebeneran banget ada booth yang langsung narik perhatian; booth Mardin Baklava.

So, gw langsung nyeret HolyPin kesana dan beli sekotak 250 gram untuk dibagi dua. Note: Mardin ini jual bukan dalam bentuk satuan, tapi dalam bentuk gram.

Dan gw ambil salah satu brosurnya. Ternyata lokasinya cukup deket dari kantor dan nggak jauh melipir dari rute pulang setiap hari. So, gw pun ngajak Val untuk kencan disana kemaren sore.

So, here we are

Taraaaaaa~ sampai deh di markas besarnya Mardin~

Bangunannya catchy dan berkelas. Gw demen yang begini nih, didesain luar dalam dengan sangat serius. Dia punya dua lapis pintu, jadi suhu di area display baklavanya tetap dingin meski pintu area makan dibuka berkali kali.

Begitu masuk, Val langsung duduk dan gw pesan dengan gaya kayak yang udah sering nongkrong disitu, padahal sebelomnya bolak balik buka jomato sama websitenya Mardin lebih dulu~ bahahahahaha~

Masganteng yang nyambut bikin grogi sihhhh wakakakakaka~ nyambutnya professional dan sangat baik, nyapa dulu selamat malam dan berikutnya ngasih penjelasan produk dengan sangat baik, plus segera menawarkan menu andalan favorit disini, Kunafe.

Dan of kors, emang sejak awal niat gw kesitu buat beliin kunafe untuk Val, jadi gw pesen itu, plus seperempat kilo baklava mix, dan dua Chai, teh Turki.

Nggak lama nunggu, pesanan pertama berupa 250 gram baklava dataaaaang~

Nah ini diaaa… disajikan di piring putih panjang. Macam macam baklava klasik dan baklava cokelat.

Oh iya, note penting nih. Baklava ini punya citarasa yang luar biasa manis up to the point bisa bikin pengang kuping (you know the sensation). Jadi, buat yang nggak punya toleransi tinggi terhadap yang manis-manis, sebaiknya 250 gram ini dibagi berempat, atau jangan dipaksa makan semua di tempat, kalo ada sisa boleh dibungkus bawa pulang kok.

Meanwhile yang punya diabetes, mending jangan coba-coba sama sekali.

Untuk minumnya, kami pesan Chai, yang berupa teh hitam kental panas disajikan di gelas paling cantik yang pernah gw liat~

Daaaaan di dalam dome topi si gelas ini ada kejutan kecil~

Anyway, biarpun dikasih gula sekuali (kecil), kami nggak pakai sama sekali. Soalnya teh ini cocoknya buat netralisir rasa manis giung dari si baklava.

Lalu kami beralih ke hidangan utama yang ditunggu~ oho~ the majestic Cheese Kunafe!

Buat yang belum tahu, Kunafe or Kanafeh ini sejenis dessert yang dibuat dari pastry berbentuk serat seperti mie halus, dilapis kezu, dan disiram lagi sirup gula. Cita rasanya nggak terlalu manis karena gurih kejunya mengimbangi si sirup gula. Gw makan si baklava sesuap, seling kunafe sesuap, pas lah buat alternating the sensation~

Step by step~ uuuuu baby!

Best. Next time kemari gw pastiin mau beli kunafenya buat masing masing satu~

Untuk segi harga, tentu berbeda dengan standar kafe pada umumnya; karena jelas barang jualannya juga beda. Makan berdua Val, total mahar yang kami keluarkan sekitar segini

But rest assured, totally worth the price!

Rasa yang ditawarkan otentik (terjamin, soalnya kemaren pas kami kesana ada pakbosnya datang dan dari penampilannya beliau terlihat native Turkish), tempatnya sangat bagus, pelayanan sangat baik, dan apabila bisa menarik minat you all, girls; para mas staffnya semua masih muda, totally ganteng, dan banyak XD

Love it? Yes.

Going back? Absolutely.