Brand Review: Taby’s Bake House

Gw mau ceritaaaaa; karena saat ini punya newest favorite food brand to talk about at today’s post~ Saking sukanya dalam kurun waktu sekitar sebulanan gw bisa order berkali-kali, sekalian ngehampers-in teman.

Background story dulu deh, salah satu makanan favorit gw itu toast, alias roti bakar. Alasan utama karena bikinnya gak pake mikir alias gampang. Tinggal cemplungin rotinya ke toaster dan lupakan selama 2 menit. Kelar.

Karena itu gw punya wide range macem macem pilihan bread spread di rumah; mulai dari rasa standar selai stroberi, marmalade, peanut butter, lotus biscoff, mayones, bahkan industrial-grade bread filling juga gw pakai untuk olesan roti.

Dan di bulan puasa kemaren, gw mulai eneg lah sama roti bakar pakai selai manis. So, gw iseng cari-cari ada gak yah yang jualan spread asin selain cheese spread yang suka ada di supermarket.

Seperti biasa karena gw anaknya Tokped banget, kesitulah gw browsing pertama kali. Dengan keyword jam spread; ketemu lah gw dengan Taby’s Bake House Tokopedia ini.

Liat doooooooong, pilihan spreadsnya semua dari namanya aja udah bikin ngeces gak siiiiih? Garlic Butter, Garlic Parmesan Butter, Jalapeno Butter, dan dia juga tetap nyediain selai manis seperti cashew butter, peanut butter, dan salted caramel jam.

Gak pake lama lah, langsung pagi-pagi gw order pakai pengiriman kurir instan. Karena produknya butter ya, jadi ku ngga mau pake lama, keburu leleh di jalan. And here is my first purchase;

Always start with their best-seller~ Taby’s Bake House takes pride of their garlic butter; terdiri dari tiga bahan tambahan selain mentega, peterseli, bawang putih, dan garam. Very simple yet somehow bisa bisanya giving big impact.

Love everything! Pemakaian pertama gw oles ke skotel makaroni panggang leftovers yang gw putuskan jadi sarapan; and you know what? It’s SOOOOOOO TASTY I CAN’T GO BACK!

Karena murni butter jadi daya lelehnya tinggi; taruh satu sendok teh di atas slice skotel makaroni panas, langsung lumerrrr… aromanya wangi kuat banget dan asinnya pas. You really have no idea this kind of sorcery actually exist man! Garlic butter ini something that I want to have regularly at my fridge.

Once you’ve satisfied with the best seller, why not trying what else they have in store? Beberapa hari berlalu sejak pembelian si Garlic Butter, berikutnya pilihan jatuh ke si Cinnamon Honey Butter ini~

Seperti biasa, gw order pagi pagi dan dia mendarat di rumah dalam kurun waktu kurang dari sejam. Gak pake lama, langsung lah gw cobain oles di roti bakar terdekat.

Citarasanya lucu ^^; karena butter juga, jadi instantly lumer, aroma kayumanisnya kuat dan wangiii~ rasa manisnya halus; kalo kata Val ini kurang manis, tapi buat gw yang emang not fan of manis blenger, the sweetness is just right~

Strongly advised untuk ditaruh di kulkas ya, karena kemaren gw lupa masukin ke kulkas selama beberapa hari ditaruh di ruang makan yang pintunya open langsung ke halaman alias suhunya hangat, endingnya si cinnamon honey butter ini jamuran huhuhu, soalnya ini produknya no preservatives, gak pakai pengawet buatan.

Third product I’ve tried dari Taby’s adalah si Salted Caramel jam~ dibelikan sama Val pagi-pagi untuk membangkitkan nafsu makan gw yang lagi lemes abis kena gastroenteritis semalaman.

Terbuat dari gula, krim, vanilla dan garam~ Teksturnya best dalam kondisi suhu ruang; tingkat kekentalannya pas, nggak terlalu cair dan mudah untuk dioles di roti bakar panas.

Rasanya ya rasa karamel manis ^^; ku kurang bisa ngerasain saltinessnya; jadi buat yang pengen sensasi salted caramel, bisa taburi garam dapur sendiri sesuai selera, I am content with the caramel taste~

Dari segi versatility, semua produk yang gw coba, bisa digunakan untuk macem macem makanan, just use your imagination. Untuk Garlic Butter, selain untuk olesan roti biasa, gw pakai untuk bikin aglio olio pasta, spread over baked potatoes, over hot pizza, topping sunny side eggs, you can do the rest.

Cinnamon Honey Butter gw ngga sempat eksplorasi lebih banyak karena salah sendiri; cuma sempat dicoba oles di roti dan lapis legit; I bet it would taste great over pound cake, jadi olesan layer cake or isian bolu gulung.

Sementara si Salted Caramel, strongly recommended untuk dinikmati bareng makanan lain yang tidak terlalu manis; kue bolu polosan, pancake, wafel, saltine cracker, to drizzle over cappuccino foam, jadi bahan campuran vla karamel untuk puding juga oke.

Untuk penggunaan, pastikan pakai sendok or sandwich spreader yang bersih saat ambil isinya, dan setelah pemakaian masukin kulkas. Penilaian akhir? Gw totally puas sama semuanya. Akan terus jajan lagi disini sampe kecoba semua rasa yang ditawarin.

Buat yang penasaran, bisa take a look di Taby’s Bake House IG dan yang pengen langsung jajan bisa cuss langsung ke link tokped yang gw taro di atas~ happy shopping~

Watercolor Tutorial: Classic Manga Style

Sesesore nan garing, pengen main game lagi gak napsu, pengen baca novel gak ada yang bagus, pengen makan males masak, pengen jajan sayang duidnya.

Lah trus ngapain? Pada akhirnya eik bongkar box berisi art supplies, ambil satu lembar paper dan mulai iseng sketching. Udah lama banget ngga bikin ilustrasi ala manga, mudah mudahan belom karatan banget. So here we go~

1. Bikin sketchnya pake pensil. Awalnya gw niat bikin gambar cowok loh suer, tapi in the end somehow geser jadi sketsa perempuan~ but it’s ok lah yaa~

2. Dimulai warnai kulit wajah dengan base color. Karena ini ilustrasi manga bukan landscape painting seperti yang biasa gw buat, blockingnya agak beda ya, gak langsung sapujagad seperti lukisan pemandangan.

3. Isi warna di area terluas; rambut dan syal~ usahakan transparan dan jangan terlalu basah, karena nantinya area ini akan banyak dilapis warna lagi.

4. Nah mulai tambahin deh tuh lapisan warna sana sini. Bisa pakai warna campuran atau warna sama dengan densitas tinggi, pokoknya ada area yang lebih gelap dark yang lain. Supaya dimensinya dapet.

5. Final touch; dan warnai mata. Cek lagi sana sini mana yang warnanya perlu untuk ditambahin. And yes, voila~ it’s dooooone~

Gimanaaaaaa? Gampang kan yaaaaa? Took me only 15 minutes for this one. Sekarang banyak yang lebih suka media digital, tapi ngga ada salahnya back to basic buat ngelatih sense warna dan kepercayaan diri serta improvisasi, soalnya gak ada tombol Ctrl Z saat berurusan dengan media tradisional~

See you next time ^^

Review: Trufflelogy Chocolate

Dah lama gak review produk; so let me write one for today; jadi alkisah pada suatu hari, gw scrolling FB tanpa tujuan jelas, dan seketika pandangan gw tertumbuk pada seseiklan menggiurkan yang muncul dan nantangin banget heh sini gua jual lu beli!

Dan tentu saja, gw yang gak suka nolak kalo ditantangin jelas langsung berangkat ke Trufflelogy Bandung Tokopedia buat langsung ijab kabul gak pake lama.

Di luar dugaan, meski belinya antarkota tidak antarpropinsi dari Bandung, paketnya sampai dengan selamat; bungkusnya sangat rapih sangat aman dan cokelatnya nggak meleleh di jalan.

Satu kotak isinya terdiri dari 20 pieces nama chocolate; yang dilabur lagi dengan cocoa powder. Untuk percobaan pertama ini gw order yang aroma rum. Jelas cuma aroma aja ya, karena ini produknya halal non alcoholic.

Teksturnya chewy; cokelatnya cukup padat untuk tahan nggak meleleh di perjalanan, tapi nggak ngelawan saat dikunyah. Diemut juga leleh kok.

Dari segi rasa; masih sedikit ketinggian kadar manisnya di lidah gw; tapi ini relatif sih, karena sehari hari gw jaga daily sugar intake cukup ketat jadi toleransi gw sama yang manis manis emang udah agak tipis.

Kalo mau nebak resepnya sih kayaknya ini lebih dekat ke brigadeiros~ bola bola manis ala Brazil~

Buat yang penasaran bisa take a quick look ke Trufflelogy Instagram buat liat liat dia punya rasa apa aja; atau klik aja link Tokopedianya yang gw dah cantumin di atas.

Next, wanna try the dark chocolate variant~

Book Review: Thief of Shadows

Beuh… setelah berminggu minggu gw gondol kesana kemari, kelar juga baca si historical romance yang satu ini~

Judulnya Thief of Shadows; karangan Elizabeth Hoyt, one of my fave historical romance writer yang banyak karyanya lumayan populer disini.

Buku ini aslinya merupakan buku keempat dari seri Maiden Lane; tapi bisa dinikmati secara terpisah tanpa harus dibaca berurutan, meski of kors sesekali muncul nama dari seri sebelahnya.

Sesuai dengan summary di belakang buku; tokoh utama jelas dua nama yang tertera; Mas Winter dan Mbak Isabel.

Pada suatu malam, Mas Winter alias Hantu St.Giles yang lagi narik… ahem, patroli untuk berburu anak terlantar di St. Giles supaya bisa dirawat di panti asuhannya; kebeneran apes sampai dia luka. Dan tentu saja orang yang berada di timing yang tepat saat itu adalah Mbak Isabel.

Mbak Isabel ini tergabung dari grup arisan noble ladies yang bertindak sebagai donatur dari panti asuhan yang dikelola Mas Winter. Tapi one day ada seseembak di grup itu yang gemes aja sama sikap Mas Winter yang kaku abis.

Akhirnya Mbak Isabel ditantangin, coba deh bikin si Mas Winter agak beradab, kalo nggak bisa ya nanti kepala panti asuhannya diganti (ngeselin anjis, idup orang semena mena gitu ngaturnya).

Mas Winter bete dong. Rempong abis kudu belajar dansa, basa basi sama nobles, padahal dia punya misi lebih penting; nyari sindikat kelompok yang menculik anak di bawah umur untuk dijadikan pekerja paksa.

Tapi karena Mbak Isabelnya juga keras kepala, jadi mau gak mau kepepet juga Mas Winternya. Terus mesti gimana dong pas udah sama sama baper? Dan mesti gimana pas Hantu St. Giles jadi korban fitnah pembunuhan dan nasib anak anak saat Mas Winternya dicopot dari jabatan kepala panti asuhan?

Humm hummm… Elizabeth Hoyt ini jadi kesukaan gw karena konflik yang dia bikin bukan yang diada-adain dan dipaksain. Alur ceritanya cukup oke meski tentu saja banyak yang sudah disederhanakan.

Ada plot twist, dan Mbak Isabel juga bukan tipe pure maiden serta dia pun punya beban pikiran tersendiri despite statusnya sebagai noble lady. Dan oh, gw suka sama karakternya Mas Winter; karena dia bukan tipe yang ngebohongin perasaan sendiri. Kalo suka bilang suka dan langsung pepet. Good job Sir!

All in all, 8.5/10, the sexy scenes are good, me love Mas Winter’s behavior. Recommended, tipe novel yang akan masuk koleksi pribadi dan ngga akan diprelovekan.

Beberapa seri lain dari Maiden Lane mestinya udah masuk sini, dan mestinya gw udah punya beberapa… tapi kudu bongkar peti buku lagi ahahahaha~ ya nanti kalo ketemu akan gw review lagi disini. See you.

Product Review: Nissin Ramen Premium Kyushu Black

First time reviewing instant ramen here! Dan ini tipe ramen yang gak bisa ditemuin di supermarket biasa di Indonesia. Beneran, pengecualiannya paling di supermarket premium yang juga menjual produk impor.

Terus ini apa dah? Kenapa sampe perlu banget dibikin review?

Karena ini ramen ENAK BANGET PEMIRSAH~ Ada harga ada rupa lah, dan ini harganya lebih dari ceban; kalo cek Tokopedia, harganya start Rp.12000 tapi pengiriman dari Batam. Dan start sekitar Rp.13000 – Rp.15000 untuk pengiriman dari Jakarta. Beberapa toko bahkan cukup tega jual 20 ribu ke atas XD

Variannya sendiri ada 4 macem, Hokkaido Miso, Tokyo Shoyu, Uma-kara Spicy, sama Kyushu Black; yang mau direview yang terakhir, karena menurut gw ini yang paling enak.

Nissin Ramen ini halal, dan buatan Indonesia; TAPI dibuat untuk market Singapura. Jadi ya makanya ngga akan ketemu di minimarket terdekat karena emang bukan buat didistribusikan disini.

Ini bagian belakang bungkusnya, ada daftar bahan, bumbu, dan nutrition information. Take a note di bagian kotak nutrition ya untuk yang mesti jaga asupan tertentu, terutama buat yang darah tinggi dan harus perhatian ekstra sama asupan garam; soalnya kadar sodiumnya mencapai dua ribu mg per satu bungkus.

Gw pakai bumbu bubuknya hanya separo; itu juga udah cukup kok dengan kuah santai. Set bumbunya terdiri dari bumbu bubuk, minyak bawang putih hitam, sama bawang putih goreng untuk taburan, gak sempat kefoto udah keburu dibuka.

Dan karena eik tipe yang going extra; sambil ngerebus mienya sekalian eik masukin daging slices korbeq yang selalu siaga di kulkas, plus tambahan tumisan jamur kancing yang sebelumnya dimasak Val untuk makan siang.

Ikuzoooooo~ Nissin Ramen Kyushu Black dengan topping daging slice + jamur~ Gilak gilak, wanginya gak nahan gak kira-kira~ bercak kehitaman di sekitar sisi mangkuk itu dari black garlic oilnya, dan taburan bawang putih crispynya sudah termasuk dari set bumbu~

The taste? ENAK GILA, LAH~ dari harga aja udah gak boong, dia berani pasang tulisan premium, dan toppingnya juga berperan penting~ Mie-nya tipe tipis tidak keriting dan nggak rapih seperti mie instan pada umumnya, but it’s OK ngga ngaruh ke rasa~

Aroma minyak bawang putihnya kuat, dan taburan bawang putih crispy ngasih tambahan variasi sensasi pas ngunyah. Kuahnya guriiiiiihhhh rih rih, dan gw punya kecurigaan bakalan lebih sadis gurihnya kalo bumbunya dipake full sebungkus~

All in all? 9.7/10 in noodles only, 12/10 dengan topping terutama daging. More topping, the better. Ini even worth to ask as birthday gift 🤩

Watercolor Collab with Reys!

Alkisah pada suatu hari, Val minta gw untuk buatkan lukisan kastil dan danau. So I made one lah~ Tanpa referensi dan gak mikirin perspektif alias gw free-style aja.

Reys, anak gw; tetau ngedeketin, ngintip kerjaan gw dan dia bilang ‘Ammy, your castle is ugly’

Set dah bocah nantangin; gw bales doooong ‘So my castle is ugly, why don’t YOU draw me a good, awesome castle then?’ Iye, pake basa ingglish, soalnya pengantar di sekolahnya ngomongnya keminggris.

And so he did. Langsung ambil kertas watercolor sama drawing pen waterproof, langsung asik coret coret sendiri. Lukisan istana gw langsung tersingkirkan tanpa belas kasih.

Gak berapa lama, istananya jadi. Tapi bocahnya kabur saat gw suruh warnain; ‘No, you do that’. Okeeeeee faaaaaiiinnnn… so here goes the collaboration~

1. Take a look at this cute, sharp lineart~ istana~

2. Kasih warna dasar tipis tipis dulu yang paling gede area blockingnya. Langit sama plaza depan istana.

3. Mari mulai warnai istananya sret sret sreset~ tegasin lagi warna langitnya.

4. Tambah detail tembok istana, kasih aksen bunga bunga syalala~

Jengjeeeeng~ proudly presents karya kolaborasi dengan bocah~ A castle on the hill~ Stay tune, kali kali aja di kemudian hari bocahnya mau lagi diajak gambar gambar~

Acrylic Tutorial; Three Key Steps Sunset Silhouette Painting

Goedemorgen! Beberapa minggu terakhir ini gw lagi seneng senengnya nyobain media baru; cat akrilik di atas kanvas. Karena kemaren pas ulang tahun gw dikasih hadiah satu set kanvas mini dan set painting by number~ Akhirnya jadi penasaran pengen cobain lebih jauh.

Untuk catnya sendiri gw pake cat akrilik merk Deli, karena harganya sangat terjangkau dan cukup bagus untuk newbie starter kayak gw.

Belinya di Deli Official Stationery Tokopedia. Untuk 24 warna; harganya cuma sekitar 100ribuan; gak sampe 110ribu Rupiah lah pas terakhir cek.

Untuk kanvasnya; gw pakai mini canvas on spanram ukuran 10×10 warna putih; di Tokopedia banyak tersedia dengan harga start sekitar 3000 Rupiah aja satunya.

Note; yang dimaksud dengan Key Steps disini adalah gw ngga ngasih stepsnya dari awal banget; tapi kayak keyframe animation; yang gw pajang adalah 3 step yang menurut gw paling penting dalam proses pembuatan. Buat yang penasaran, ada tutorial videonya di TikTok.

Untuk warnanya; bisa dibilang cuma pakai 4 warna; kuning hitam putih dan orange; tanpa pencampuran lagi, langsung pake warna pure from the tube.

1. So here goes, pertama kita buat warna bendera Jerman terbalik lebih dulu~ Buat gradasi dan batasi horizon dengan warna putih. Pulas kanan kiri kanan kiri aja.

2. Buat deretan pegunungan dan bayangannya di atas air menggunakan cat hitam. Usahakan simetris, tapi kalo ngga bisa sama persis ya nggak apa apa, namanya juga lukisan, sometimes imperfection is necessary. ‘Kotorin’ sedikit, supaya terlihat seperti riak air.

3. Dengan kuas detil yang kecil, buat siluet perahu nelayan di tengah lukisan~ jangan lupa diberi bayangan samar juga supaya terlihat lebih nyata.

Voila, it’s finished! Steps aslinya jelas lebih dari tiga lah yaaa, but IMO, siluet painting ini cukup mudah untuk diikuti pemula yang baru start belajar akrilik seperti gw.

And this baby is already adopted! Maybe di post berikutnya bisa sekalian showcase another babies yang ready to bring home; adoption fee start as low as Rp.100.000,- sahaja tergantung kerumitan objek.

Neighborhood in Autumn: Watercolor step by step

I am still aliiiive~ ku masih hiduuuuppp! Mari buktikan dengan nambah post dulu deh~ kali ini mau kasih tutorial watercolor lagi~ Perumahan di suatu tempat di Eropa kayaknya sih; here we go~

As usual, pertama siapin kertas cat air (ku pakai Artemedia cold press watercolor paper A6), pensil buat sketching, dan kuas cat air favorit, ku pakai Giorgione yang ujungnya kecil.

1. Sketch sketch sketch, bikin sketsa basic shape awal, gausah cakep cakep yang penting bisa ngenalin area mana mau dikasih warna apa.

2. Mulai color base blocking di beberapa area terluas. Ngga perlu rapih amat juga, yang penting pulasannya merata.

3. Setelah warna dasar kering, tumpuk dengan warna lain dan bikin detail sederhana.

4. Mulai beranjak ke detil kecil yang bikin gw cukup jera sama batu bata untuk beberapa hari.

5. Tambah line tebal di beberapa area. Kasih beberapa warna dan bayangan untuk ‘menegaskan realita’.

6. Nah mana yang masih kosong? Pojokan kiri bawah? Isi pake semak warna musim gugur. There you go~ jadi deh~

Hopefully cukup mudah buat diikutin~ See you later on next post~

Masak Masak: Egg Drop Soup

Kali ini gw mau share comfort food andalan di kala lagi ujan, dingin, mager, laper; kombo yang sama sekali gak akur dan tentunya gak mendukung satu sama lain.

Egg drop soup ini resep sup tradisional Tiongkok; selain bikinnya cepet pake banget, rasanya enteng, full protein, gampang dipadu dengan apa aja, juga cocok banget untuk anak-anak. Bisa juga buat MPASI bayi dengan bumbu disesuaikan.

Plus; ini menu yang budgetnya anak kos friendly dan dari segi kerumitan, ini husband-friendly. Semua bisa bikin, even anak laki laki gw umur 7 tahun bisa bikinnya di bawah pengawasan. So here goes the how to;

Bahan Utama (1 porsi orang dewasa kenyang tanpa nambah apapun):

2 butir telur, 350 ml air, 1/2 sendok teh tepung maizena yang dilarutkan di 50 ml susu tidak dingin, daun bawang iris, 3 lembar smoked beef iris tipis

Bumbu:

1 sdt bumbu dasar bawang putih (bisa beli botolan di supermarket), 1 sdt kaldu bubuk favorit (ayam, sapi, jamur, your choice) gw suka bumbu indofood rasa ayam kampung, merica dengan takaran suka suka, saus tiram untuk jaga-jaga (disarankan hanya gunakan saus tiram kalo dirasa kurang nendang kurang mecin)

How to:

1. Air dipanaskan sampai mendidih; ambil sedikit di mangkok kecil untuk larutkan kaldu dan semua bumbu. Tuang semua larutan ke air mendidih, sisakan bumbu 1-2 sdm di mangkoknya, pecahin 2 butir telur disini, kocok lepas.

2. Rebus smoked beefnya. Di tahap ini kalo mau masukin tambahan apapun boleh banget; misalnya jagung pipil, jamur kancing, irisan wortel potong dadu, sosis iris halus, bawang bombai cincang, seledri, irisan baso, lobster cacah, daging ayam iris dadu, keju parmesan, feel free to do so.

3. Masukkan campuran susu maizena. Aduk sebentar 1 menit. Lalu sambil terus diaduk gerakan memutar, tuang kocokan telur sedikit demi sedikit sampai membentuk serat benang.

4. Sambil terus diaduk, masak sampai benang telurnya solid dan supnya cukup kental. Angkat, taburin daun bawang, sajikan panas-panas.

Pro tips: Enak dimakan pakai roti panggang. Untuk anak bisa disajikan tanpa merica. Untuk mpasi bayi bisa gunakan kaldu buatan sendiri atau kaldu khusus mpasi yang non gula garam dan non MSG; larutkan maizenanya dengan air hangat saja dan tentu saja jangan dimericain.

Cocok buat yang lagi pemulihan sehabis sakit karena triple protein.

See you on next recipe~

Shop Review: Kafein Tebet

Pada sesemalam kemarin, Procurement Manager di rumah gw alias Val, menginfokan bahwa stok kopi giling di rumah sudah menipis. Waktunya buat beli stock baru. Oke.

Biasanya gw mengandalkan Tokopedia untuk beli kopi giling fresh. Tapi berhubung di dekat kantor ada Kafein coffee shop yang baruuuuuu banget buka, maka gw putuskan buat ngajak Val kesana.

Alasan lain juga karena gw emang familiar dengan brandnya; Kafein. Gw cukup sering belanja kopi atau dark chocolate di Kafein Tokopedia; dikenalin sama HolyPin. So, karena gw dah tahu kualitas sama rasanya seperti apa, ya ngga pake ragu buat kesana.

Lokasinya di Jl. KH. Abdullah Syafei no 26, area terowongan fly over KH Abdullah Syafei, dekat di percabangan jalan yang kalo ke kanan putar balik ke Kampung Melayu, dan kalo ke kiri masuk jalan Saharjo arah Balai Sudirman.

Look out for the green circle~

Ada tempat cuci tangan sesuai protokol di depan toko. Tempatnya minimalis, tapi ya memadai lah buat nampung 2-4 orang yang memang udah kadung kangen berat buat ngopi di coffee shop setelah berbulan bulan nguprek aja di rumah.

Tersedia deretan toples isi biji kopi yang bisa suka suka pilih sendiri. Mau single origin atau mau campur campur ya bebas~ You choose~

Tinggal sebut mau yang mana, berapa gram, dan tingkat gilingannya apa, nanti dibantu sama masnya untuk gilingin kopinya right away pakai mesin ini~

Gw tipe yang selow aja; Arabika Aceh Gayo 250 gram, giling medium~ Karena ku sukanya kopi yang manis~ Dan kenapa gw bertahan banget sama Kafein? Karena harganya stabil banget nggak ada perubahan dari 2-3 tahun yang lalu. Khusus si Aceh Gayo ini, tetap 50 ribu Rupiah aja buat 250 gram dari dulu ngga ganti ganti~

Wangi~

Selain biji kopi dan kopi, Kafein Tebet ini juga menjual kopi ready to drink, Espresso Konsentrat, kopi instan siap seduh, juga teman kopi~ kayak Dark Chocolate Powder, Taro Powder, sirup gula aren literan. Gw suka sih Dark Chocolatenya, pekat banget jadi cukup make dikit aja udah berasa. Tapi lagi ngga ada fotonya.

Buat yang penasaran sama menu di Kafein Tebet ini bisa langsung cek Kafein Tebet Tokopedia; tapi note ya kalo Kafein Tebet ini hanya melayani pengiriman via kurir ojek online. Tidak melayani via kurir logistik reguler, jadi buat yang santai selow dan jauhnya nanggung dari Tebet, bestnya sih langsung ke toko Kafein pusatnya aja yang udah gw kasih linknya di atas.

See you next~