Free Printables: Pablo Picasso ArtQuotes

Pablo Picasso Artquotes_hacques

Once in a while I played with image and fonts.

There are so many Samaritan Artists out there who kind enough to grant others free stock arts so we can have some art therapies in between the boredom of daily works.

And I thanked Pablo Picasso because throughout his life, he’s been giving out so many quotes about art and recorded well. So, here I got some of them ready for you to print at home.

Oh yeah, because I’m using free art stocks, so you and me are under moral obligation not to sell these ^^ But feel free to turn it into canvas print for your living room or for your journaling cards or anything as long as it’s only for personal use.

Get the high resolution here.

3 Nasihat Pernikahan; By My Dad

laura-ockel-194248_small

Photo Under CC0 License; Credit: Laura Ockel; Unsplash

Hwarakadah… Ada apa ini kok mendadak ngebahas ginian setelah bertahun-tahun lamanya nggak ngomongin soal cinta-cintaan?

Oh well… jadi gini…

Sepanjang libur Lebaran kemaren, gw dan Val tentu saja berkeliling ke berbagai sanak saudara. Dan tentu saja, ada yang manyun ditanya ‘kapan’ dan ada yang dengan senang hati nyebut tanggal begitu ditanya ‘kapan’.

Salah satu sepupu Val ngajak ngobrol mengenai kehidupan pernikahan yang sebentar lagi bakal dia jalanin. Why of course, dia sedikit banyak nanya nanya mengenai gw dan Val, yang terlihat senantiasa adem ayem dan flat flat aja…

Ngh, ada satu sih yang gak flat… perut :p

Beklah, kesampingkan itu…

Begitu sang sepupu ini bertanya; gw langsung otomatis teringat pada nasihat pernikahan dari bokap, yang diberikan saat kami lagi jalan berdua di mobil berangkat kantor.  Buat yang sering ngikutin blog gw, mungkin udah sedikit rada familiar dengan bokap gw yang kadang suka nyeleneh. Tapi buat gw, si Ayah ini adalah salah satu makhluk paling wise yang pernah gw temui di dunia.

colin-maynard-269472_small

Photo Under CC0 License, Credits; Colin Maynard, Unsplash

Nasihat pernikahan dari si Ayah ini nggak banyak, pendek aja. Dia cuma bilang ‘Teh, pertanda suatu keluarga itu adalah pernikahan yang diridhoi Allah itu ada tiga:’

  1. Suami dan Istri rukun.

Very much makes sense. Jika pasangan rukun, itu berarti apa? Komunikasi terjalin lancar. Masing-masing terbuka dan jujur dengan apa yang dipikirkan. Satu sama lain tidak menyimpan rasa tidak nyaman di dalam hati. Kedua belah pihak dapat saling menerima kondisi pasangannya serta bersedia bergandengan tangan untuk meningkatkan apa yang sudah baik dan memperbaiki apa yang perlu.

Komunikasi itu krusial. Penting untuk menjalin komunikasi yang lancar. Penting untuk mengetahui bahasa kasih pasangan (silakan baca buku 5 Bahasa Kasih untuk lengkapnya) serta berkomunikasi dengan bahasa kasih tersebut. Penting untuk terbuka dan jujur serta transparan. Penting untuk segera menyelesaikan masalah apabila ada yang perlu dirundingkan seksama.

Ini juga menandakan adanya keterikatan saling percaya satu sama lain. Kedua belah pihak saling memercayai pasangannya, dan masing-masing pun menjaga kepercayaan pasangannya. Faithfulness. I got your back and you got mine. Let’s build a strong and warm home for everybody to return after a long day.

  1. Seluruh keluarga sehat.

Ini juga makes sense. Apa yang menyebabkan keluarga sehat?

Ini berarti kecukupan gizi keluarga terpenuhi. Seluruh keluarga bisa makan dengan kenyang, menikmati kualitas makanan yang baik. Ini berarti keluarga mampu menyediakan kebutuhan pangan yang penuh nutrisi menyehatkan untuk menyambung hidup.

Selain makanan apa lagi yang bisa membawa kesehatan? Tidur ^^

Seluruh keluarga dapat beristirahat yang nyaman dan mendapatkan tidur yang berkualitas. Dimana untuk memenuhi hal ini maka perlu ada kasur yang memadai, atap untuk bernaung.

Berikutnya apa lagi? Lingkungan yang sehat, pola hidup yang disiplin dan bersih. Semua anggota keluarga mendapatkan imunisasi lengkap. Akses ke tenaga kesehatan tidak terhalang, baik dari segi finansial maupun jarak.

Lalu apa lagi? Suara tawa dan canda dalam keluarga selalu terdengar. Anak-anak tumbuh dengan pelukan dan ciuman. Keluarga happy. Dan being happy leads to being healthy.

  1. Tidak punya hutang.

Woooooooooohhhhhhhhh~ ini paling ngena. Why of course, yang namanya kondisi finansial itu sensitif.

Tidak punya hutang berarti unggul dalam manajemen finansial rumah tangga. Cashflow mengalir lancar dengan pengeluaran seimbang dan tepat guna. Tidak punya hutang berarti gaya hidup tidak berlebihan atau besar pasak daripada tiang. Tidak punya hutang berarti kita memiliki kemampuan untuk dapat memberi bantuan pada orang lain. Tidak punya hutang berarti pikiran terbebas dari beban yang bisa mengurangi kualitas kesehatan maupun kualitas komunikasi antar suami istri.

Okelah hari gini kita nggak bisa bebas-bebas amat dari kebiasaan ngutang; secara ada yang namanya ‘Kartu Karidit’. Tapi make sure apa yang terhutang dapat terbayar dengan uang yang dimiliki saat ini. Setiap jatuh tempo ya disiplin bayar full bersih. There, you got your peace of mind.

Dan ‘tidak punya hutang’ ini tidak Cuma berlaku pada kondisi suami istri sekarang. Penting juga untuk memikirkan kemungkinan terburuk, dimana jika ada apa-apa terjadi pada tulang punggung keluarga (in my family’s case; both gw dan Val) misalnya pagi berangkat sore pulang tinggal nama; maka bekal apa yang bisa diberikan pada Reys supaya dia tidak menjadi beban orang lain; hingga tiba waktunya dia bisa mencari makan sendiri?

austin-call-286098_small

Photo Under CC0 License, Credit : Austin Call, Unsplash

Ketiga hal di atas selalu jadi bahan renungan gw. So far dengan penuh syukur, gw dan Val masih bisa memenuhi tiga poin di atas. Tapi tentu belum sempurna dalam keadaan berdiri di atas kaki sendiri. Somehow ketiganya saling berkaitan satu sama lain. Dan penting untuk mempertahankan keseimbangannya.

Ketiga poin di atas juga bermuara pada satu hal menurut gw. Apatuh?

‘Positive attitude’.

Berpikir positif pada diri sendiri dan pasangan. Menerapkan pola makan dan pola hidup yang positif. Laporan keuangan selalu positif (amit-amit nyampe negatif). Dan semua akan berujung pada perwujudan keluarga samara. Aminin aja buat semua yuks~

Last disclaimer; ini nasihat dari seorang Ayah untuk anak perempuannya. So, penuh dengan subjektivitas dan sudah disesuaikan dengan persona kami sebagai keluarga. Gw nggak mengklaim nasihat ini yang paling bener, but I thought it would be nice kalo dengan sharing begini ada satu atau dua orang yang terbantu kehidupan rumah tangganya. Dan tiga poin ini adalah apa yang sudah pasti bakal gw ajarkan ke anak dan menantu gw kelak.

Okidoki, mari kita masak air dulu~

Frenchie Date Nite!

Suatu hari di bulan Puasa tahun 2017, Val ngajakin buka puasa bareng di satu tempat sekitaran kantor gw yang kami sama sekali belom pernah datengin.

Being us, yang namanya riset itu hukumnya wajib. Akhirnya pilihan jatuh ke Frenchie Tebet. Kafe dengan menu ala Perancis, tapi dengan harga yang totally affordable. Oke, kami meluncur kesana.

Begitu sampai, sudah nyaris penuh karena di-occupy oleh beberapa kelompok friends yang mau buka puasa bareng. Tapi kami masih dapet tempat duduk di bagian dalam. Lovely.

Menu disini pake bahasa Prancis. Jadi daripada salah ngomong, gw sama Val milih menu dengan cara nunjuk gambarnya aja.

Untuk appetizer, kami pilih signature menunya, Escargot au Pesto.

DSC_2537 copy

Ini… escargot dengan bumbu butter pesto plus taburan mozzarella leleh. Punya rasa yang surprisingly tasty dengan harga 37 ribu.

Main course yang gw pilih, fettuccine saus pesto dengan ayam panggang . Tulisan di menunya namanya Pates au Poulet Pesto. Ada ekstra french bread dan diberi taburan keju parut. Bumbu pestonya kurang terasa, tapi panggangan ayamnya pas.

DSC_2538 copy

Sedangkan untuk main coursenya Val, dese pilih sirloin steak yang dikubur jamur~ Entrecote Forestiere namanya. Enak, sayang mbak waiternya lupa ngoreksi tingkat bakarannya yang harusnya medium rare jadi ditulis medium well. Padahal udah dibilangin ganti ke medium rare pas dese ngulang pesenannya. Tapi yasuwlah, daripada lama lagi dan udah laper berat jadi nggak rewel. Note: Val pernah nyuruh waiter bawa balik satu set steak mehong karena pas diiris bakarannya medium well; bukan medium rare as requested.

DSC_2539 copy

Penampakan si steak tertimbun-jamur… It’s very good, tapi ya dalam penilaian kami belum masuk ke taraf ‘istimewa’. Love the mushroom anyway~

DSC_2540 copy

Ini Choux Sable ala Mode. Dessert yang dipilih Val. Isinya tiga kue sus renyah yang di dalamnya dikasih es krim tiga rasa. Ini enak~ Untuk minum kami beli Ice Lemon Mint Tea dan Ice Lime Mint Fizz. Nggak kepoto, tapi seger banget karena mint-nya dalam bentuk cacahan daun segar dan berhasil diracik supaya nggak kerasa kayak odol.

Dari segi pelayanan, the crews are doing their best despite the slow service. Tapi ya bisa dimaklumi sih… Jam buka puasa dengan kondisi kafe sangat full dimana yang datang kelompok jumlah menengah 5-8 orang. Kemaren  saat kami datang, cuma ada satu waiter dengan satu staff di post beverage yang bisa leluasa jalan wara-wiri. Sisanya para koki yang beneran sibuk banget di kitchen.

Overall, gw dan Val pasti akan datang lagi. Tapi mungkin di hari-hari biasa aja supaya lebih santai.

Holy Holiness~ Holy Ribs!

Sehari sebelom puasa, gw sama si HolyPin, temen satu tim di kantor janjian ketemuan buat makan di mall Lotte Avenue. Berhubung kami berdua tipe karnivora, jadi kami cari makanan yang gak jauh jauh amat dari animal flesh~

Pilihan jatuh ke~ restoran spesialis iga bakar Holy Ribs Lotte Avenue. Gw pernah makan disini berdua Val, bareng keluarga, dan belom pernah dikecewakan. Holy Ribs ini masih sodaraan dengan Holy yang lainnya.

Menu disini terdiri dari pilihan steak dan ribs. But of course, seperti halnya beli nasi di resto burger, tentu saja memesan selain iga di resto yang jelas-jelas namanya ribs; adalah suatu hal yang should be frowned upon mankind!

So, kaga tanggung-tanggung, HolyPin mesen 1 kilogram beef wagyu ribs buat kami makan berdua. SATU. KILOGRAM.

DSC_2522

hiyakkk… ini dia penampakan sexy si iga bakar~ Man… look at that glistening coat of sauce~

Dagingnya empuk, lepas sendiri dari tulangnya gak pake rempes. Kaga usah dikunyah, isep-isep gelundungin di antara lidah juga udah kelar, tinggal telen.

Nih penampakan dari sudut pandang lain.

DSC_2523 copy

Woooooo~ cakep bener yak? Hadir dengan satu mangkok kecil coleslaw, satu scoop mashed potato yang gurih banget dan satu mangkok tambahan saus. Yang mana buat gw nggak perlu karena bumbunya udah bold banget.

Awal-awal, gw sama HolyPin masih makan pake piso n garpu. Tapi you know laa, yang namanya daging di bonggol tulang iga tuh kenikmatan hakikinya terletak pada metode makan pake tangan, digerogotin dan disedot. So, we did.

Untuk minuman, gw sangat menyarankan untuk pilih ginger ale dingin. Karena soda jahe ini pas banget buat netralisir tebalnya after taste bumbu di mulut. Seperti fungsinya irisan jahe merah tipis setiap kali makan sushi. Enak banget dan seger. HolyPin pesen side dish mushroom soup, tambahan ice lemon tea dan ekstra porsi mashed potato 2 scoop. Total damage berdua habis sekitar 400k lebih beberapa ribu.

DSC_2524

Happy ending.

Mengurus Paspor Dengan Apps Antrian Paspor

Baiklah, mari cerita dikit mengenai kemudahan gw bikin paspor di Kantor Imigrasi Kelas 1 Jaksel.

Reys; anak gw dan Val; sampe umurnya nyaris 3,5 tahun belom juga gw bikinin paspor. Karena alasan yang lemah. Gw MALAS perang di Kantor Imigrasi.

Tentu sahaja; siapa yang belum pernah denger horror stories of Kantor Imigrasi? Datang ambil antrian jam 4 subuh? Disuruh balik lagi karena kelengkapan kurang? Gak kebagian kuota antrian? Kudu ambil cuti berhari-hari karena bakal habis waktu ngantri? Diselak calo bangsat yang sekalinya nyelak bawa 10 form? Atau nyerah karena nyoba perpanjang yang online tapi sistemnya down melulu?

Tenang saudara-saudara… itu semua ternyata tidak terjadi pada gw. Kok bisa ngurus paspor gampang? Sini brader, gw cerita.

Pada tanggal 14 (atau 15) Mei kemaren, tak sengaja gw melihat selintas di laman Facebook Ditjen Imigrasi dan menemukan kabar gembira untuk kita semua (yang domisili Jakarta).

Bahwa Ditjen Imigrasi ngeluncurin satu app baru untuk platform Android yang namanya Antrian Paspor. Klik aja buat donlot appsnya.

Oke sip, gak pake lama, gw langsung donlot saat itu juga dan melakukan serah terima hape ke Val; yang langsung dengan sigap ngisi data diri lalu booking antrian.

Aplikasi Paspor Online

Fungsi app ini apa? Fungsinya untuk booking nomor antrian secara online di Kantor Imigrasi Jakarta Selatan (saat blog ini ditulis, masih dalam masa uji coba yang dimulai tanggal 16 Mei 2017, sementara hanya berlaku untuk Kanim Jaksel). Why of course; Val langsung book dua antrian aplikasi. Satu untuk dese sendiri yang emang paspornya udah mau abis masa berlakunya; satu lagi untuk Reys bikin baru. Jebret.

Yaaaaayyy~ nomor antrian udah ada di tangan. Terus mesti ngapain? Tentu saja beresin kesiapan berkas, siapkan semua dalam keadaan SUDAH DIFOTOKOPI. Untuk buat paspor baru anak-anak; daftar berkas yang harus dibawa adalah;

  • Kartu Keluarga
  • Akte Kelahiran
  • Buku Nikah kedua orang tua
  • KTP Ibu dan Ayah yang difotokopi berdampingan di SATU kertas (harus E-KTP, dan jika masih belum memiliki E-KTP sertakan resi dari Kelurahan yang menyatakan sudah melakukan pembuatan E-KTP tapi belum menerima kartu fisiknya)
  • Surat Pernyataan Orang Tua yang ditandatangani kedua orang tua kena materai.
  • Dandanin anaknya yang cakep, karena bocahnya HARUS IKUT

*edited per tanggal 15 Agustus 2017; additional info by Mandalisha*

Sedangkan untuk perpanjangan paspor; default berkas yang dibutuhin adalah KTP dan Paspor Lama, tapi kalo udah mati kelamaan biasanya disaranin petugas bikin baru dengan ketentuan yang harus dibawa;

  • KTP (jika belum memiliki E-KTP sertakan resi keterangan dari Kelurahan yang menyatakan sudah melakukan pembuatan E-KTP tapi belum menerima kartu)
  • Kartu Keluarga
  • Akte Lahir / Ijazah / Buku Nikah (pilih salah satu)
  • Dan berkas tambahan apabila ada status tertentu (silakan Tanya petugas atau googling)

 

Taro dalam folder yang rapih, kantongin pulpen, dah beres.

Pada saat hari H, kami bertiga datang ke Kantor Imigrasi Kelas 1 Jaksel di Mampang. Please note bahwa sejak tanggal 16 Mei 2017, Kantor Imigrasi ini TIDAK LAGI MELAYANI WALK-IN. Hanya melayani yang sudah daftar via apps. Datang minimal 15 menit sebelum jadwal. Kebetulan Reys dan Val dapat jadwal jam 8-12 pagi. Jadi kami datang jam 8 lewat dikit (lha… tadi nyaranin apa kok yang dikerjain apa XD)

Langsung naik ke lantai 2, tunjukin dokumen PDF berisi QR Code nomor antrian ke petugas.

Dimana tuh?

Ini gw kalo nggak dapet petunjuk dari sesama fellow pengguna apps, gw mungkin gak tau ini dimana nyarinya. Tapi meneruskan informasi itu wajib. So, cek bagian Storage di Setting App, lalu Explore dan cari Folder Imigrasi. Buka foldernya dan temukan PDF-nya. Boleh dicetak, tapi biasanya ditunjukin ke petugasnya aja udah cukup.

Gw antri buat Reys, abis itu hape gw diserahin ke Val untuk dia antri buat diri sendiri. Setelah ambil form, kami misah. Val bagian loket perpanjangan, dan Reys bagian bikin baru.

Here’s the thrill…

Baru juga gw DUDUK dan ngeluarin pulpen, UDAH DIPANGGIL dong XD hahahahaha… saking sepinya itu ruang tunggu. Langsung terbirit-birit nyeret Reys dan ngasih semua kelengkapan berkas. Lalu beli Surat Pernyataan Orang Tua yang sudah bermaterai di tempat fotokopi yang berjarak 3 meter dari situ. 9000 perak aja.

Val beres dalam waktu KURANG DARI 10 menit. Lalu gabung ke kami. Selesai ngisi semua form, waktunya melakukan hal yang paling menantang di seluruh muka bumi.

Nyuruh balita umur 3 tahun untuk diem difoto itu amit-amit susah.

Dari rumah, Reys udah diwanti-wanti untuk ‘Nanti mau difoto, yang tenang yah’. Ternyata wanti-wanti ini hanya berlaku untuk SATU KALI PEMOTRETAN sodara-sodara. Berikutnya dese ngadat. Duduk di lantai gak mau berdiri, dan ribut ‘KAN UDAH!’ pas petugas minta mengulang karena matanya nggak lihat kamera. Akhirnya disogok dulu susu uht satu kotak, baru mau difoto lagi ~____~”

Setelah kelar ngapain? Ya bayar. Berapa biaya bikin atau perpanjang paspor? Biaya bikin baru paspor dan perpanjang sama aja sih, 355k untuk paspor standar, kalo mau buat yang lain nanti ada rinciannya di infografis ada di seluruh Kantor Imigrasi. Di lantai terbawah ada ATM BNI, Mandiri, BRI dan ada Bank BRI buat yang mau setor cash.

Selanjutnya tinggal dateng dalam 3 hari kerja. Untuk yang cuma perpanjang, cukup 1 hari kerja. Atau bisa ngecek status paspor sudah jadi atau belum dengan kirim kode aplikasi ke layanan WAGS yang disediakan Ditjen Imigrasi. Very easy.

Kami datang pagi jam 8 lewat dikit, jam 10 kurang udah kelar semuanya.

Dan beberapa hari kemudian, gw daftar lagi, kali ini untuk perpanjang paspor gw sendiri. Sekalian ngambil paspor Val dan Reys.

Pagi ini tanggal 24 Mei, gw dapat antrian untuk jam 8-12. So, gw datang jam setengah Sembilan XD Seperti kemaren, langsung naik ke lantai dua dan tunjukin QR Code Antrian Paspor ke petugas. Langsung dikasih form untuk diisi, dalam 5 menit langsung dipanggil. Seluruh berkas diperiksa, lalu difoto ulang (muke gw udah beda kali yak sama di paspor sebelumnya). Setelah kelar, gw langsung turun ke lantai satu, sementara Val ngambil nomor antrian loket pengambilan paspor. Di lantai 1, ketemu ATM BNI, langsung transfer ke menu Imigrasi right away. K.E.L.A.R. Tinggal ngambilnya aja.

Dateng setengah sembilan pagi, jam sembilan lewat lima gw sama Val udah meluncur lagi ke kantor. Eh iya, kalo terpaksa datang bawa mobil pribadi, parkirlah di gedung sebelah  ya.

Cepat. Mudah. Nggak pake ribet. Menyenangkan. I really LOVE this service. Dan semoga bisa segera diterapkan di seluruh kantor Imigrasi se-NKRI.

Tapi tentu saja ada beberapa catatan mengenai Aplikasi Antrian Paspor yah;

  • Hingga tulisan ini dibuat, layanan ini baru ada di tiga Kantor Imigrasi Jakarta Selatan.
  • Appsnya baru ada untuk platform Android dan masih dalam pengembangan dan tahap ujicoba, mungkin masih akan menemukan beberapa ketidaksempurnaan, seperti bolak balik crash, tidak bisa login, dan app menutup secara otomatis.
  • Jika terjadi, coba uninstall dan install lagi, ATAU clear cache apps, ATAU coba lagi di jam pocong alias tengah malam buta.
  • Setelah bisa masuk app dan login, langsung ketik kata ‘Kantor Imigrasi’ di menu search begitu terbuka peta. Setelah itu pilih kantor imigrasi mana yang mau didatangi, dan isi data pemohon.
  • Sabar aja kalo crash lagi.
  • Setelah dapat nomor antrian, cari dokumen QR Code nomor antrian dalam bentuk PDF di Storage; cari folder Imigrasi. Boleh diprint kalo mau.
  • Pastikan SUDAH FIX memilih hari untuk mendaftar, karena so far belum ada fitur untuk cancel antrian. Bagus juga sih, untuk menghindari orang terlalu mudah pilih tanggal dan cancel di saat-saat terakhir.
  • Satu akun maksimal hanya bisa mendaftarkan 5 anggota keluarga.
  • Untuk yang memerlukan infografis langkah-langkahnya, bisa cek panduan resmi dari Ditjen Imigrasi disini

There you go, folks~ hope that helps~

Kalo ada yang mau ditanyain, para petugas di Kantor Imigrasi semuanya ramah dan sigap kok.

picture credits: Ditjen Imigrasi.

First Time Trying Copic!

Alkisah pada suatu hari, gw ngescroll linimasa Facebook dan menemukan postingan dari salah satu kawan penyedia barang khilafan~ Dimana kali ini dese merencanakan strategi menyedot uang dengan cara majang barang art supplies.

Salah satunya si Copic Ciao Set ini.

DSC_1074

Ada beberapa macam warna senada, antara lain gradasi pink, gradasi biru, dan campur. Tapi gw kali ini mencoba nekat melempar sejumlah uang untuk nebus si Copic Ciao set warna khusus kulit.

Satu pak berisi enam buah copic marker. Shade warna kulit standar Asia yang cenderung fair (and lovely?).

But one thing for sure.

Gw NGGAK PUNYA BASIC TEKNIK GAMBAR PAKE COPIC.

Secara terbiasa pake cat air atau pensil warna~ kelabakan juga jirr pas nyobain pertama kali. Awalnya pede mampus modal nonton tutorial di fesbuk, melupakan fakta bahwa yang masang video tutorial itu udah jago. 

So, here’s my very first copic try~

DSC_1075_muka

Susyeh bo~ But it’s ok lah namanya juga nubitol. Kudu sering sering latihan biar ngerti cara mewarnai pakai copic.

What’s Your Mad Factor?

Hari libur di tengah minggu. Nothing really much to do. So gw sama Val memutuskan untuk kentjan ke mall cinta di tengah kota.

Ini pertama kalinya kami ke restoran yang namanya Mad for Garlic. Seperti yang disebut di namanya, kecuali minum dan dessert, semuanya serba bawang putih.

Berhubung baru ngopi cantik di lantai bawah, gw sama Val nggak mau makan yang berat-berat. Gw pesan Philly Cheese Pizza / Rp.140.000,- dan Val pesan Garlic Steak-nya / Rp.275.000,-

_20170511_150158

Yeah, ini dia pizza Philly Cheese-nya, feat Val. Tipis dan guede. Bertabur paprika… ohh… betapa gw suka sekali paprika… manis dan crunchy~

Gw dan Val actually lupa cuci tangan sebelom makan ni pizza, but well… mari berserah diri pada kekuatan antibodi…

_20170511_154814

Dan ini potongan bakaran dari si Garlic Steak~ As usual, Val goes for Medium. Man… look at that sexy glistening blushing baby… Steaknya dikubur di timbunan bawang putih berlimpah~ Sungguh, gak perlu lagi pake saus-sausan yang aneh-aneh. Me likey~

_20170511_154908

Dan setelah selesai, tidak lupa lipstikan lagi~ Kebeneran yang kebawa di tas brandnya ini.

What is your Mad Factor today?

Balada Starbucks Ganda~ 

Selamat Waisak bagi yang merayakan ^^ 

Hari ini libuuuuur~ so, gw dan Val punya sejumlah agenda dari pagi.

Jam 8 sampe jam 10 gw ada sesi tarot reading. Setelah itu main dulu sama Reys, yang dengan ajaibnya tidur siang jam setengah dua belas. Padahal tadinya mau diajak jalan, tapi ya udah kebeneran, hohohoho… 

Gw janjian sama temen di Starbucks Love jam dua. So, sejak jam dua kurang seperempat, gw sama Val udah duduk manis di Starbucks. 

Sampe jam 2 lewat 10 kok makhluknya ngga dateng-dateng… Val pun mulai celingukan, ‘Kok lama ya?’ 

Berikutnya masuk sms dari si temen. ‘Gw udah di Starbucks ya, pojok dekat kosmetik’ 

Lalu gantian gw yang celingukan. Di setiap pojok adanya bule, dan di seberang Starbucks ini adanya Baskin Robbins… 

Setengah menit berikutnya baru gw sadar.

Starbucks di Love kan ada dua!

Dan pas janjian, kami gak nyebutin mau ketemuan di Starbucks mana. Si temen cuman tahu ada Starbucks di lantai GF, sementara Val cuma tahu yang di LG. Dan gw? Tahu ada dua tapi lalai mastiin di lantai yang mana. Ya atuhlaaaaaahhhhh~ 

Alhasil kami pun terbirit birit ke lantai atas… 

Wkk… Untung belom keburu adu ngotot ngototan XD Hahahahahaha~ 

Watercolor Doodles Again~

Nyobain Holbein warna Quinacridone Gold (Val said; ‘wtf that kind of name for a color actually exist?) 

3 minutes doodle ~ or maybe dua menit ya… Pokoknya asal jebret aja si… 

Moral of the post? Invest di cat air yang bagus, jadi biar kate skill cekak, masih bisa lah bantu bantu bikin hasil lukisannya rada diterima mata.