Japan Food Review: Boul’ange Patisserie Shinjuku

DSC_5576

Beberapa waktu yang lalu gw menghadiri nikahan my sister in all but blood; Rianti Wong. Kebeneran hotelnya deket banget sama Shinjuku Station; dan salah satu tempat yang gw datengin literally berkali-kali adalah toko roti yang letaknya pas banget depan stasiun.

Namanya Boul’ange Patisserie; letaknya di Shinjuku Southern Terrace; ini toko roti ala Prancis; isinya western pastries dan beberapa jenis roti lainnya. Mereka juga sedia sandwich dingin dan ada kedai kopinya juga untuk sarapan.

Tokonya nggak seberapa besar; tapi saat jam sarapan dan sore-sore, ruameeeeeee~

DSC_5438

So, gw pun penasaran pengen coba. Ini isi tray gw pas datang pertama kali.

Yang pojok kiri bawah itu mini garlic baguette; roti pentung yang dibikin ukuran kecil, dengan bawang putih aja. Rasanya cukup simple, kayaknya ini lebih cocok dimakan bareng sup ya.

Di atasnya, yang cokelat; itu lupa namanya apa; pastry gulung yang dicelup gula karamel; dia keras rapuh kayak permen; enak banget; tapi rasanya lebih kayak nggerumus permen sih, jadi kayak ada sisa lengket di gigi.

Roti yang di tengah itu roti prancis dengan dada ayam dan keju mozzarella. Ditaburi potongan dadu daging dada ayam rebus terus dikasih saus krim dan ditutup keju leleh. Ini jadi andalan gw di hari-hari berikutnya karena si croissant sexy di kanan tray itu gak bisa lagi gw makan.

Karena apa?

Pas pertama dateng, si croissant ini baru diangkat dari oven. Hangat mengepul wangi dan ngajak ribut dong ya? Ya makanya gw beli dua. Dan tentu saja; penampilan dan aroma nggak ngebohong ya? Makhluk ini rasanya ENAAAAAKKKK BANGET PEMIRSAH!

Rotinya anget empuk, di atasnya ada keju leleh, di dalemnya ada irisan daging yang dilapis keju gruyere. Merem melek di hotel pas gw nyicip.

Terus kenapa gw gak bisa lagi makan? Karena pas besok paginya gw dateng lagi untuk beli sarapan, si croissant ini berada di tray yang bertuliskan ‘Gruyere Croissant with Smoked Ham’ alias mengandung bebong ajahhh gitu sodara-sodara yang mana daripada gw nggak bisa makan, huhuhuhuhuhu…. kemaren gak ada tulisannya tapi berhubung sekarang ada jadi yaaaaa apa boleh buat gw gak bisa makan lagi weeewwwww…

Untuk harga; rata-rata harga rotinya 250-600 Yen. Dimana dengan satu tray di atas gw kurleb menghabiskan sekitar… yah… 100-130 ribu Rupiah. Totally worth the price, karena emang enak~

So, kalo lagi iseng main di stasiun Shinjuku dan laper mau ngeroti, jangan lupa mampir disini. Para stafnya bisa berbahasa Inggris kok ^^

Review: Aceh Gayo by Morello Coffee

I love coffee.

Memang belum sampai ke tahap connoisseur banget sih… Tapi at least lidah gw masih bisa lah dikit dikit ngebedain rasa kopi. Dan kita beruntung lahir di negeri yang hasil alam berupa kopinya berlimpah ruah~

Gw dan HolyPin; temen kantor; sama sama seneng kopi. Tiap hari kami sharing kopi yang berasal dari coffee stash masing-masing, ngebandingin rasa dan aroma tiap kopi dari berbagai daerah. Bikin sendiri kopi di kantor lumayan sangat menghemat pengeluaran yang biasanya habis di kedai kopi franchise.

Dan all hail e-commerce ~ ada buanyak banget roastery yang menerima open order kopi online via Tokopedia~ salah satunya Morello Coffee.

Order pertama gw disini, Aceh Gayo Arabika, sekalian minta digiling dengan profile medium dark roast, digilingnya by order only, jadi fresh dan kalo belinya agak pagi atau siang, sorenya langsung kirim~ harganya nggak mahal, 55 ribu Rupiah untuk satu pak kecil ukuran 150 gr. Lumayan cepet abisnya karena setiap kali bikin, gw selalu minimal buat untuk tiga porsi, somehow selalu ada aja yang nebeng minta…

Ini tampilan depannya.

Ini bagian belakangnya, segel reseal-nya bagus. Dan tentunya ada ventilasi buat ngehirup aroma kopinya.

Ini kopi yah, aromanya aja udah bisa dipake buat ngegele… At least gw sempet nge-gep si HolyPin lagi ngefly sambil ngendus ngendus ni bungkus kopi XD

Pas udah diseduh, wanginya kenceeeeeng~ sambil nunggu rada adem buat diseruput bisa lah nge-high dulu~

To make it fair, gw buat dua cangkir. Satu kopi hitam, satu lagi classic latte~ dua duanya udah nggak perlu pakai gula karena citarasa dari si kopinya sendiri udah naturally sweet.

Rasanya? UENAAAAAAAKKKKK BANGET GILAK! Saking ga santainya gw langsung kasih review bintang lima sambil puja puji setinggi langit di Ulasan Tokopedianya XD

Serius… Sampe merem melek keenakan. Preference gw pribadi yang latte ya, karena campuran susu nambah citarasa kopinya jadi lebih ke arah manis gurih, nyaris mendekati sensasi minum moka padahal nggak ada campuran cokelat sama sekali. Kadar keasamannya juga rendah, aftertastenya sangat nyaman di mulut.

Last words? Very recommended, aroma dan rasanya superb, bungkusnya juga gw suka sekali desainnya, juga makes a great gift~ so far ini jadi favorit gw~ tapi of course karena gw belom coba varian lain dari Morello~ but worries not, lagi on the way ke rumah nih satu paket Arabika Balige~

Cakery Series by Shoppicio!

Disini siapa yang hobi ngoleksi merchandise seputar makanan? Yoohooo~ dengan bangga gw mempersembahkan koleksi baruuuuuu~ from my own brand Shoppicio~

Proudly presents you the Cakery Series; koleksi tiga desain ilustrasi manis dari cake favorit sepanjang masa; Certified Chocoholic, Beloved Blueberry dan Dreamin’ O Doughnut ~

Desainnya girly dan sangat sangat versatile~alias bisa dipakai di berbagai occasion. Mau dibawa hang out, kerja, kuliah, sekolah, pergi les, piknik, kemana aja bisa!

Tote bagnya dibuat dari bahan kanvas kualitas tinggi, dengan jahitan rapih dan tali tas tebal yang sangat kuat. Tersedia dalam dua ukuran, medium dan large. Untuk yang L, beneran guede banget loh, laptop 17 inch aja bisa masuk.

Si pouchnya cocok buat nyimpan berbagai peralatan kecil seperti headset atau charger dan muat juga buat bawa powerbank. Mau dipakai untuk nyimpen aksesoris bisa banget, dan untuk dipakai jadi cosmetic case pun hayok. Bahan luarnya tahan air dan gampang dibersihkan.

Dan untuk si notebook ini, lucu banget deh. Dijamin bikin semangat nyatet nyatet apapun, mau untuk dijadiin diary tempat curhat, buat catatan kuliah, jadi jurnal untuk dibawa sehari-hari kemana-mana atau buat jadi buku pencatat transaksi olshop pun siaaap~ Hadir dalam bentuk hardcover jadi mantep banget untuk heavy duty.

Semua dibuat eksklusif made by order dan bisa didapet di Official Tees Store Shoppicio! Pssst, jangan lupa langganan newsletternya karena ada diskon berbeda SETIAP HARI!

Pilih cake favoritmu di Shoppicio Store At Tees.Co.Id

Night’s Rose Series [Book Review]

Annaliese Evans

Once in a (very long) while, gw suka baca novel terjemahan. Beberapa waktu yang lalu, gw entah kenapa lagi kesambet tetiba iseng nyari buku novel genre fantasi di Tokopedia. Dan pilihan jatuh ke dua buku ini, Night’s Rose Series dari Annaliese Evans. 

Terdiri dari dua buku, yang seri pertama judulnya Night’s Rose, dan sekuelnya berjudul The Prince of Frogs.

Apa yang bikin gw tertarik? Simpel. Gw suka tokoh utama wanita yang kuat. Dan tentu saja, sesuai judul, nama tokoh utama wanita di seri ini adalah Rosemarie Edenberg alias The Briar Rose, wanita bangsawan medieval yang hidup abadi setelah melakukan kontrak perjanjian dengan para Faerie untuk memburu ogre.

Rose digambarkan sebagai sosok mungil seperti malaikat dengan tinggi hanya 150 cm-an, dengan rambut pirang panjang. Lebih sering mengenakan pakaian laki-laki saat bertarung, tapi pada dasarnya dia bangsawan, keturunan raja Edenburg + raja Fae dan punya gelar kebangsawanannya sendiri dari pernikahan sebelumnya. Now single sih.

Dari iseng googling, kurleb dia punya gambaran seperti ini di kepala gw :

tumblr_ovyv9hkfu51sj8sv9o1_1280

A Gothic Beauty. Very cute, small and looks fragile, tapi deadly inside.

Rose ditugaskan para Faerie untuk mengatur populasi ogre; karena mereka pemakan manusia; dan makanan Faerie adalah human desperation. Jadi ya, si Rose ini bisa dibilang jagal ogre, supaya jangan banyak-banyak ada ogre berkeliaran di kota, kalo manusianya cuma sedikit para Faerie ini terancam kelaparan. Cunning juga.

Dimana ada jagoan pasti ada sidekick; dan si Rose ini kebetulan dibuntutin sama half-vampire yang merupakan bangsawan Inggris. Konon bolak balik terlibat skandal (why of course orang ganteng masa gak digosipin), memiliki rambut cokelat lembut dengan tampilan super casanova dan dari segi personality tinggal bayangin your typical flirty playboy lord, naksir berat sama Rose. Namanya Gareth Barrows the Lord of Shenley. Mukanya kurang lebih kek gini :

48902fa86b25ee63b36aab84d9bb8983

Duh, hisap aku mas pampir~

Ahem; unfortunately; si Rose ini gak mau berurusan dengan Gareth karena dianggap gak serius dan tebar pesona. Meski memang.

Dan Rose udah punya incaran sendiri sih, meski udah beratus-ratus tahun jadi kasih tak sampai. Seorang petinggi Dark Fae sekaligus boss Rose; yang selalu jadi perpanjangan tangan dewan Faerie buat ngasih tugas-tugas ke Rose mesti genocide dimana. Namanya Ambrose Minuit; digambarkan bertubuh tinggi besaaaar~ rambutnya hitam panjang, punya sayap, keahlian dalam bidang dark magic, cool dan dingin. Kurleb kek gini laaahhhhh

e806ce9b7d9244606f4d6378f23dd23a

Hell yeah, itu pelikan ganggu sih, but it’s OK.

Storynya gimana?

A Night’s Rose, Buku 1

Para ogre berkumpul di Inggris; mengadakan suatu ritual yang disinyalir akan berbahaya bagi semua makhluk; baik manusia, Faeries, dan yang lain. Tugas Rose adalah untuk mencegah mereka berhasil melakukan ritual tersebut.

Buuuuuuuttt the catch issssss; ya nggak semudah itu. Rose is strong; tapi dia kalah jumlah. Serangan ogre bertubi-tubi plus ditambah adanya ramalan yang menyebutkan bahwa akan ada pengkhianat dari kalangan mereka sendiri; bikin Rose jelas nggak bisa percaya sama siapa-siapa.

Saat semua udah ribet nggak ketulungan, Rose pulang kampung ke kastil Edenberg rumah lamanya; eh disana malah nggak sengaja nemu perjanjian yang menyangkut dia dan Ambrose. Wah makin runyam. Di saat-saat kritis Gareth nawarin jalan keluar. Tapi semua berjalan sesuai ramalan, seorang penghisap darah jadi pengkhianat di antara mereka.

Persiapan untuk menyerang balik gagal total; banyak allies terbunuh sia-sia. Dan sintingnya, para dewan Faerie yang percaya total sama ramalan, memilih untuk gak mau bantuin Rose, sementara Ambrose harus mati-matian bertarung sendiri dan Gareth ngebantu Rose untuk lolos dengan dituker jaminan nyawa. Kan rese yah?

The Prince of Frogs, Buku 2

Rose, Gareth, dan Ambrose pelan-pelan memulihkan diri setelah perang besar di buku pertama. Mengasingkan diri di kastil Edenburg, tapi sama sekali tidak bisa memisahkan diri karena terikat kontrak magis yang menyambungkan nyawa satu sama lain. Apakah hidup jadi damai? Nggak.

Gareth dan Ambrose itu saling benci. Tiap kali keduanya menghirup udara yang sama, mereka bakal mulai bickering sampe ngeluarin pedang. Rose sampai bersumpah kalo mereka sampe bertarung, dia sendiri yang akan bunuh mereka berdua.

Tapi tiba-tiba mereka semua dipanggil ke kerajaan Raja Fae; kakek Rose. Karena ada kasus pembunuhan para pewaris tahta Raja, dan semua orang dicurigai. Termasuk Rose, meski udah bilang gak mau ngurusin tahta sono. Apakah pada percaya? Ya nggak lah.

Pengkhianat ada dimana-mana jelas; sesuai dengan judul bukunya aja Pengkhianatan Sang Terkasih. Masalahnya siapa yang bakal berkhianat ini? Dan kenapa tiba-tiba kok ada seseorang lain lagi entah siapa darimana yang tahu-tahu mengklaim sebagai princess of Edenburg; yang selama ini dipegang Rose.

Meanwhile, di antara Ambrose dan Gareth ternyata ada satu lagi ikatan yang mau nggak mau tidak bisa terputus. Siapa yang mesti dipercaya dan harus ngomong apa, Rose udah nggak tahu lagi sampe dia harus mengacungkan pedang ke Gareth.

Last words from me?

Endingnya cukup memuaskan. Epilog gantung, tapi no problemo lah. Buku pertama penuh dengan cerita action, sementara buku kedua penuh konflik politik dan konflik batin. Pas baca buku pertama, gw butuh waktu agak lama karena bacanya sepotong-sepotong. Tapi waktu baca buku kedua; thanks to angkot Jekardah yang bikin matgay maksimum; berhasil gw selesaikan dalam waktu 2 hari aja.

Sexy stuffs are there; namanya juga novel fantasi untuk dewasa.

Buat yang mau baca; I’m sorry but try your damnedest luck. Karena buku-buku ini terbitan Dastan Books yang sudah gulung tikar; sehingga jadi barang yang cukup langka dimana-mana. You can read the book one alone, tapi yang buku dua nggak bisa berdiri terpisah; harus baca yang pertama dulu. Dengan sedikit keberuntungan, coba cari di Tokopedia deh. Harusnya masih ada beberapa sisa dan versi preloved dijual disitu.

Oke deh, sampai jumpa di tinjauan buku berikutnya~

 

Tsukiji Nao Artbook Set [Book Review]

Wooohooooo~ Happy New Year 2018 semuanya~ Semoga tahun 2018 ini ekonomi global membaik dan kita semua bisa hidup lebih nyaman dari tahun sebelumnya.

Sekarang mari kita awali blog ini dengan postingan pertama di tahun 2018. Book Review~ Yang baru pertama kali ini gw bahas sepanjang blog ini berjalan.

Pada bulan November-Desember 2017 lalu gw mengosongkan pundi gaji untuk beli beberapa artbooks. Ada empat kalo nggak salah; tapi gw mau bahas salah dua dulu; posting kali ini gw mau review artbooks by Tsukiji Nao; yang terkenal dengan detail super-buset dan pilihan warna colorful yang swatchnya dari Sabang sampai Merauke.

Tsukinao 01Yang sebelah kiri artbook berjudul Nostalgia dari Tsukiji Nao; berisi kumpulan ilustrasi dari tahun 2001-2010. Sementara yang sebelah kanan itu artbook dari seri Adekan; manga buatan Tsukiji Nao; yang masih ongoing deh sampe sekarang kalo nggak salah. Nah mari kita review artbook nya satu satu.

Tsukinao 02Bertajuk resmi Nostalgia: Illustrations Originals by Tsukiji Nao 2001-2010. Buku ini gw beli second tapi dengan kondisi like new dari sesekawan yang sedang BU di grup fb Jual Beli Japan Toys & Merchandise. Kalo mau beli baru bisa coba cari di Otakumode aja; harga sekitar USD 25.99 belom ongkir US yang biasanya sekitaran 12-14 USD; jadi ya… mungkin sekitar 500 ribu Rupiah nambah banyak. Harga yang pantas untuk kualitas superbnya.

Isinya kayak apa? Kayak gini~

ALL SO BEAUTIFUL~ dengan wicked details. Bukunya TEBAL~ ada 159 pages full color yang dicetak di kertas luks bagus. Tsukiji Nao punya daya tahan yang sangat tinggi untuk bikin printilan bling-bling dan efek sparkling yang breath-taking.

Overall; sangat puas dengan artbook Nostalgia ini.

Nah sekarang mari ke buku kedua; Gokusai Shounen Adekan Illustrations Work by Tsukiji Nao 2010-2012. Tsukinao 06

Sesuai namanya; artbook ini memuat ilustrasi dari seri populer Adekan; cerita mengenai Shiro si pembuat payung dengan Koujiro; mas pak polisi muda. Gw harus buat special order langsung ke Jepang untuk beli yang ini. Bukunya nggak terlalu tebal; cuma sekitar 70-an halaman tapi hardcover. Harganya USD 23.99; plus ongkir sekitar USD 12. Jadi total damage sekitaran 480 ribuan plus banyak. Kalo mau beli bisa di Otakumode juga.

Isinya ilustrasi indah dari para karakter di serinya. Dengan mengedepankan ilustrasi seksi dan erotis dari para tokoh utama. Beberapa foto memuat ilustrasi karakter yang mengenakan baju perempuan alias cross-dressing. All in beautiful color.

Tarikan garis Tsukiji Nao di artbook yang ini sedikit berbeda dengan yang sebelumnya. Yang ini lebih berkesan tipis dinamis dengan proporsi pose kelenturan tinggi dari karakternya (yang mungkin udah masuk angin atau sakit pinggang andaikan mereka disuruh pose beneran).

Ciri khas warna-warni kuat dari Tsukiji Nao tetap bisa ditemukan disini. Dan di bagian belakang ada manga pendek full color (DAN DETAIL) dari seri Adekan.

Sebenernya masih ada satu lagi artbook Tsukiji Nao yang judulnya Shounen Enbu; tapi berhubung lagi out of stock dimana-mana jadi nanti nanti aja deh belinya T_T.

Okeh~ sampai bertemu di review buku selanjutnya ^^

Brunch In Seoul [Resto Review]

Uhm, kalo gw boleh zuzurrr, salah satu jenis cuisine yang rada ciong; baik di mulut dan perut gw adalah Korean Cuisine.

Mi instan Samyang yang terkenal itu sama sekali nggak bisa masuk ke mulut gw. Beberapa tahun lalu pernah coba makan ramyeon di restoran korea di Citos; beneran harus maksain diri untuk ngabisinnya dan besok-besoknya nggak mau lagi makan disana. Jadi, untuk jangka waktu yang lama; gw dan Val nggak pernah nyentuh-nyentuh lagi masakan Korea sama sekali.

But one day, bff gw yang tinggal di Korea dan lagi pulang kampung; ngasih oleh-oleh tteokbokki instan cup rasa keju. Surprisingly gw bisa makan setelah diseduh air panas dan dimasukin microwave. Pedas manis berkeju.

So, gw pun memberanikan diri ngajakin Val untuk coba restoran Korea otentik yang setiap hari dilewatin; tapi nggak pernah kepikiran untuk coba mampir: Brunch in Seoul.

Oke; Val pun dengan senang hati mengiyakan. Sepulang kantor; kamipun berangkat dengan semangat 45~

Mari kita mulai masuk ke review restoran Brunch in Seoul ala gw~

brunch in seoul

Ini penampilan depan restorannya. Tapi somehow kok tulisan Brunch in Seoulnya ilang ketimpa cahaya sore wew. Re: Shop itu nama toko elektronik yang letaknya satu lokasi. Restorannya ada di salah satu ruko besar yang berlokasi tepat sebelum terminal Kampung Melayu. Begitu turun dari flyover yang melewati stasiun kereta Tebet; melipir minggir aja kiri terus. Rukonya beberapa meter sebelum jembatan penyeberangan Kampung Melayu yang dulu jadi lokasi banjir favorit jaman sebelom Gubernurnya waras; dan nggak jauh dari halte Transjakarta yang jadi sasaran bom.

Restonya very small; tapi suasananya enak. Tenang adem dan tersedia buanyak colokan untuk pasang laptop atau colok hape yang baterenya udah tipis. Mejanya dari kayu, dekorasi juga dominan kayu, dan ada pojokan khusus untuk ngeracik kopi.

Kami pesen menu standar aja. Cheese Tteokbokki (40k) buat gw, Seoul Gimbap set (55k) untuk Val, ayam goreng saus madu pedas Dakgangjeong (60k) (yang nggak sempet kefoto), Cafe Latte tanpa gula (35k) untuk gw, dan Hongcha (10k) alias es teh biasa untuk Val.

topoki

Ini pesenan gw. Cheese Tteokbokki dengan level pedas nomor dua. Isinya tteokbokki, beberapa slice yang sepertinya fishcake, daun bawang, parutan keju cheddar dan sausnya melimpah ruah.

Rasanya? PEDES BANGET MAKK. Seriously… Langsung megap-megap begitu nyobain karena panas ples pedas. Wiiiiwww~ feeling so good untung beli es kopi susu yang bisa langsung ngademin mulut. Hwalaweeeee~ kelewat belagu langsung pesen level dua gini deh. Buat yang gak biasa dengan pedesnya Korean Cuisine, disarankan coba dulu level satu lah. Pedesnya beda; nggak kayak pedesnya bakso atau bumbu rujak.

Tteokbokki-nya halus, empuknya pas. Tapi ya harus gw tiup-tiup dulu dan disendok nggak pakai sausnya supaya gw bisa makan sampe abis. Kamsia…

gimbapIni Seoul Gimbap set-nya Val. Terdiri dari 9 potong ukuran besar, disajikan dingin. Gw nggak makan nasi jadi nggak tahu rasanya gimana. Menurut kesaksian Val ini enak banget. Karena dingin dan jadi penawar pedas yang pas setelah dia nyobain tteokbokki gw. Porsinya cukup ngenyangin dan isiannya nggak pelit.

Dakgangjeong-nya cukup oke. Tepungnya crunchy dan ditaburin toasted nuts yang gurih. Sausnya madu pedas. Tapi yah, perut gw udah mulai lost in translation saat si ayam goreng madu ini datang, jadi konsentrasi gw menikmati udah tinggal 50%.

cafelateKalo ada satu yang bisa gw puji setinggi langit, ini dia. Si Cafe latte penyelamat gw. Kopinya ENAAAAKKK~ Susunya di-foam; dan kopinya citarasanya unik. Nggak nanya sih dia pakai kopi apa;  si kopinya udah manis dari awal meski nggak pakai gula; sama sekali nggak ada after taste asam seperti kalo minum kopi lain. Really good. Kalo one day mampir lagi; I will go for the coffee.

Meanwhile es teh-nya Val kayaknya gak usah direview. Es teh doang.

Total damage untuk makan berdua plus pajak 10% habisnya Rp.220.000,- Fair price untuk harga makanan di Jakarta.

Untuk yang emang nyari makanan Korea otentik; silakan mampir kesini. Dan ngobrollah dengan chef dan ownernya (?) yang memang asli Korean. Mereka suka duduk bareng tamu sambil ngobrol-ngobrol; dan saat meal time ya mereka akan makan di tengah restonya; dimanapun ada meja kosong ^^

Okeh, sampai ketemu di review restoran berikutnya

Hacques Working Space!

Hari ini gw baca-baca Pinterest; dan nemu challenge untuk ‘Show Your Working Space’.
Gak tau juga sih bakalan menarik apa nggak kalo gw share disini; but hey, mari dibalik pertanyaannya jadi ‘kenapa nggak?’

So here’s my little working nest at an online travel agency based on South Jekardah~

Hacques Office

Saat ini gw nempatin satu ruang, ukurannya kagak gede amat sih, paling ada sekitar 2,5 x 3 meteran. Dan berisi cukup banyak benda~ ditambah keberadaan gw sendiri bakal jadi sempit ~ wkwkwkwkkk

So, isi ruangannya ada satu meja kerja cukup luas dan pas untuk ngeakomodir bakat alami gw yang cenderung somehow ngeberantakin ruangan tanpa gw sendiri sadar. Ada dua kursi kerja (satu lagi nggak kefoto, ada di sudut kiri bawah foto, fungsinya buat kalo ada yang mampir mau hosip), ada satu sofa single; cukup empuk dan nyaman buat senderan kalo udah pegel di kursi kerja; tersedia bantal of korsss untuk molor~

DSC_3571 copy

Ini foto workspace lebih dekat. Set PC gw biasa aja, udah bertaun-taun gak ganti karena emang belom perlu (secara kerjaan gw nggak butuh spek canggih amat) lengkap sama senheiser headset buat denger something, ada hape jadul tanpa SIM yang cuma gw pake buat main game; yang hape utamanya dipake untuk motret~ ada kotak pensil, dan salah satu dari lima notebook yang setiap hari gw bawa. Ada modem bolt untuk keperluan internet kalo gw lagi di jalan; soalnya ponsel gw sama sekali nggak terhubung ke paket data internet. Boros makan pulsa; sementara gw mungkin cuma pake kalo di jalan; di kantor sama rumah gw bergelimang wi-fi. Ada kipas; karena kalo siang di luar lagi panas banget; rasanya kayak dioven…

DSC_3575 copy

Dan iya, ini adalah jumlah notebook yang gw bawa ke kantor SETIAP HARI. Gw sering kena omel Val tiap kali ngeluh tas kerja gw keberatan, dan ujungnya disuruh pilih untuk bawa maksimal dua notebook aja.

Tapi gimana dong, semua perlu… yang gambar Boom3D itu business-tracking book untuk nyatet produksi barang. Yang spiral locomotif itu projectbook; untuk mantau status project yang lagi dikerjain. Yang biru itu isinya spiritual needs. Yang oranye BNI itu untuk daily task planning yang udah abis dan belom semua pindah buku. Sedangkan yang gambar makanan itu buku daily task planning baru yang perlu pemindahan catatan penting dari yang oranye… intinya… butuh semua.

Update: Akhirnya gw pindah-pindahin catetannya dan sekarang pakai cuma tiga…

DSC_3572 copy

Ini area di samping kanan kursi kerja; ada kabinetnya dan tempat naro barang yang sangat versatile~  food stash~ Of course… gw tipe yang seneng memamah biak. DSC_3570

 

Sofa single di pojokan ~ biar keliatannya kayak gini doang, ni sofa EMPUK banget dan enak buat selonjoran. Apalagi kalo lagi ujan di luar dan gak tau mau ngapain; udah paling pol baca buku sambil tidur siang dimari (just how? Don’t ask)

Yap, and that’s all~ XD

Ada yang mau sharing tempat kerjanya juga?

Free Printables: Pablo Picasso ArtQuotes

Pablo Picasso Artquotes_hacques

Once in a while I played with image and fonts.

There are so many Samaritan Artists out there who kind enough to grant others free stock arts so we can have some art therapies in between the boredom of daily works.

And I thanked Pablo Picasso because throughout his life, he’s been giving out so many quotes about art and recorded well. So, here I got some of them ready for you to print at home.

Oh yeah, because I’m using free art stocks, so you and me are under moral obligation not to sell these ^^ But feel free to turn it into canvas print for your living room or for your journaling cards or anything as long as it’s only for personal use.

Get the high resolution here.

3 Nasihat Pernikahan; By My Dad

laura-ockel-194248_small

Photo Under CC0 License; Credit: Laura Ockel; Unsplash

Hwarakadah… Ada apa ini kok mendadak ngebahas ginian setelah bertahun-tahun lamanya nggak ngomongin soal cinta-cintaan?

Oh well… jadi gini…

Sepanjang libur Lebaran kemaren, gw dan Val tentu saja berkeliling ke berbagai sanak saudara. Dan tentu saja, ada yang manyun ditanya ‘kapan’ dan ada yang dengan senang hati nyebut tanggal begitu ditanya ‘kapan’.

Salah satu sepupu Val ngajak ngobrol mengenai kehidupan pernikahan yang sebentar lagi bakal dia jalanin. Why of course, dia sedikit banyak nanya nanya mengenai gw dan Val, yang terlihat senantiasa adem ayem dan flat flat aja…

Ngh, ada satu sih yang gak flat… perut :p

Beklah, kesampingkan itu…

Begitu sang sepupu ini bertanya; gw langsung otomatis teringat pada nasihat pernikahan dari bokap, yang diberikan saat kami lagi jalan berdua di mobil berangkat kantor.  Buat yang sering ngikutin blog gw, mungkin udah sedikit rada familiar dengan bokap gw yang kadang suka nyeleneh. Tapi buat gw, si Ayah ini adalah salah satu makhluk paling wise yang pernah gw temui di dunia.

colin-maynard-269472_small

Photo Under CC0 License, Credits; Colin Maynard, Unsplash

Nasihat pernikahan dari si Ayah ini nggak banyak, pendek aja. Dia cuma bilang ‘Teh, pertanda suatu keluarga itu adalah pernikahan yang diridhoi Allah itu ada tiga:’

  1. Suami dan Istri rukun.

Very much makes sense. Jika pasangan rukun, itu berarti apa? Komunikasi terjalin lancar. Masing-masing terbuka dan jujur dengan apa yang dipikirkan. Satu sama lain tidak menyimpan rasa tidak nyaman di dalam hati. Kedua belah pihak dapat saling menerima kondisi pasangannya serta bersedia bergandengan tangan untuk meningkatkan apa yang sudah baik dan memperbaiki apa yang perlu.

Komunikasi itu krusial. Penting untuk menjalin komunikasi yang lancar. Penting untuk mengetahui bahasa kasih pasangan (silakan baca buku 5 Bahasa Kasih untuk lengkapnya) serta berkomunikasi dengan bahasa kasih tersebut. Penting untuk terbuka dan jujur serta transparan. Penting untuk segera menyelesaikan masalah apabila ada yang perlu dirundingkan seksama.

Ini juga menandakan adanya keterikatan saling percaya satu sama lain. Kedua belah pihak saling memercayai pasangannya, dan masing-masing pun menjaga kepercayaan pasangannya. Faithfulness. I got your back and you got mine. Let’s build a strong and warm home for everybody to return after a long day.

  1. Seluruh keluarga sehat.

Ini juga makes sense. Apa yang menyebabkan keluarga sehat?

Ini berarti kecukupan gizi keluarga terpenuhi. Seluruh keluarga bisa makan dengan kenyang, menikmati kualitas makanan yang baik. Ini berarti keluarga mampu menyediakan kebutuhan pangan yang penuh nutrisi menyehatkan untuk menyambung hidup.

Selain makanan apa lagi yang bisa membawa kesehatan? Tidur ^^

Seluruh keluarga dapat beristirahat yang nyaman dan mendapatkan tidur yang berkualitas. Dimana untuk memenuhi hal ini maka perlu ada kasur yang memadai, atap untuk bernaung.

Berikutnya apa lagi? Lingkungan yang sehat, pola hidup yang disiplin dan bersih. Semua anggota keluarga mendapatkan imunisasi lengkap. Akses ke tenaga kesehatan tidak terhalang, baik dari segi finansial maupun jarak.

Lalu apa lagi? Suara tawa dan canda dalam keluarga selalu terdengar. Anak-anak tumbuh dengan pelukan dan ciuman. Keluarga happy. Dan being happy leads to being healthy.

  1. Tidak punya hutang.

Woooooooooohhhhhhhhh~ ini paling ngena. Why of course, yang namanya kondisi finansial itu sensitif.

Tidak punya hutang berarti unggul dalam manajemen finansial rumah tangga. Cashflow mengalir lancar dengan pengeluaran seimbang dan tepat guna. Tidak punya hutang berarti gaya hidup tidak berlebihan atau besar pasak daripada tiang. Tidak punya hutang berarti kita memiliki kemampuan untuk dapat memberi bantuan pada orang lain. Tidak punya hutang berarti pikiran terbebas dari beban yang bisa mengurangi kualitas kesehatan maupun kualitas komunikasi antar suami istri.

Okelah hari gini kita nggak bisa bebas-bebas amat dari kebiasaan ngutang; secara ada yang namanya ‘Kartu Karidit’. Tapi make sure apa yang terhutang dapat terbayar dengan uang yang dimiliki saat ini. Setiap jatuh tempo ya disiplin bayar full bersih. There, you got your peace of mind.

Dan ‘tidak punya hutang’ ini tidak Cuma berlaku pada kondisi suami istri sekarang. Penting juga untuk memikirkan kemungkinan terburuk, dimana jika ada apa-apa terjadi pada tulang punggung keluarga (in my family’s case; both gw dan Val) misalnya pagi berangkat sore pulang tinggal nama; maka bekal apa yang bisa diberikan pada Reys supaya dia tidak menjadi beban orang lain; hingga tiba waktunya dia bisa mencari makan sendiri?

austin-call-286098_small

Photo Under CC0 License, Credit : Austin Call, Unsplash

Ketiga hal di atas selalu jadi bahan renungan gw. So far dengan penuh syukur, gw dan Val masih bisa memenuhi tiga poin di atas. Tapi tentu belum sempurna dalam keadaan berdiri di atas kaki sendiri. Somehow ketiganya saling berkaitan satu sama lain. Dan penting untuk mempertahankan keseimbangannya.

Ketiga poin di atas juga bermuara pada satu hal menurut gw. Apatuh?

‘Positive attitude’.

Berpikir positif pada diri sendiri dan pasangan. Menerapkan pola makan dan pola hidup yang positif. Laporan keuangan selalu positif (amit-amit nyampe negatif). Dan semua akan berujung pada perwujudan keluarga samara. Aminin aja buat semua yuks~

Last disclaimer; ini nasihat dari seorang Ayah untuk anak perempuannya. So, penuh dengan subjektivitas dan sudah disesuaikan dengan persona kami sebagai keluarga. Gw nggak mengklaim nasihat ini yang paling bener, but I thought it would be nice kalo dengan sharing begini ada satu atau dua orang yang terbantu kehidupan rumah tangganya. Dan tiga poin ini adalah apa yang sudah pasti bakal gw ajarkan ke anak dan menantu gw kelak.

Okidoki, mari kita masak air dulu~