3 Nasihat Pernikahan; By My Dad

laura-ockel-194248_small

Photo Under CC0 License; Credit: Laura Ockel; Unsplash

Hwarakadah… Ada apa ini kok mendadak ngebahas ginian setelah bertahun-tahun lamanya nggak ngomongin soal cinta-cintaan?

Oh well… jadi gini…

Sepanjang libur Lebaran kemaren, gw dan Val tentu saja berkeliling ke berbagai sanak saudara. Dan tentu saja, ada yang manyun ditanya ‘kapan’ dan ada yang dengan senang hati nyebut tanggal begitu ditanya ‘kapan’.

Salah satu sepupu Val ngajak ngobrol mengenai kehidupan pernikahan yang sebentar lagi bakal dia jalanin. Why of course, dia sedikit banyak nanya nanya mengenai gw dan Val, yang terlihat senantiasa adem ayem dan flat flat aja…

Ngh, ada satu sih yang gak flat… perut :p

Beklah, kesampingkan itu…

Begitu sang sepupu ini bertanya; gw langsung otomatis teringat pada nasihat pernikahan dari bokap, yang diberikan saat kami lagi jalan berdua di mobil berangkat kantor.  Buat yang sering ngikutin blog gw, mungkin udah sedikit rada familiar dengan bokap gw yang kadang suka nyeleneh. Tapi buat gw, si Ayah ini adalah salah satu makhluk paling wise yang pernah gw temui di dunia.

colin-maynard-269472_small

Photo Under CC0 License, Credits; Colin Maynard, Unsplash

Nasihat pernikahan dari si Ayah ini nggak banyak, pendek aja. Dia cuma bilang ‘Teh, pertanda suatu keluarga itu adalah pernikahan yang diridhoi Allah itu ada tiga:’

  1. Suami dan Istri rukun.

Very much makes sense. Jika pasangan rukun, itu berarti apa? Komunikasi terjalin lancar. Masing-masing terbuka dan jujur dengan apa yang dipikirkan. Satu sama lain tidak menyimpan rasa tidak nyaman di dalam hati. Kedua belah pihak dapat saling menerima kondisi pasangannya serta bersedia bergandengan tangan untuk meningkatkan apa yang sudah baik dan memperbaiki apa yang perlu.

Komunikasi itu krusial. Penting untuk menjalin komunikasi yang lancar. Penting untuk mengetahui bahasa kasih pasangan (silakan baca buku 5 Bahasa Kasih untuk lengkapnya) serta berkomunikasi dengan bahasa kasih tersebut. Penting untuk terbuka dan jujur serta transparan. Penting untuk segera menyelesaikan masalah apabila ada yang perlu dirundingkan seksama.

Ini juga menandakan adanya keterikatan saling percaya satu sama lain. Kedua belah pihak saling memercayai pasangannya, dan masing-masing pun menjaga kepercayaan pasangannya. Faithfulness. I got your back and you got mine. Let’s build a strong and warm home for everybody to return after a long day.

  1. Seluruh keluarga sehat.

Ini juga makes sense. Apa yang menyebabkan keluarga sehat?

Ini berarti kecukupan gizi keluarga terpenuhi. Seluruh keluarga bisa makan dengan kenyang, menikmati kualitas makanan yang baik. Ini berarti keluarga mampu menyediakan kebutuhan pangan yang penuh nutrisi menyehatkan untuk menyambung hidup.

Selain makanan apa lagi yang bisa membawa kesehatan? Tidur ^^

Seluruh keluarga dapat beristirahat yang nyaman dan mendapatkan tidur yang berkualitas. Dimana untuk memenuhi hal ini maka perlu ada kasur yang memadai, atap untuk bernaung.

Berikutnya apa lagi? Lingkungan yang sehat, pola hidup yang disiplin dan bersih. Semua anggota keluarga mendapatkan imunisasi lengkap. Akses ke tenaga kesehatan tidak terhalang, baik dari segi finansial maupun jarak.

Lalu apa lagi? Suara tawa dan canda dalam keluarga selalu terdengar. Anak-anak tumbuh dengan pelukan dan ciuman. Keluarga happy. Dan being happy leads to being healthy.

  1. Tidak punya hutang.

Woooooooooohhhhhhhhh~ ini paling ngena. Why of course, yang namanya kondisi finansial itu sensitif.

Tidak punya hutang berarti unggul dalam manajemen finansial rumah tangga. Cashflow mengalir lancar dengan pengeluaran seimbang dan tepat guna. Tidak punya hutang berarti gaya hidup tidak berlebihan atau besar pasak daripada tiang. Tidak punya hutang berarti kita memiliki kemampuan untuk dapat memberi bantuan pada orang lain. Tidak punya hutang berarti pikiran terbebas dari beban yang bisa mengurangi kualitas kesehatan maupun kualitas komunikasi antar suami istri.

Okelah hari gini kita nggak bisa bebas-bebas amat dari kebiasaan ngutang; secara ada yang namanya ‘Kartu Karidit’. Tapi make sure apa yang terhutang dapat terbayar dengan uang yang dimiliki saat ini. Setiap jatuh tempo ya disiplin bayar full bersih. There, you got your peace of mind.

Dan ‘tidak punya hutang’ ini tidak Cuma berlaku pada kondisi suami istri sekarang. Penting juga untuk memikirkan kemungkinan terburuk, dimana jika ada apa-apa terjadi pada tulang punggung keluarga (in my family’s case; both gw dan Val) misalnya pagi berangkat sore pulang tinggal nama; maka bekal apa yang bisa diberikan pada Reys supaya dia tidak menjadi beban orang lain; hingga tiba waktunya dia bisa mencari makan sendiri?

austin-call-286098_small

Photo Under CC0 License, Credit : Austin Call, Unsplash

Ketiga hal di atas selalu jadi bahan renungan gw. So far dengan penuh syukur, gw dan Val masih bisa memenuhi tiga poin di atas. Tapi tentu belum sempurna dalam keadaan berdiri di atas kaki sendiri. Somehow ketiganya saling berkaitan satu sama lain. Dan penting untuk mempertahankan keseimbangannya.

Ketiga poin di atas juga bermuara pada satu hal menurut gw. Apatuh?

‘Positive attitude’.

Berpikir positif pada diri sendiri dan pasangan. Menerapkan pola makan dan pola hidup yang positif. Laporan keuangan selalu positif (amit-amit nyampe negatif). Dan semua akan berujung pada perwujudan keluarga samara. Aminin aja buat semua yuks~

Last disclaimer; ini nasihat dari seorang Ayah untuk anak perempuannya. So, penuh dengan subjektivitas dan sudah disesuaikan dengan persona kami sebagai keluarga. Gw nggak mengklaim nasihat ini yang paling bener, but I thought it would be nice kalo dengan sharing begini ada satu atau dua orang yang terbantu kehidupan rumah tangganya. Dan tiga poin ini adalah apa yang sudah pasti bakal gw ajarkan ke anak dan menantu gw kelak.

Okidoki, mari kita masak air dulu~

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s