Mengurus Paspor Dengan Apps Antrian Paspor

Baiklah, mari cerita dikit mengenai kemudahan gw bikin paspor di Kantor Imigrasi Kelas 1 Jaksel.

Reys; anak gw dan Val; sampe umurnya nyaris 3,5 tahun belom juga gw bikinin paspor. Karena alasan yang lemah. Gw MALAS perang di Kantor Imigrasi.

Tentu sahaja; siapa yang belum pernah denger horror stories of Kantor Imigrasi? Datang ambil antrian jam 4 subuh? Disuruh balik lagi karena kelengkapan kurang? Gak kebagian kuota antrian? Kudu ambil cuti berhari-hari karena bakal habis waktu ngantri? Diselak calo bangsat yang sekalinya nyelak bawa 10 form? Atau nyerah karena nyoba perpanjang yang online tapi sistemnya down melulu?

Tenang saudara-saudara… itu semua ternyata tidak terjadi pada gw. Kok bisa ngurus paspor gampang? Sini brader, gw cerita.

Pada tanggal 14 (atau 15) Mei kemaren, tak sengaja gw melihat selintas di laman Facebook Ditjen Imigrasi dan menemukan kabar gembira untuk kita semua (yang domisili Jakarta).

Bahwa Ditjen Imigrasi ngeluncurin satu app baru untuk platform Android yang namanya Antrian Paspor. Klik aja buat donlot appsnya.

Oke sip, gak pake lama, gw langsung donlot saat itu juga dan melakukan serah terima hape ke Val; yang langsung dengan sigap ngisi data diri lalu booking antrian.

Aplikasi Paspor Online

Fungsi app ini apa? Fungsinya untuk booking nomor antrian secara online di Kantor Imigrasi Jakarta Selatan (saat blog ini ditulis, masih dalam masa uji coba yang dimulai tanggal 16 Mei 2017, sementara hanya berlaku untuk Kanim Jaksel). Why of course; Val langsung book dua antrian aplikasi. Satu untuk dese sendiri yang emang paspornya udah mau abis masa berlakunya; satu lagi untuk Reys bikin baru. Jebret.

Yaaaaayyy~ nomor antrian udah ada di tangan. Terus mesti ngapain? Tentu saja beresin kesiapan berkas, siapkan semua dalam keadaan SUDAH DIFOTOKOPI. Untuk buat paspor baru anak-anak; daftar berkas yang harus dibawa adalah;

  • Kartu Keluarga
  • Akte Kelahiran
  • KTP Ibu dan Ayah yang difotokopi berdampingan di SATU kertas
  • Surat Pernyataan Orang Tua yang ditandatangani kedua orang tua kena materai.
  • Dandanin anaknya yang cakep, karena bocahnya HARUS IKUT

 

Sedangkan untuk perpanjangan paspor; default berkas yang dibutuhin adalah;

  • Paspor Lama (kalo udah mati kelamaan biasanya disaranin petugas bikin baru)
  • KTP
  • Kartu Keluarga
  • Akte Lahir / Ijazah / Buku Nikah (pilih salah satu)
  • Dan berkas tambahan apabila ada status tertentu (silakan Tanya petugas atau googling)

 

Taro dalam folder yang rapih, kantongin pulpen, dah beres.

Pada saat hari H, kami bertiga datang ke Kantor Imigrasi Kelas 1 Jaksel di Mampang. Please note bahwa sejak tanggal 16 Mei 2017, Kantor Imigrasi ini TIDAK LAGI MELAYANI WALK-IN. Hanya melayani yang sudah daftar via apps. Datang minimal 15 menit sebelum jadwal. Kebetulan Reys dan Val dapat jadwal jam 8-12 pagi. Jadi kami datang jam 8 lewat dikit (lha… tadi nyaranin apa kok yang dikerjain apa XD)

Langsung naik ke lantai 2, tunjukin dokumen PDF berisi QR Code nomor antrian ke petugas.

Dimana tuh?

Ini gw kalo nggak dapet petunjuk dari sesama fellow pengguna apps, gw mungkin gak tau ini dimana nyarinya. Tapi meneruskan informasi itu wajib. So, cek bagian Storage di Setting App, lalu Explore dan cari Folder Imigrasi. Buka foldernya dan temukan PDF-nya. Boleh dicetak, tapi biasanya ditunjukin ke petugasnya aja udah cukup.

Gw antri buat Reys, abis itu hape gw diserahin ke Val untuk dia antri buat diri sendiri. Setelah ambil form, kami misah. Val bagian loket perpanjangan, dan Reys bagian bikin baru.

Here’s the thrill…

Baru juga gw DUDUK dan ngeluarin pulpen, UDAH DIPANGGIL dong XD hahahahaha… saking sepinya itu ruang tunggu. Langsung terbirit-birit nyeret Reys dan ngasih semua kelengkapan berkas. Lalu beli Surat Pernyataan Orang Tua yang sudah bermaterai di tempat fotokopi yang berjarak 3 meter dari situ. 9000 perak aja.

Val beres dalam waktu KURANG DARI 10 menit. Lalu gabung ke kami. Selesai ngisi semua form, waktunya melakukan hal yang paling menantang di seluruh muka bumi.

Nyuruh balita umur 3 tahun untuk diem difoto itu amit-amit susah.

Dari rumah, Reys udah diwanti-wanti untuk ‘Nanti mau difoto, yang tenang yah’. Ternyata wanti-wanti ini hanya berlaku untuk SATU KALI PEMOTRETAN sodara-sodara. Berikutnya dese ngadat. Duduk di lantai gak mau berdiri, dan ribut ‘KAN UDAH!’ pas petugas minta mengulang karena matanya nggak lihat kamera. Akhirnya disogok dulu susu uht satu kotak, baru mau difoto lagi ~____~”

Setelah kelar ngapain? Ya bayar. Berapa biaya bikin atau perpanjang paspor? Biaya bikin baru paspor dan perpanjang sama aja sih, 355k untuk paspor standar, kalo mau buat yang lain nanti ada rinciannya di infografis ada di seluruh Kantor Imigrasi. Di lantai terbawah ada ATM BNI, Mandiri, BRI dan ada Bank BRI buat yang mau setor cash.

Selanjutnya tinggal dateng dalam 3 hari kerja. Untuk yang cuma perpanjang, cukup 1 hari kerja. Atau bisa ngecek status paspor sudah jadi atau belum dengan kirim kode aplikasi ke layanan WAGS yang disediakan Ditjen Imigrasi. Very easy.

Kami datang pagi jam 8 lewat dikit, jam 10 kurang udah kelar semuanya.

Dan beberapa hari kemudian, gw daftar lagi, kali ini untuk perpanjang paspor gw sendiri. Sekalian ngambil paspor Val dan Reys.

Pagi ini tanggal 24 Mei, gw dapat antrian untuk jam 8-12. So, gw datang jam setengah Sembilan XD Seperti kemaren, langsung naik ke lantai dua dan tunjukin QR Code Antrian Paspor ke petugas. Langsung dikasih form untuk diisi, dalam 5 menit langsung dipanggil. Seluruh berkas diperiksa, lalu difoto ulang (muke gw udah beda kali yak sama di paspor sebelumnya). Setelah kelar, gw langsung turun ke lantai satu, sementara Val ngambil nomor antrian loket pengambilan paspor. Di lantai 1, ketemu ATM BNI, langsung transfer ke menu Imigrasi right away. K.E.L.A.R. Tinggal ngambilnya aja.

Dateng setengah sembilan pagi, jam sembilan lewat lima gw sama Val udah meluncur lagi ke kantor. Eh iya, kalo terpaksa datang bawa mobil pribadi, parkirlah di gedung sebelah  ya.

Cepat. Mudah. Nggak pake ribet. Menyenangkan. I really LOVE this service. Dan semoga bisa segera diterapkan di seluruh kantor Imigrasi se-NKRI.

Tapi tentu saja ada beberapa catatan mengenai Aplikasi Antrian Paspor yah;

  • Hingga tulisan ini dibuat, layanan ini baru ada di tiga Kantor Imigrasi Jakarta Selatan.
  • Appsnya baru ada untuk platform Android dan masih dalam pengembangan dan tahap ujicoba, mungkin masih akan menemukan beberapa ketidaksempurnaan, seperti bolak balik crash, tidak bisa login, dan app menutup secara otomatis.
  • Jika terjadi, coba uninstall dan install lagi, ATAU clear cache apps, ATAU coba lagi di jam pocong alias tengah malam buta.
  • Setelah bisa masuk app dan login, langsung ketik kata ‘Kantor Imigrasi’ di menu search begitu terbuka peta. Setelah itu pilih kantor imigrasi mana yang mau didatangi, dan isi data pemohon.
  • Sabar aja kalo crash lagi.
  • Setelah dapat nomor antrian, cari dokumen QR Code nomor antrian dalam bentuk PDF di Storage; cari folder Imigrasi. Boleh diprint kalo mau.
  • Untuk yang memerlukan infografis langkah-langkahnya, bisa cek panduan resmi dari Ditjen Imigrasi disini

There you go, folks~ hope that helps~

Kalo ada yang mau ditanyain, para petugas di Kantor Imigrasi semuanya ramah dan sigap kok.

picture credits: Ditjen Imigrasi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s