Can’t Resist Lust

January 15, 2014

Kenapa Cairan SELAIN ASI Tidak Boleh Diberikan Pada Bayi 0-6 Bulan

Filed under: Love and Life, Love in Daily Life, Simple Story About Me — Tags: , , , — hacques @ 7:23 am

Wadezig… gak kebayang pada akhirnya gw nulis topik emak-emak di blog ini. Well, apa boleh buat, sepertinya secara alamiah setelah kedatangan Reys, topic of interest gw rada bergeser dikit. Hehehe.

Topik kali ini gw pilih setelah gw menemukan BANYAK sekali mitos yang beredar di masyarakat mengenai seputar pertumbuhan bayi. Sampe-2 gw sendiri terkaget-kaget, kok masih gini sih pemikiran masyarakat kita mengenai pemberian ASI pada bayi?

Gw akui, untuk urusan pengasuhan bayi, gw termasuk golongan idealis. Reys hingga saat gw ngetik ini masih ASI Eksklusif, dalam artian mulutnya tidak pernah kemasukan zat apapun selain ASI dan vaksin Polio (yang mana tidak dihitung makanan). Reys hanya punya popok dan celana kain untuk dipakai (gw gak demen pospak, mahal, tidak ramah lingkungan, bawa penyakit ruam popok pulak).. Reys juga dijauhkan dari sentuhan dot. Gw memilih softcup feeder advance untuk ngasih dia ASIP.

Masih gemes banget gw, pas baru berusia beberapa hari udah ada aja orang kanan kiri nyuruh gw ngasih madu buat Reys. Soalnya, madu itu itungannya beracun untuk bayi di bawah usia 12 bulan. Nah, yang repot gimana nyampeinnya, kalo terlalu ilmiah kadang gak bisa karena yang dihadapi adalah orang … err… orang yang info mengenai kesehatannya kurang update.

Dan jujur aja, nyokap gw kadang suka kemakan omongan orang. Gw pusing banget pas sebelum lahiran disuruh nyari SUSU KAMBING ETAWA karena katanya bagus buat bayi. Gw langsung teriak lah, HAH?! KATA SIAPA? Anak gw kan ANAK ORANG, masa mau dikasih SUSU KAMBING? Dah gitu beberapa jam setelah gw lahiran, Reys belum minum ASI perdana, karena emang belum disodorin aja. Nyokap nyuruh gw untuk minta sufor ke suster karena takut Reys kelaparan. Hell no, gw tolak mentah-mentah. Wong gw udah tanda tangan hitam di atas putih kok, kalo gw cuma bakal ngasih ASI Eksklusif. Untung RS tempat gw lahiran adalah RS yang Pro-ASI. Gak ada petugas kesehatan yang colong-colongan ngasih sufor ke Reys.

Here let me tell you, bayi yang baru lahir memiliki cadangan makanan yang cukup untuk bertahan hidup selama 3×24 jam sementara menunggu ASI ibunya keluar. Saat menunggu ASI keluar, ibunya harus terus menyusui bayi, mau keluar ataupun nggak, karena hisapan bayi adalah rangsangan terhebat yang memastikan ASI keluar.  Pasti keluar kok, kecuali jika ada indikasi medis tertentu yang menyebabkan ibunya tidak bisa menyusui. Saat-saat ini sangat kritis, karena biasanya desakan untuk memberi sufor dari segala penjuru akan segera datang.

Image

Nah, balik lagi ke topik judul. Apa aja sih cairan yang berbahaya untuk bayi? Percaya gak kalo gw bilang AIR PUTIH sekalipun berbahaya untuk bayi? Ooo, jelas gak percaya dong, siapa sih gw, anak baru juga satu, umur juga masih duapuluhan, tau apa soal ngerawat bayi? Tapi kalo yang ngomong Dr. Utami Roesli, Sp.A., MBA., CIML, IBCLC, dari Sentra Laktasi Indonesia, percaya dong ya? Beliau lebih jago dari saya kemana-mana.

Jaman internet gini masih ada yang percaya kalo ada sisa susu di mulut bayi, harus dibersihkan dengan air putih, atau kalo bayi terus nangis berarti ASInya kurang harus ditambah air putih. Please, just DON’T. Gw kutip bahasannya dari artikel ini,

Apabila air yang diminumkan ke bayi tercemar, wassalam. Sistem pertahanan tubuh bayi belum siap menghadapi bakteri keji dalam air putih. Meski konon katanya sudah direbus, bisa saja yang terkena bakteri adalah media pemberian airnya seperti dot/gelas/sendoknya. Who knows?

Alasan berikutnya, karena ginjal bayi belum sempurna kinerjanya. Apabila mendapat asupan air putih, akibatnya pipis bayi akan membawa keluar serta elektrolit dalam darah. Contoh elektrolit yang keluar antara lain natrium dan sodium. Semakin banyak natrium yang terbuang, maka resiko kejang pada bayi makin meningkat. Sedangkan semakin banyak sodium terbuang maka aktivitas otak bayi akan terganggu, ujungnya bayi akan mengalami gejala keracunan.

Dan itu semua gara-gara air putih. As simple as that.

Berikutnyaaaaa… madu… em ama de u du…

Iya memang madu banyak sekali khasiat dan manfaatnya, tapi TIDAK untuk bayi. Tunggu hingga usia 1 tahun dulu sebelum bayi diberikan madu.

Lagi-lagi bukan gw yang ngomong ya, kalo madu itu bahaya untuk bayi. Kali ini yang ngomong adalah  dr. Ariani Dewi Widodo, SpA, dalam artikel yang bisa dibaca disini dan Charles Santerre, toxicologist (ahli mengenai racun) sekaligus food scientist, dalam artikel yang bisa dibaca disini

Madu itu tempat berkembang biaknya bakteri Clostridium botulinum. Bakteri ini melepaskan racun bernama botulinum toxic, yang merupakan pelumpuh otot. Akibat dari keracunan bakteri ini namanya adalah botulisme. Bayi yang menderita botulisme akan mengalami kelumpuhan, sulit bernapas, konstipasi, dan sulit untuk menyusu.

Berikutnya… asupan kafein. Gw sering merinding disko kalo baca di wall fb group AIMI, Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia, dimana suka ada aja ibu-ibu yang cerita kalo anaknya dikasih minum kopi supaya jantungnya kuat dan nggak step.

Maknyak… Kalo ada yang berani berbuat gitu ke Reys pasti gw tuntut dengan pasal percobaan pembunuhan.

Kejang demam atau febrile seizure, yang sering disebut step disini, itu biasa terjadi pada bayi dan anak hingga usia 5 tahun. Tidak berbahaya dan menurut wikipedia, merupakan keturunan, penyebab lainnya adalah pelepasan muatan listrik yang disebabkan oleh demam.

Gak ada hubungannya sama kopi. Meh. Jadi apa alasannya kenapa kopi nggak boleh dikasih ke bayi? Liat lagi poin gw mengenai kenapa bayi tak boleh diberikan air putih di atas. Dan asumsikan akibatnya dua kali lipat lebih berat.

Lalu gimana dengan cairan lainnya? Misalnya air zamzam / teh manis/ jus buah/ air tajin, dst. Well, jawabannya tetap sama. Do not give your under-6 mo-baby any other liquids but breast milk. Sekalipun yang diberikan air zamzam yang khasiatnya mendunia berabad-abad, tetep cocoknya untuk yang sudah besar, bukan untuk bayi. Ibunya aja yang minum supaya khasiatnya tersalurkan ke bayi lewat ASI.

Terus apalagi? Apa pendapat gw tentang sufor?

Hehehe. Warning, this is opinion ahead. But with links to the in-depth-topic. Sekali lagi ingat, ini adalah OPINI gw semata, tidak mewakili pendapat siapa-siapa melainkan gw sendiri.

Well, kecuali ibunya menderita sakit luar biasa berat atau syahid saat melahirkan, harusnya sih gak ada alasan untuk nggak memberikan ASI. Ibu penderita HIV aja masih boleh kok menyusui bayinya. Untuk yang memiliki kondisi medis berat seperti maple syrup syndrome, bayi BBLR, atau misalnya ada kondisi kesehatan darurat dari ibunya yang memang harus banget antara hidup dan mati tidak boleh menyusui, maka memang kehadiran asupan selain ASI itu justru diharuskan. Yang gw sorot adalah mereka yang dengan sadar memilih untuk tidak memberikan ASI, dengan alasan yang dibuat-buat.

Ada berbagai alasan yang dibidik cermat oleh produsen sufor, seperti ASI sedikit (wew tahu darimana kan boobs gak transparan), bayi menangis karena lapar terus jadi harus diberi sufor (ada banyak alasan kenapa bayi menangis, gak melulu karena lapar), saat baru melahirkan ASI nggak keluar (wajar sampai 3×24 jam, dan terus susui bayi supaya cepat keluar), sudah dipompa tapi ASI sedikit atau nggak keluar (yaiyalah, mana ada baru pertama mompa terus dapet ASI langsung sebotol penuh) boobs kecil atau nipple datar (bayi menyusu BUKAN pada puting melainkan pada areola), bayi kurus jadi harus dikasih sufor biar gemuk (wew gemuk gula, jadi rentan obesitas dan sekedar gemuk kan bukan indikasi sehat), ASI tiba-tiba berhenti dan gak keluar lagi (asal mau dibantu, ada Konsultan Laktasi untuk nolong kembali menyusui), lahirannya SC jadi gak bisa langsung menyusui (ada caranya kok), puting lecet jadi gak bisa menyusui (biasa ituh, semua ibu-2 pasti ngalamin dan kuncinya di pelekatan).

Dan masih banyak alasan lainnya, yang tentu saja potensial bikin gw dinyinyirin. Well, ini toh pendapat gw pribadi yah, tidak mewakili siapapun, tidak mengatasnamakan apapun, mungkin gw bukan yang paling bener tapi at least gw mencoba mencari fakta penunjang. Gw nggak bilang yang memberikan sufor itu buruk, apalagi jika memang taruhannya antara hidup-mati, tapi gw juga nggak akan pura-pura membesarkan hati dengan mengatakan ‘ya udah gak papa kalo udah terlanjur’ jika tanpa diiringi adanya usaha oleh ibunya untuk kembali ke full ASI.

Gw tipe yang lebih menyarankan mencari ibu susu ketimbang menggunakan sufor. Gerakan ASI Eksklusif buat gw bukan sekedar label semata. Tapi lebih ke arah penghargaan terhadap komitmen luar biasa seorang ibu untuk keras kepala memberi minuman terbaik dan termahal di dunia pada bayinya.

Anyway, gw masih percaya, bahwa terlepas dari benar atau tidaknya tindakan yang diambil, setiap ibu pasti ingin memberikan asupan yang terbaik bagi anaknya, meski tentu saja kita tahu, terbaik itu relatif, tapi kebenaran cuma satu. Tulisan gw disini sekedar berbagi aja mengenai pandangan gw dengan apa yang terjadi di masyarakat. Tidak untuk memojokkan kalangan tertentu, tidak juga mencoba menggurui. Gak setuju gak apa-apa, dan sukur-sukur kalo ada yang merasa terbantu dengan curcolan ini. Gw nggak musuh amat sama sufor karena toh bukan racun, waktu kecil gw gagal dapat kolostrum karena saat beberapa jam setelah lahir, tanpa IMD dulu oleh perawat langsung dicekoki sufor tanpa persetujuan orang tua, dan seterusnya tidak mendapat full ASI karena dicampur dengan susu formula cap naga. Jujur gw sangat sedih pas tahu, makanya gw coba bayar itu semua dengan jungkir balik ngasih ASI untuk Reys.

And I am so blessed with Val. AyahASI yang luar biasa mendukung pemberian ASI. Mau gantikan popok Reys tengah malam. Bersedia gendong Reys dengan kain gendongan batik. Gak nolak saat gw minta tolong pijitin badan yang remuk redam. Selalu sedia ngasih apapun buat ngejaga mood gw tetap bagus supaya produksi ASI nggak terganggu. Whoa! Priceless!

Image

Yuk Ah.

29 Comments »

  1. wah,,,, brmanfaat skli informasiny,,,,, sayangnya kmrn debay aku (3 week) dh kecolongan dksh madu sma nenekny pas umur 1 bln,, trus klo ksh obat panas pasca imunisasi pakai apa dong klo bukan air putih???

    Comment by taktri — August 17, 2014 @ 9:43 pm

    • Pakai ASI aja boleh loh. Kan 80% ASi ya air juga.
      Untuk mengencerkan, sedikiiiiit saja air putih masih boleh. Tapi jika diberikan sebagai asupan rutin setiap hari, itu tidak boleh.

      Comment by hacques — August 18, 2014 @ 1:35 am

  2. bener banget tuh,aq lebih ekstrim lagi,dengan menolak semua jenis jarum suntik imunisasi pada anak2 ku,cukup asi saja selama 1,5 sampai 2 tahun,tambahannya makanan sehat saja,no vaksin,well ke 3 anakku tumbuh sehat,jarang sakit,dibanding yg menggunakan vaksin lengkap,bagiku,kalau sakit baru diobati,di negara maju,vaksin diberikan kalau mau keluar negeri aja atau ada wabah saja,cek saja dibanyak situs,vaksin mah bagiku akal-akalan perusahan farmasi,yg ndak punya riwayat polio justru kena polio setelah divaksin,yg keturunannya ndak punya hepatitis,malah kena hepatitis,cek saja sejarah vasin dinegara macam inggris,amerika,jerman,yg pada awalnya mewajibkan vaksin pada bayi,yg justru meningkatkan kematian dan munculnya berbagai varian penyakit baru,bagiku vaksin no 100,ASI yang paling penting dlm memberikan imun pada bayi,karena Allah sang Pencipta telah merancangnya dengan Maha Sempurna

    Comment by aksen java — October 13, 2014 @ 7:38 pm

  3. Klu usah terlanjur ngasih air putih to bru 2 Hri siihh gimna bun?aq baca article ini jd ketakutan dehh..😢

    Comment by Noviani — January 27, 2015 @ 12:24 am

    • Ya tinggal dihentikan dong kasih air putihnya😀 Mumpung belum kelamaan. Nanti aja kasihnya kalo udah umur 6 bulan yah, sementara masih usia 0-6 bulan kasihnya ASI aja.

      Comment by hacques — January 27, 2015 @ 2:19 am

      • Anak q baru lahir q kasi lngsng madu, sering mulai umur 0 – 20 thn sekarang msh rutin q kasi madu & kurma, Alhamdulillah g pernah sakit lama apa lg sampai ke dokter.
        Bohong kalo madu beracun, itu cuma akal2an org kafir yg mau menjatuhkan keyakinan org islam tentang khasiat madu. Dan sekedar kalian tau anak q sdh lulus kuliah dengan ipk 3,95 lulus dengan Pujian. Ternyata madu sangat mencerdaskan otak. Adik2 nya jg juara 1 terus. Jadi hati2 klo membilang madu beracun !!! Semoga kita semua dapat pencerahan. Dari jaman dulu madu & kurma sdh diamini seluruh dunia khasiatnya bahkan pada bayi yg baru lahir !

        Comment by hana — February 25, 2015 @ 7:25 pm

    • Buat Hana :

      Monggo baca Mak,

      http://en.wikipedia.org/wiki/Clostridium_botulinum

      Madu memang hitungannya beracun kok, untuk anak di bawah 1 tahun.

      Kurang nyambung Bu, kalo mau ngomong kafir-kafiran, para kafir itu juga minum madu, tapi mereka bersedia untuk meneliti lebih lanjut demi keselamatan anak-anak, baik anak kafir maupun anak Muslim. Disini kita bicara mengenai ilmu laktasi dan berdasarkan EBM. Evidence Based Medicine. Berdasarkan pembuktian ilmiah, bukan berdasarkan pengalaman pribadi yang variabelnya sangat banyak.

      Mulai umur 0 tahun diberi madu dan masih sehat, Alhamdulillah, berarti memang masih dilindungi Allah, sayangnya nggak semua anak sama, dan belum tentu bisa dilakukan di anak berikutnya.

      Dari jaman dulu diamini seluruh dunia untuk bayi baru lahir? Jaman kapan? Ada evidence-based-medicine? Ada jurnal ilmiah yang sah dan bisa saya baca?

      Soal IPK 3.95, saya akan mengatakan bahwa perbandingannya not apple to apple. Karena sependek pengetahuan saya, tidak ada makanan yang membuat pintar. Melainkan stimuli otak dan perkembangan kecerdasan. Coba cari anak IPK 4, minimal 20 orang aja deh, dan tanya emaknya, apakah mereka diberi madu sejak lahir? Jika jawabannya kurang dari 50% diberi madu dari lahir, itu berarti klaim Anda KURANG BERDASAR ya😉

      Oh iya, sudah tahu belum, bahwa hari gini IPK nggak dilihat? yang lihat IPK cuma orang tua dan si anak saja, di dunia luar yang keras, para company dan boss nggak lihat IPK, lihatnya ni anak bisa kerja apa nggak😉

      Comment by hacques — February 26, 2015 @ 2:23 am

      • Ahhh.. Awalny respek baca artikel ini, tp cara liat nanggepin orang yg berbeda pendapat kaya masalah IPK, ternyata penulis masih terlalu banyak terlibat emosi.

        PENULIS : Dan? Ilang dong respeknya?😄😄😄

        Comment by siapa sih — June 25, 2015 @ 1:39 pm

  4. Sangat setuju dengan artikel…tulisan..whateverlah…ini…boleh saya berbagi pengalaman ini di group fb saya?

    Comment by desli — February 26, 2015 @ 4:01 am

  5. thanks bgt buat infonya ya..

    Comment by yulin djalu — April 26, 2015 @ 8:34 am

  6. trimksi bnyak infonya..

    Comment by yulin djalu — April 26, 2015 @ 8:35 am

  7. trimakasi bnyak infonya yah..

    Comment by yulin djalu — April 26, 2015 @ 8:36 am

  8. Bun anak aq udh aq ksih madu cmpur air putih hangat sudah setengah bulan,n pas aq bca kasiat madu tuk bru lahir ternyta serem juga tuk baby bru lahir,klo aq stop trus baby aq juga gk terlalu suka sma susu formula,n asi aq gk terlalu bnyak jd gmna donk tuk asupan baby aq klo aq gk ksih madu atw susu formula?

    Comment by lia — June 1, 2015 @ 4:50 am

    • Lho, ya kasih ASI dong Bu😀 Udah disiapin Tuhan kok.

      Ingat, ASI nggak ada yang sedikit ya. Dan kita nggak bisa nebak-nebak jumlah ASI dalam payudara karena kan nggak transparan.

      Semakin sering disusukan ke bayi, maka ASI akan semakin berlimpah. Susui aja terus bayinya.

      Hindari penggunaan dot, dan jika memungkinkan hubungi Konselor Laktasi untuk kembali menyusui.

      Comment by hacques — June 1, 2015 @ 4:52 am

  9. Penulis bilang kalo dulu dikasih sufor sama ortu penulis, skrg penulis ga mw kejadian itu keulang sama anak penulis.. Saya mw nanya, berdasarkan pengalaman penulis, apa perbedaan signifikan antara penulis dan anak penulis di pertumbuhanny?apa anak penulis lebih unggul dr penulis?

    Comment by siapa sih — June 25, 2015 @ 1:44 pm

    • 😄😄😄

      Kalo nanya secara keseluruhan sih kurang pas pertanyaanya ngebandingin bocah dan ibunya. Karena dari umur aja udah beda jauh. Nantik, 20 tahun lagi balik sini dan tanya lagi setelah dapat data valid jangka panjang.

      Bandingannya sama Val aja yah, yang sangat beruntung dapat full ASI. Dan dari segi usia nggak jauh banget.

      Beda signifikan? Iyessss. Seumur-umur gw kenal sama dese, jarang sakitnya parah banget. Dalam delapan tahun baru ada demam empat kali (nggak ngarang, karena ini jumlah cuti sakit yang dia ambil dan gw yang ngurus sendiri di rumah, itupun besoknya udah beres), pilek pun cuma setelah disuntik vaksinasi influenza yang emang lazim ngedrop dulu. Semua saudara-saudaranya pun demikian, daya tahan tubuh mengagumkan, sama sekali nggak ada alergi dan staminanya pun oke.

      Dan kantor dese termasuk yang concern; rajin nyuruh stafnya check up berkala, dan syukurnya; sehatnya nggak cuma dari luar, dalamnya juga.

      Sedangkan gw nggak demikian. Makan susah pilih-pilih, capek dikit langsung ngedrop, kalo abis kerja berat butuh 2-3 hari buat balik pulih, dari bayi BB berlebih cenderung obese; jadi korban bully di sekolah; pas remaja harus pake korset dan makan mesti super dijaga biar ideal lagi, alergi bejibun dan harus diterapi provokasi biar ilang.

      Comment by hacques — June 26, 2015 @ 2:07 am

  10. Buat penulis . Komen dari bu lia . Memang betul asi baik buat bayi . Tp ngk semua ibu yg beruntung memilikinya .contohmya saya . Jenifer . Ngk punya asi seteelah memberi asi 2 minggu . Tu juga dipompa baru dapat 10 ml . Sehari . Klo tanpa sufor ngk bakalan cukup . Jd klo bayi gk gt sufor gmana ceritanya ?

    Comment by Jenifer — August 20, 2015 @ 1:20 pm

    • Sebelum bercerita, mungkin pertanyaan berikutnya dulu yah?

      – Sudah ke konselor laktasi untuk mencari bantuan lebih lanjut?

      – Saya asumsikan sudah tahu bahwa hasil pompa awal-awal tidak bisa dipercaya dan hasil perahan itu tidak mewakili isi payudara. Hasil pompa banyak baru bisa didapat setelah rutin memompa setiap 3 jam selama minimal 2-3 minggu?

      Saya pribadi mompa pertama dapet berapa? 2 tetes. Pompa kedua berapa dapetnya? Nggak ada yang keluar, sampe nangis. Pompa ketiga? Cuma ngotorin pompa dan pantat botol. Pompa keempat berapa? 5 mili. Pompa ke sekian setelah minggu kesekian? Cukup untuk bocah minum seharian.

      – Saya asumsikan juga sudah tahu bahwa 10 ml itu cukup untuk ukuran lambung bayi baru lahir.

      – Ada ibu yang tidak beruntung memiliki ASI, tapi yang beneran ‘ASI sedikit dari sananya’ itu cuma satu dari seribu, itupun tentu ada indikasi medis. Misalnya;
      1. Kelainan kesehatan mengidap hypoplasia, dimana payudara tidak berkembang sama sekali seperti payudara pria. Ini pun bisa menyusui, tapi memang tidak cukup.
      2. Diabetes atau pre-diabetes.
      3. Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) atau kelainan endokrin yang bisa mengakibatkan gangguan hormon, membuat hormon prolaktin tidak bekerja sesuai seharusnya.
      4. Pernah mengalami operasi payudara yang memotong saluran ASI.
      5. Ibunya syahid alias meninggal saat melahirkan.

      Lengkapnya bisa dibaca disini:

      http://www.phdinparenting.com/blog/2013/8/19/breastfeeding-and-low-supply-common-and-surprising-causes-an.html

      Yang ASInya ada, terus menyusui TANPA diganggu dot, sufor dan MPASI dini; tapi tahu-tahu menghilang dengan sendirinya diambil Tuhan secara alamiah ya pada dasarnya tidak ada.

      Pemberian sufor tanpa indikasi medis, menggunakan dot, adalah salah satu variabel terbesar kenapa ASI mengering. Ini yang disebut bingung puting laten.

      Semoga bisa diterima.

      Comment by hacques — August 21, 2015 @ 4:19 am

  11. setuju.. tp statementnya bun terlalu menggebu gebu… beda org beda cara pikirnya bun, jng d paksain buat sm dg pemikiran kt.
    biarlah Alloh yg jaga kesehatan anak kita masing2, yg pnting kita jaga sebaik baiknya yg menurut kt benar.
    jika cocok lanjutkan, jika tidak silahkan pilih cara lain.
    as simple as that.

    Comment by ardina — October 25, 2015 @ 1:11 pm

  12. Thanks yah mom.. Ini bermanfaat bgt.. Anyway aku anak asi. Ibuku bilang aku asi sampai 2tahun lebih.. Dan memang selama hidup(skr umur 26tahun) aku jarang sakit.. Flu saja dalam 1 tahun mungkin hanya 1x.. Ga gampang sakit atau tertular sakit.. Makanya aku mau anakku bisa asi full 2 tahun karna sudah merasakan sendiri khasiatnya..🙂

    Comment by Anes — January 21, 2016 @ 3:21 pm

  13. Saya setuju banget ttg pemberian asi aja selama 6 bulan.Sebab sebelum saya melahirkan saya juga berdoa,spy baby bisa dapat full asi.Bersyukur sekali skrg baby dah 2 bulan dan masih full asi.Asi is the best.Apa yg menjadi bagian kita,kita lakukan.Dan Tuhan akan melakukan bagian-Nya.Pastinya hidup kita semua ada ditangan Tuhan.Manusia boleh berencana,dan Tuhan yg menentukan.☺

    Comment by Lina Yang — January 22, 2016 @ 2:38 am

  14. hai. semangat ASI. saya ada tumor di payudara tp bisa kok ttp kasih asi. Smakin mantap kasi ASI exclusive stlh baca ini. wlwpun kmrn kecolongan dikasi pisang sm air putih sm mama.. bsk lagi ga ak titipin deh haha. Anyway, masi bingung saya knp ngga kasih ASI aja, pdhl paling mudah. aman. Saya sbnrnya ga terlalu suka sm anak kecil, biasa aja, ditambah pny tumor di kdua payudara yg blm smpet saya ambil dan kburu hamil dlu. saya ttp kasih ASI.. dan walaupun walaupun walaupunnn banyak hal2 lainnya.. gatau lg mo ngmng apa. jgn manja aja buk ibuk yg pny byk alasan ga kasi ASI. yg manja kan hrsnya bayinyaa.. Selamat menyusui.. smoga ASI saya, saya, dan anak saya saling mendukung sampai 2 thn.

    Comment by Fadaeff — May 15, 2016 @ 5:07 am

  15. Mom, babyku baru seminggu sharing dong klo bayi kejang demam itu terjadinya kapan ya ? Biar bisa jaga” Aja hehehe maaf ya diluar topic

    Comment by Caren — May 26, 2016 @ 4:13 am

    • Bayi kejang demam (steuip) itu terjadi biasanya jika suhu tubuh bayi meningkat terlalu tinggi. Selalu sedia termometer dan obat penurun panas di rumah (obat yang diberikan sesuai petunjuk dokter tidak membatalkan ASI eksklusif), jaga supaya suhu tubuh bayi tidak melebihi 38 C. Lebih dari ini, bawa ke dokter.

      Saat suhu tubuh bayi mulai meningkat, lakukan kontak skin to skin antara ibu dan bayi, dua-duanya tidak mengenakan baju. Susui bayi sesering mungkin.

      Oh iya, jangan berikan kopi atau asupan aneh-aneh lain yang ‘katanya’ mencegah kejang demam yah, itu mitos😉

      Comment by hacques — May 26, 2016 @ 5:03 am

  16. Bun kalo sehari saja di selingi sama sufor boleh gk dikarenakan ibunya kerja di luar kota dan gk memungkinkan bayi dibawa ikut kerja,dan sorenya sih sudah pulang lg ibunya.

    Comment by Tri — July 12, 2016 @ 5:07 am

    • Sebaiknya sih ibunya mulai memompa ASI dan dibawa pulang dengan cooler bag. Pemberian ASIPnya jangan menggunakan dot. Bisa bikin bingung puting dan makin cepat bikin asi kering.

      Kerja di luar kota apabila pulang setiap sore hari ya masih mungkin sekali untuk tidak perlu tambah sufor. Yang kerja pulang seminggu sekali pun masih bisa lho memberi ASI saja, tapi memang syaratnya ibunya harus bersedia untuk berjuang memberi ASI dan rajin memompa😀

      Saya juga kerja di beda kota tiap hari ^^

      Comment by hacques — July 12, 2016 @ 5:25 am

  17. first choice ASI, dst ASI setuju banget banget , situasi tertentu yg menurut saya harus sufor or madu , bismillah , efeknya siapa tau anak saya jadi blogger kaya penulis … penulis dibesarkan bukan ASI ekslusif bukan ?🙂 and penulis yg terlihat pekerja keras yg ambisius walaopun pendapat faktanya berupa kutipan dari para ahli🙂
    be wise mom, sangat sangat terima kasih info nya, sangat berharga
    “meski tentu saja kita tahu, terbaik itu relatif,” kutipan dari penulis
    semoga Indonesia sehat selalu

    Comment by roctavia — July 17, 2016 @ 2:17 pm

  18. Bayiku umur 3bulan , masuk umur 2bulan bab nya ngga lancar bisa sampe 7-10hari baru bab. Itu juga bab nya ngeden ampe nangis kejer. Bayi ku full asi, kira2 bayiku kenapa yaa bun???????

    Comment by dewi — August 22, 2016 @ 2:34 am

    • Hallo bu Dewi, khawatir ya karena bayinya sepertinya BAB-nya tidak lancar?

      Selama bayinya full ASI, justru ini kondisi yang bagus. Karena itu berarti ASInya terserap sempurna dan jadi daging semua sehingga tidak perlu ada yang harus dibuang.

      Kondisi ini wajar dan batas toleransi bayi ASI eksklusif untuk tidak BAB adalah 14 hari. Jika sudah mendekati 2 minggu belum pup, bisa coba melakukan pijat ILU (tulis huruf I, L and U terbalik di perut bayi dengan lembut) atau pijat gowes sepeda (pegang kedua kaki bayi dan lakukan gerakan seperti menggowes sepeda pelan-pelan) untuk bantu melancarkan pencernaan.

      Jika sudah lewat 14 hari belum pup dan ada perubahan pada bayi (rewel, gelisah, menarik-narik kaki ke arah perut) maka bawa ke dokter.

      Comment by hacques — August 22, 2016 @ 2:50 am


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: