Can’t Resist Lust

February 6, 2013

Social Media Maintenance Untuk Pemula

So, siapa yang masih TIDAK SADAR kalo hari gini nih, jabatan Social Media Officer itu SEKSI? Karena lewat ujung jemari SocMed Officer lah maka suatu brand atau perusahaan dapat melakukan interaksi langsung dengan dunia (maya, dengan imbas nyata tentunya).

segalanya berawal di ujung jari

segalanya berawal di ujung jari

Jadi, siapa yang sekarang mau/berniat/hendak/akan mulai membuat setelan dasar akun jejaring sosial brand/perusahaan, tapi tidak tahu harus mulai darimana? Atau sudah punya Social Media Officer, tapi yang bersangkutan masih bingung gimana cara maintain akun-akun yang sudah ada? Atau mau belajar berurusan dengan social media karena tau gaji SocMed Officer itu minimal 7 juta untuk perusahaan besar? Terutama bagi yang kerja di advertising, pasti tahulah standar penghasilan SocMed Officer yang cukup banget kalo buat nyetarbak tiap hari dua gelas. Gimana cara untuk maintain social media akun yang dipercayakan di tangan kita? Mari kita mulai, dan dibawah ini cara-cara memulai dan nge-maintain social media accounts.

Persiapan Awal

Hm, kebeneran gw pernah berprofesi jadi Social Media Officer merangkap Content Marketing Web Copywriter dari sebuah perusahaan startup asing, dimana semuanya memulai dari awal, jadi kurang lebih gw rada ngerti dikit dalam menggunakan akun social media. Sebelum mendaftar dan mempublikasikan apapun lewat social media, pastikan sudah ada KONTEN untuk dipasang. Jika belum ada segera cambuk copywriter dan graphic designer yang ada dengan menyodorkan Social Media Cheat Sheet ini. Sebelum daftar akun, minimal siapkan:

  1. Company/brand profile: terdiri dari Nama brand/perusahaan, tagline, keterangan singkat mengenai brand/badan usaha, biografi (jika perseorangan), alamat dan telepon, lokasi, website resmi, blog, dan apapun yang sekiranya akan diperlukan untuk mengisi profil.
  2. Company/brand images : terdiri dari Logo, foto (produk atau perseorangan), gunakan warna-warna yang merupakan identitas perusahaan, dan video (bisa tentang produk atau portfolio karya)
  3. Company/brand product information : terdiri dari deskripsi produk, tips & trik yang berhubungan dengan produk, promo yang sedang dijalankan,  produk yang dulu pernah ada, produk yang sebentar lagi akan keluar.
  4. Customer interaction activities : terdiri dari postingan apapun yang bersifat ‘memancing reaksi atau umpan balik’. Be creative dan pastikan TEPAT SASARAN.
sasaranku adalah hatimu...

sasaranku adalah hatimu…

Untuk permulaan, mulailah dengan tiga besar di jagat social media, yaitu : Facebook, Twitter, Youtube. 

Facebook :

facebook-logoMemulai akun brand atau company di facebook jelas tidak sama dengan membuat akun pribadi. Tidak bisa memasang nama alay atau foto monyong. Dan salah ngepost bisa-bisa langsung jadi bahan ketawaan massa.  Kelebihan Facebook ada pada kemampuannya menjangkau basis yang sangat luas dan enak untuk berinteraksi dengan masyarakat luas. Untuk branding, Facebook sangat unggul karena bisa memasukkan berbagai apps, sehingga memudahkan jika ingin membuat kuis atau game tertentu.  Nah, cara memulai membuat page di Facebook :

  1. Buat Page tersendiri. Create Page baru dan pilih kategorinya. Kamu akan tahu bahwa kamu sudah benar jika di laman terdepannya ada kotak bertuliskan jumlah LIKES. Kalo adanya friends berarti salah.
  2. Setelah buat page baru, isi semua yang perlu diisi, seperti About, Basic Info, alamat, dan segala kelengkapannya dengan menggunakan konten yang sudah disiapkan di atas. Isi profile picturenya dengan benar dan pasang cover page terbaik.  Jika ada website resmi, pasang alamatnya di bagian About.
  3. Mulai bangun jaringan, dengan cara memasang Facebook Like plugin di website resmi, mengundang orang untuk melihat pagenya, membuat event, join berbagai Grup, atau mengklik LIKE pada page-page lain yang sekiranya berhubungan dengan brand atau lingkup bisnis perusahaan.
  4. Buat skedul pengisian konten, apakah 3 kali sehari ataukah setiap jam. Dan siapkan kontennya jauh-jauh hari, jangan saat menjelang waktunya update status baru jungkir balik karena nggak tau harus ngisi apa.
  5. Pantau reaksi pengunjung, jawab setiap pertanyaan yang masuk, selesaikan setiap masalah yang ada dengan baik, pastikan menyebut nama orangnya terlebih dahulu jika hendak menjawab pertanyaan seseorang supaya pengunjung lain tidak bingung.
  6. Gunakan Facebook Ad, tapi gak usah repot-repot beli LIKES. Terbukti jumlah LIKES palsu tidak ada gunanya untuk promosi brand atau meningkatkan pemasaran. Buang-buang uang. Gw kenal orang kaya asing yang buang duit 2000 dollar buat naekin likes page produk dia sebesar 200.000 jempol, tapi gak ngaruh, karena apa? Karena produknya belum jadi, target pasarnya Indonesia, sementara 99% Likes-nya berasal dari Vietnam. Dan gw BEGO kalo gw bilang itu strategi pintar.

Twitter

twitter-logo-hashtagAhh, Twitter. Banyak yang beranggapan bahwa social media itu adalah twitter. Cara paling cepat untuk menyampaikan segalanya, mulai dari berita aktual sampai skandal seks artis. Dengan hanya 140 karakter, pesan yang dikirimkan akan langsung tepat sasaran. Dan Twitter sangat cocok diterapkan sebagai sarana berkomunikasi dengan klien atau customer secara cepat, karena SocMed Officer bisa menjawab Twit dari mana saja. Hari gini hape siapa yang tidak dilengkapi app Twitter? Hmm, gw sendiri bukan pemakai Twitter, dan sampai hari ini tidak punya Twitter pribadi, tapi tuntutan profesi membuat gw mau ga mau harus belajar bertwit ria, mulai dari :

  1. Buat nama Twitter. Doh. Pastikan namanya berhubungan langsung dengan brand, dan apabila sudah ada yang mengambil namanya duluan, variasikan dengan menggunakan underscore, yang penting harus sedekat mungkin dengan nama brand yang diwakili.
  2. Isi lengkap profil Twitter, ulangi langkah di atas. Oh jangan lupa ganti background laman twitter dengan desain background resmi. Sekali lagi alamat website resmi harus tercantum, dan di bagian About, gunakan # (tagar) untuk memudahkan pencarian topik langsung mengarah ke brand atau company-mu.
  3. Beritahukan pada dunia bahwa akun Twitter sudah ada (posting alamatnya di Facebook dan akun pribadi), dan ajak mereka untuk mengikuti akun Twitternya.
  4. Galang pengikut. Buat kuis, berikan tips berguna, berikan hadiah bagi follower yang meretweet atau melakukan mention. Google menyediakan banyak cara mengumpulkan follower. But one thing to make sure, jangan pernah membeli follower. Nyaris tak berguna. Jangan ragu mengikuti akun brand ternama yang relevan dengan brand/company.
  5. Siapkan konten yang singkat, padat, jelas, dan terencana. Hindari nyepam. Ingat, hanya ada 140 karakter untuk setiap tweet, hindari penggunaan kata bertele-tele yang sangat amat panjang sekali sementara poin utamanya tenggelam entah dimana dari seluruh kalimat tersebut. Ahem, intinya, KISS. Keep It Simple, Stupid!
  6. Biasakan menggunakan @ untuk menjawab pertanyaan, jadi orang lain nggak bingung mengenai siapa mengajak bicara siapa.

Youtube

3D-YouTube-Logo-psd49001Hohohoho, the source of knowledge in life! Dari yang serius maupun yang konyol ada disini. Pintu sukses pun bisa berasal dari sini. Justin Bieber dan PSY adalah contoh nyata mereka yang harus sembah sujud berterima kasih pada Youtube. Trus caranya?

1. Pastikan lebih dahulu bahwa brand/perusahaan menetapkan bahwa Youtube akan menjadi sarana social media yang efektif ke depan.

2. Siapkan sejumlah video orijinal yang relevan. Apakah itu TVC (television commercial atau iklan tipi), demo produk, tutorial, atau company profile. Pastikan videonya tidak terlalu panjang, hasil riset menyatakan bahwa rata- rata orang bersedia menonton apabila videonya berdurasi antara 2-3 menit.

3. Jika akunnya adalah perseorangan dan memerlukan sponsor, silakan nyalakan opsi Ads, tapi jika akunnya adalah untuk bisnis, MATIKAN opsi ads.

4. Untuk setiap video yang diunggah, langsung sebar tautannya di halaman social media yang lain, dan mintalah umpan balik atau testimonial dari pengikut/pengguna produk.

Strategi Selanjutnya

Hayo, penting cuit atau jempol?

Hayo, penting cuit atau jempol?

Oke, ngeset akun udah, nyiapin konten, udah. Terus gimana selanjutnya? Tentu saja, MAINTENANCE, alias nge-maintain pengikut yang sudah ada dan meningkatkan social awareness terhadap brand atau akun perusahaan yang kita pegang. Gw akui, untuk nge-maintain jelas JAUH lebih sulit daripada memulai.  Terus strateginya gimana?

 

  1. Susun jadwal update konten. Gak akan bosen gw ngingetin soal ini. Buat halaman excel, beri jadwal, dan bedakan mana konten untuk Twitter, Facebook, Youtube atau website resmi. Pastikan di awal minggu, jadwal konten sudah terisi penuh hingga akhir Jumat.
  2. Siapkan konten yang banyaaaakkkkk. Inget empat syarat utama konten social media: Efektif, Spesifik & Relevan, Menggiurkan, Mudah dishare.
    Efektif berarti : nggak panjang, nggak nyepam, dan diposting di waktu yang tepat ; jangan ngepost tentang produk remaja di jam saat mereka sekolah.
    Spesifik&Relevan berarti : buat postingan sesuai dengan topik yang disukai para follower, jangan ngepost tentang politik jika pengikut terbesar brand adalah anak-anak dan remaja.
    Menggiurkan berarti : berikan tawaran produk eksklusif, adakan kuis berhadiah, pasang video bagus mengenai brand, pajang poster promo terbaru.
    Mudah dishare berarti: memasang konten yang memiliki ‘value’, dimana orang akan merasa perlu untuk berbagi, dimana semua orang sebaiknya tahu.
  3. Berinteraksi. Jawab semua pertanyaan (meski gw tahu ini malesin), pasang satu post khusus apabila pertanyaan yang masuk hampir semuanya senada dan tag orang-orang yang bertanya disitu. Sering-seringlah bertanya mengenai pendapat para follower, untuk mendapatkan umpan balik mengenai brand.
  4. Jangan mempromosikan produk melulu. Boleh juga membuat postingan berupa cerita lucu, gambar lucu, link blog yang berguna, quote keren atau video konyol. Minta like dan share dari pengunjung dan tanya pendapat mereka untuk memancing interaksi.
  5. Monitor efektivitas social media secara berkala. Cari tahu mana konten yang mendapat reaksi paling banyak dan tarik garis besar mengenai minat follower. Tingkatkan awareness ; misalnya dengan metode Facebook Ads atau menyewa Tweet Buzzer; dan buat catatan mana metode terbaik meningkatkan efektivitas social media yang digunakan.

Hokeh, gw rasa cukup dulu ya? Silakan dijadikan referensi jika berguna, diberi tambahan jika ada yang dirasa perlu, dan jika ingin diskusi atau sekedar tanya-tanya, silakan layangkan ke hacques_reird@yahoo.com

photo credit : FreeImageWorks.com dan public domain.

Iya gw ngaku, ni poto gw pajang karena modelnya GANTENG

Iya gw ngaku, ni poto gw pajang karena modelnya GANTENG

1 Comment »

  1. gile mantap juga ini kartikel

    Comment by Yoga Sena` — October 23, 2015 @ 8:28 am


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: