Can’t Resist Lust

October 23, 2012

Kawin Apa Nikah?

Filed under: Love and Life, Love in Daily Life — hacques @ 10:31 am

BUSET DAH! Hari gini masih ada aja yang percaya bahwa NIKAH dan KAWIN itu beda.
Dan banyak yang percaya bahwa bedanya adalah, kalo NIKAH itu NEKEN (tanda tangan pertanda terikat suami-istri) dan kalo KAWIN itu NEKEN (dalam artian menindih, atau berhubungan seksual). Intinya, KAWIN adalah istilah yang lebih negatif daripada NIKAH.

Here gumbos, let me tell you this, you’re TOTALLY WRONG!

Gw pada dasarnya nggak memasalahkan urusan istilah ini, toh artinya sama. Sebuah prosesi ikatan antara dua orang dan dua keluarga, untuk meresmikan keduanya sebagai pasangan suami istri. That’s it.

Trus, kenapa gw hari ini malah ngebahas ginian? Well, gegara ada seseorang yang nyamber di Plurk gw dan mengatakan ini :

Dhier… gimana gw ngga kebakaran jenggot? Padahal punya jenggot pun nggak ~____~”

Orang Indonesia kebanyakan tidak bisa membedakan KAWIN dan NIKAH. Dan bahasan mengenai hal ini cukup banyak, antara lain seperti di blog Oh Mai Goat ini. Yup, disitu terdapat bahasan yang sangat bagus mengenai asal muasal kedua kata tersebut.

Dan disini kenapa gw tulis ulang? Ya gatel aja.

So, menurut Wikipedia Indonesia Mengenai Perkawinan, asal kata KAWIN adalah:

Perkawinan adalah kata benda turunan dari kata kerja dasar kawin; kata itu berasal dari kata jawa kuno ka-awin atau ka-ahwin yang berarti dibawadipikul, dan diboyong; kata ini adalah bentuk pasif dari kata jawa kuno awin atau ahwin; selanjutnya kata itu berasal dari kata vini dalam Bahasa Sanskerta[1].

KAWIN, atau KAHWIN, kalo kata orang Malaysia bilang, itu pada dasarnya adalah Bahasa Indonesia asli. Yang terderivasi dari Bahasa Sansekerta.

Apa yang menyebabkan makna kata KAWIN jadi berkonotasi negatif? Hmm, sepertinya gegara joke-joke seputar Kawin dan Nikah yang dah kadung beredar di masyarakat. Sekarang yuk, kita coba cek etimologi dari kata yang satunya, NIKAH.

Dan menurut Wikipedia Indonesia Mengenai Pernikahan, asal kata NIKAH adalah:

Pernikahan adalah bentukan kata benda dari kata dasar nikah; kata itu berasal dari bahasa Arab yaitu kata nikkah(bahasa Arabالنكاح ) yang berarti perjanjian perkawinan; berikutnya kata itu berasal dari kata lain dalam bahasa Arab yaitu kata nikah (bahasa Arabنكاح) yang berarti persetubuhan.

DOR! Bukan gw yang ngomong, tapi Wikipedia loh. NIKAH, pada dasarnya itu bahasa Arab. Gw tau dari awal karena gw belajar hukum pernikahan Islam yang disebut MUNAKAHAT. Just add one and one together and you can do the math. Sumber lain mengenai istilah NIKAH bisa didapat di Dokumen Scribd yang diupload Mr Fadelhut disini. Disitu jelas. Yang maknanya negatif justru kata NIKAH.

Trus pertanyaannya sama, apa yang menyebabkan kata NIKAH justru mengalami kenaikan derajat dibanding KAWIN? Jawabannya idem aja dah sama penyebab kata KAWIN turun kasta diatas.

Jadi? Sebenernya mana yang bermakna ‘NJENGKING’ kalo kata seorang Plurker di atas? Kalo dari bahasan di atas, tentunya jawabannya NIKAH. Tapi buat gw pribadi, kurang pas juga. Kenapa gw nggak setuju? Silakan cek lagi dua link Wikipedia diatas. Keduanya menyatakan bahwa perkawinan dan pernikahan adalah proses pengikatan RESMI. So, definisi apapun yang menggambarkan bahwa salah satu dari kata KAWIN atau NIKAH adalah negatif, otomatis gugur. Dua-duanya resmi kok. Mau kawin, mau nikah, udah ngucap janji setia dan tanda tangan di buku nikah, lu bebas mau ngapain aja. Both are legal, dude.

Trus apa definisi dari ‘NJENGKING’ itu sendiri? Hubungan seksual di luar tali ikatan resmi sebagai suami istri.  Tentu saja maknanya negatif dari berbagai sudut. Mau jungkir balik juga tetep aja itu kegiatan gak bener. Terus, harusnya apa disebutnya? Ya ZINA lah.  Cemacem.

So, kalo ada yang ngomong ‘Gua mau KAWIN’ atau ‘Gua mau NIKAH’, maknanya sama aja. Dia berhasil mengambil sikap terhadap salah satu keputusan tersulit dalam hidup manusia, dia berani maju melepaskan diri dari orang tua dan menghadapi dunia dengan pasangannya, dia berani mengambil tanggung jawab besar sebagai manusia secara resmi.

Well, sampe sini aja ah, Val udah jemput. Dheee ^^

1 Comment »

  1. Benar sekali artikel diatas,
    Dan sedikit ingin menambahkan menurut hukum di Indonesia yang ada adalah undang-undang perkawinan no 1 tahun 1974. Undang-undang no 1 tahun 1974 pasal 1 adalah perkawinan ialah ikatan lahir batin antara seorang pria dan wanita sebagai suami dan isteri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Mahaesa

    Comment by Edo — August 15, 2015 @ 5:04 pm


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: