Can’t Resist Lust

October 3, 2011

Hidup Itu Indah

Filed under: Love and Life — hacques @ 9:24 am

Yup. Hidup itu Indah. Gw ingin tetap mempercayai hal ini.

Hwell, dalam waktu kurang dari satu minggu, tepatnya sejak tanggal 29 September sampe sekarang tanggal 3 Oktober, dunia gw terbolak balik, atas jadi bawah, bawah jadi atas.

Kamis, tanggal 29 September, gw ngerasa ada yang gak beres nih sama perut gw. Sakit luar biasa diajak gerak. Dan jelas, bukan sakit perut keracunan or else, karena gak ada masalah dengan metabolisme gw. So, gw pulang cepat dari kantor.

Waktu itu bokap nyokap gw gak ada dirumah. Mereka pergi ke Palembang karena Akas (panggilan bahasa Palembang untuk Kakek) gw di sana masuk rumah sakit, so, dengan diantar Val, gw langsung cabs ke dokter.

Dokter pertama : Gak ada. Dokternya lagi di kantor dan belum balik ke tempat praktek. Dalam hati gw pengen teriak “Why the heck you open your damn practice..” tapi yah, namanya orang, tentunya dia punya urusan masing-2 dong. Gw gak bisa egois kayak gitu.

Next, gw pergi ke klinik deket rumah. Dan begitu gw tanya resepsionis, dokternya lagi istirahat dan gak bisa diganggu sampe waktu istirahatnya abis. Wakwao, gw dah pengen nangis sih karena sakitnya gak tahan, tapi ya sudah. Gw n Val pulang dan gw memutuskan pergi ke Puskesmas besoknya.

Jumat 30 September pagi, gw ke jalan ke Puskesmas. Terus gw datengin tu dokter. Dia bilang, sakit gw adalah gejala usus buntu. Wakwao, yowes. Val gw paksa dateng ke rumah setelah pulang kantor sore harinya.

Lalu gw n Val datengin lagi dokter yang kemaren masih di kantor. Dan kata dokter yang ini, kondisi gw memang mengarah ke gejala usus buntu. So, gw dikasih surat rujukan buat ronsen.

Malem itu juga gw ke RS deket rumah. Disitu gak ada alatnya bokk (and why the heck you dare to open a hospital… well, yasudahlahya, namanya RS pinggiran kampung T__T). Yah tak apa, gw bilang Val kalo besoknya gw mau ke RS besar di Pinang Ranti.

Tanggal 1 Oktober pagi. Gw jam 8 dah siap di RS PinangRanti. Ditemani Val. Dan ternyata gw harus persiapkan diri seharian penuh untuk bisa ronsen esok harinya. Oke, gw nurut. Seharian itu gw nggak bisa makan apapun kecuali bubur dan kecap. And for this time being, I can’t stand near bubur or kecap! Ergh…

Masih tanggal 1 Oktober, Val nemenin gw seharian di rumah. And FYI, its HIS BIRTHDAY! Gila… gw nggak nyiapin kado, gw nggak bisa nemenin dia jalan (karena kondisi gw yang bergerak aja susah) bahkan gak bisa delivery makanan apapun kek buat ngerayain kecil-kecilan (karena gw dalam keadaan puasa).

Dan tanggal 1 Oktober ini belum berakhir. Jam 8 malem bokap gw nelepon dari Palembang, ngabarin bahwa despite all efforts, Akas nggak bisa diselamatkan. Beliau wafat pukul 8 kurang dua menit.

Devastated.

That’s me.

And on top of all, tanggal 6 Oktober, seharusnya di rumah gw akan diselenggarakan acara lamaran keluarga Val ke keluarga gw. Yes of course, by my Grandpa’s death the event must be postponed. Lumayan juga tuh nelepon sana sini buat cancel segalanya, katering, para tamu, dst. But it’s ok though. Postponed not canceled, cuma diundur.

Whew. Oke, mari dihitung. Gw berada dalam kondisi waspada usus buntu, my Grandpa passed away, and my engagement party postponed. Ehehehehe, tak apa.

I know my Grandpa’s passing is the best for him. Better than suffering in the ICU. He can go and meet my late Grandma. For God’s sake, it’s been 10 years since my Grandma left him. Akas meninggal di usia sekitar 84 tahun. Beliau sudah menikah dengan Nyai (panggilan untuk Nenek bahasa Palembang) sejak usia 17 tahun. Dan sejak Nyai meninggal, Akas nggak pernah lupa untuk membawa satu atau dua potong pakaian Nyai kemana-mana di kopernya kalo lagi jalan keluar kota atau keluar negeri. Isn’t he sweet?

You have no idea how grateful I am to have Val. Dia nemenin gw tanpa mengeluh sedikitpun. Dia rela nganterin muter-2 nyari dokter tanpa hasil, dan bersedia ngabisin hari ulangtahunnya nemenin gw, padahal hampir gak ada yang bisa gw kasih ke dia di hari itu. I apologized to him though, its his birthday and I was devastated. But he said ‘its okay’ while stroking my hair and hugs me carefully. Really. His existence is the reason for me to enjoy the life. Thank You Allah.

That’s life. And life is wonderful, if you choose to see it as wonderful.

Dan malam ini gw mau bawa hasil ronsen appendicogram gw ke dokter. Wish me luck all!

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: