Can’t Resist Lust

June 7, 2010

Sesekali Ngomong Dari Hati

Filed under: fanfic, Simple Story About Me — hacques @ 11:19 am

Sesekali gw pengen ngeluarin unek-unek aja… kerjaan gw lagi agak tricky hari ini, dan ada orang yang menggelitik…

Ini isi e-mail yang baru aja gw terima mengenai review cerita gw yang bikin gw rada geli…

Diamond-Crest,

A new review/comment has been submitted to your story.

Story: Ikatan Darah
Chapter: 8. Darah Yang Sama

From: Lucifer Hand ()
——————-

Saya suka fic anda kok, bagus msuk akal n yg terpenting sih rapi. Tp, anda jg btuh kritik, jgn marah dengan apa yg saya sampaikan

-First

anda sepertinya membuat kesalahan sederhana dr mulai typo dan lainnya. Seperti Mrs. Hermione harusnya Mrs. Hermione weasley, saya tahu klo hanya memakai Mrs. Weasley pasti dikiranya Mrs. Molly Weasley. Ttu saja yg lumayan mengganggu

Second

d sini mengandung unsur bashing chara n bashing pair kan? D harapkan jgn mem-bashing chara n pair separah itu. Saya tahu itu hak anda, but anda hrus menghargai sedikit Mrs. Rowling yg telah susah payah menjaga imej para chara n membuat pair dgn susah payah. Saya kurang suka Ron tp saya g mimpi bwat bashing s ron tuh. Harap hargai stiap chara n pair yg tlah d bwat Mrs. Rowling y!

Third

anda jgn menonjolkan 1 chara saja, seperti anda menonjolkan Leonidas, saya tau anda menyukai Leon, tetapi bkankah ‘smua manusia punya kekurangan’? Lalu mana kekurangan Leon? Anda jg telah seenak udel membuat Leon slalu menang, jd pahlawan dst. Lalu ini fic scorpiusxrose kan? Knapa anda tdk membahas hubungan mereka dgn lebih kental? Misal, 1 chap saja amda bwat khusus bwat mereka?
Soalnya hub. mereka cuma nyempil doank, banyak d chap 1-3 doank, laennya leon… Leon aja trus. Mhon d ingat itu y!

Jgn masukin k hati y

Satu kata aja buat si Lucifer Hand ini = pity.

First

Hey, ada yang menyuruh gw untuk memperhatikan TYPO. Padahal dia sendiri salah ketik sana-sini, menggunakan penyingkatan di tempat yang tidak betul, penggunaan huruf besar dan kecilnya pun salah. Gw pake penggunaan Mrs Hermione karena apa? Mrs Weasley tuh BANYAK. Nyokapnya Victoire, namanya Fleur Weasley, istri Percy, Penelope Weasley, istri George, Angelina Weasley…. istri Arthur, Molly Weasley… ini maksudnya biar langsung tau kemana yang dituju… capek deh. Dan gw rasa satu-satunya orang yang nganggep itu mengganggu… yah… We-know-who.

Second

d sini mengandung unsur bashing chara n bashing pair kan?

Sok tau. Kenapa jadi dirimu yang nentuin ini bashing chara atau bashing pair?

D harapkan jgn mem-bashing chara n pair separah itu. Saya tahu itu hak anda, but anda hrus menghargai sedikit Mrs. Rowling yg telah susah payah menjaga imej para chara n membuat pair dgn susah payah

Mungkin ada yang tidak tahu soal ini, jadi gw merasa harus menginformasikan kalo Mrs Rowling itu SANGAT MENGHARGAI SETIAP FANFIC. Beliau senang baca fanfic dan nggak protes tuh sama pairing yang aneh-aneh. Dan ini FANFIC ya, setiap author berhak bikin karakter seaneh apapun, mau bikin pasangan Dumbledore-Hagrid pun bebas.

Gw bisa balikin kata-kata yang dicetak miring di atas. Tolong HARGAI para pengarang fanfic yang susah payah meramu ide dengan pairing yang baru bahkan diluar pikiran. Dan apakah ada pairing yang di-bashing? Menurut gw tidak ada.

Gw harap kita semua disini sudah mengerti artinya bashing. Menjelekkan sampai terlihat parah sekali; mau contoh? Ada kok fanfic mengenai Draco dapet sexual abuse dari Lucius, atau Ginny yang dipermalukan dengan melihat Harry-Hermione making out di Ruang Rekreasi Gryffindor, atau Ron yang suka mukulin Hermione, itu baru namanya character bashing, dibuat super OOC sampe-2 gak kebayang mereka sanggup begitu. Yang seperti itu banyak. Dan percaya atau tidak, mereka dihargai lho. Dengan apa? Bisa dilihat langsung dari jumlah reviewnya😉

Harap hargai karya orang ya.

Third

anda jgn menonjolkan 1 chara saja, seperti anda menonjolkan Leonidas, saya tau anda menyukai Leon, tetapi bkankah ‘smua manusia punya kekurangan’? Lalu mana kekurangan Leon?

Sadar tidak kalo Leonidas itu justru yang paling jarang diceritakan? Dialognya sedikit, hanya disebut selentingan, kesehariannya tidak diceritakan, dan masa lalunya masih misteri? Sadar gak kalo dia bahkan nggak punya pacar? Silakan baca deh post gw seminggu yang lalu mengenai Leonidas, he’s not that perfect, although I won’t be sorry to say this, tapi gw sangat menyukai genre !PowerfulChara. Sayangnya ini tidak berlaku buat Leonidas, meski gw punya hak penuh untuk membuat dia seperti itu.

Anda jg telah seenak udel membuat Leon slalu menang, jd pahlawan dst

Sorry to say this, tapi sekali lagi ya, sebenernya gw PUNYA HAK buat bikin Leonidas selalu menang, ass-kicking, new savior of the world, Harry-Potter slayer, the brand-new Dark Lord, or whatever I want. Ini fanfic. Tapi KAPAN sih dia selalu menang? Dia tak pernah bertarung dengan siapapun juga. Aneh dee…..

Lalu ini fic scorpiusxrose kan? Knapa anda tdk membahas hubungan mereka dgn lebih kental?

Astaga… pusing gw. Did you read the entire fanfic? No further comment. Scorpius sendiri sampe stres kok mikirin hubungan dia dengan Rose.

laennya leon… Leon aja trus

Kwaa kwaaa…. you pikir fanfic Ikatan Darah ini pada dasarnya terinspirasi karena keberadaan siapa? Kalo gak ada Leon ya gak ada ikatan darah antara Rose dan Scorpius dong? Genius indeed…

Hehehe, Lucifer Hand, siapapun dirimu, JANGAN DIMASUKIN HATI YAAAA😄😄😄😄

Buat yang lain : yaah, ketawain aja lah. Baik gw-nya atau orang yang gw bahas disini… Gw tau gw butuh kritik, tapi yang masuk akal. Yeaaahhh…. pulang ah….

14 Comments »

  1. mantap lah kk hacques… lagian gw setuju banget, namanya juga fanfic, suka2 si pengarang dong mau bikin karakter kayak apa, jalan cerita kayak apa. justru kreativitas si fans cerita asli yang diminta untuk dikeluarkan.

    go ahead, sist!

    Comment by Muthe — June 7, 2010 @ 11:50 am

  2. there always people think they’re free thinker but actually not…talking smart but actually not…

    Fanfiction…bla bla working them over through their speculations, until they take on a life of their own…bla bla (dari wiki). Gwe pikir fanfic itu bebas… Dan karena bebas itulah seninya. Bisa bikin Harry potter jadi slut bwat snape kek..bwat McGonnagal kek, jadi ya…up to the author. Some take the characteristic as holy bible …some modify it…

    Dan bukan karena gasuka lo…some reaalllly like ron/harry that they decide to make him slutty in their fic…

    Comment by Ri — June 7, 2010 @ 12:56 pm

  3. lol! review emang kadang aneh-aneh, apalagi kalo kitanya lagi stres, pulang malem, ngecek email malah nemu ‘sampah’ di review page. gue pernah direview sama orang yang bilang dia ngga suka slash, jadi tolong hilangkan unsur slash tapi tetep pertahankan konflik utama yang ada. for f*ck’s sake, udah jelas itu cerita romance dgn paring slash, gimana mau ngilangin slashnya? ada juga yang sewot ke gue dan bilang kalo dia sebel baca fic gue, karena dia benci yaoi. padahal udah kita tulis di warning kalo may include slash. blah.

    *kenapa jadi curhat gini?*

    ah, sudah, pokoknya semua review emang harusnya membangun. kalo ada yg nggak membangun, authornya berhak tidak memikirkan hal itu dan melanjutkan hidup. lol… keep on going sajalah. Ikatan Darah itu fic yang keren kok. teruslah berjuang, sista.🙂

    Comment by thieaarantxa — June 9, 2010 @ 11:03 am

  4. ekekek… sip lah ka! setuju w sama lo!
    terserah kita mau bikin chara kaya apa? lah apalagi kalo udh ada peringatan, slah, ooc, dsb.:p

    lagi ju ff mu ga ada unsur ngebash-nya ko. ganbatte!:D

    Comment by Aya — October 24, 2010 @ 1:54 am

  5. Saya suka baca fanfic……tapi belum pernah fanfic yang ditulis oleh orang Indonesia. Saya kebetulan sering baca buatan orang Barat…karena saya ga tau di ina tu situsnya apa….!!shallow me!!hehe
    Mendasarkan pada tulisanmu ini,saya ingin memberikan pandangan saya tentang bagaimana bedanya beberapa orang Indonesia dan beberapa orang barat menanggapi kritik dan harapan pembaca fanfic….let me show you (hope you don’t mind:-p):
    1.di fanfic-nya orang barat, sering banget saya menemukan review yang isinya cuma “please update!”, “update soon!”, “can’t wait to read more!” yang ditulis pembaca fanfic yang dengan bangga dipajang penulis fanfic dan dibalesin satu-satu, paling tidak bilang “terimakasih” itu pasti mereka lakukan.
    Jadi alih-alih menganggap review seperti itu tu ” does nothing to me”, saya sarankan mulai menghargai yang kecil-kecil ya..karena tidak ada hal besar yang tidak berawal dari hal kecil. Anggap saja review atau komentar yang kamu anggap “junk review” itu adalah keinginan pembaca untuk memberi tahukan pada kamu kalau fanfic-mu tu ada yang baca, yang baca suka, dan berusaha memberikan semangat pada kamu buat menulis dan nglanjutin ceritanya…..saya pikir itu seharusnya malah menjadi kebanggaan kamu….uhm..masalah inbox penuh..ya tinggal dihapus aja dengan lapang dada..orang mau sukses tu arus mau susah…hehehe
    2.Menurut pandangan saya,masalah mengkritik dibales kritik (kalo boleh disebut secara vulgar, antara si Lucifer Hand/LH dan kamu, Hacques) itu sudah sangat “old school”.Defense sih wajib…tapi kalo kamu sukanya yang masuk akal, defense-mu yang nomer 1 itu menurut pandangan saya juga kurang masuk akal…jadi waktu si LH memberi masukan bahwa kamu sebaiknya memperhatikan masalah typo, arusnya cukup bilang “iya, nanti diberesin ya” or sejenisnya, dan bukanya bilang “Padahal dia sendiri salah ketik sana-sini,bla..bla..bla..” C’mon mas/mba…it was for your benefit..kalo kamu mikirnya seperti itu, saya pikir namanya MENGALIHKAN MASALAH..defense yang sama sekali tidak elegan dan tidak ada manfaatnya buat kamu…ayo mulai lapang dada dan rendah hati…
    3. Saya bukan penggemar Harry Potter jadi tidak tahu apa yang LH dan kamu bicarakan pada nomer-nomer selanjutnya. Menurut pandangan saya, apapaun itu hasilnya, LH telah berusaha memberikan masukan, orang mau memberi masukan dasarya apa?dasarnya sayang loo, kalo ga sayang, maless lah beri masukan….i think a sweet thanks good enough for him/her..
    Intinya, bahwa saya merasa kamu kurang menunjukkan penghormatan kamu pada pembaca. Padahal saya yakin,kamu sangat menginginkan fanfic-mu dibaca orang kan?(ya buktinya dipublish-in, kalo ga pengen dibaca mah ditulis aja di diary).Saya yakin bahwa benar penulis fanfic mempunyai hak untuk membuat cerita seperti apapun, namun saya juga yakin, bahwa di sisi lain, pro kontra pasti tetap ada. Tirulah penulis favoritmu, yang menghormati semua pengarang fanfic walau kita mungkin juga tidak tahu dalam hatinya seperti apa. Praktekkan sikap lapang dada bu Rowling pada pembacamu…..bukankan kamu sangat mengagumi dia???biarkan pembaca mengkritik, penulis tetap berlalu maju tanpa perlu balas kritik….(lagian bukan kritik kalo ada kriteria kritiknya harus gini, harus gitu, mulai ambil yang baik yang tidak sesuai ditinggal)
    Mulai perlakukan pembaca sebagai asetmu dengan tidak men-defense kritik mereka habis-habisan dan mengatakan kritik mereka yang kamu anggap silly itu “tidak masuk akal”…..calon orang besar, harus pintar membawa diri…
    Seperti tulisanmu yang judulnya “Sesekali Ngomong dari Hati” , jangan penuhi hatimu dengan kejengkelan dan kebencian…maaf…soalnya kesan itu itu yang saya rasakan waktu baca tulisanmu ini. Yang terakhir, terimaksih sudah mau membaca masukan saya, setiap orang tidak ada yang sempurna, mari kita instropeksi!! semoga berguna bagi kita…!!Amin

    Comment by raniii — November 8, 2010 @ 10:08 am

    • Hallo, kebeneran lagi OL jadi bisa langsung kasih tanggepan nih.

      1. Di fanfic-nya orang barat, sering banget saya menemukan review yang isinya cuma “please update!”, “update soon!”, “can’t wait to read more!” yang ditulis pembaca fanfic yang dengan bangga dipajang penulis fanfic dan dibalesin satu-satu, paling tidak bilang “terimakasih” itu pasti mereka lakukan.

      — Dibalesin satu-satu really taking time. Dan jika mereka bangga dengan itu, berarti simpel aja. Mereka memiliki standar yang berbeda dengan gw.

      Anggap saja review atau komentar yang kamu anggap “junk review” itu adalah keinginan pembaca untuk memberi tahukan pada kamu kalau fanfic-mu tu ada yang baca, yang baca suka, dan berusaha memberikan semangat pada kamu buat menulis dan nglanjutin ceritanya…..saya pikir itu seharusnya malah menjadi kebanggaan kamu….uhm..masalah inbox penuh..ya tinggal dihapus aja dengan lapang dada..orang mau sukses tu arus mau susah…hehehe

      — Andaikan semua bisa dianggap seperti itu. Sometimes some dafts put ‘Update Soon’ review to a one-shot fic. Justru malah jadi dipertanyakan, sebenernya baca apa nggak? Dan junk review gak semuanya berisi update soon, ada juga yang bilang ‘eh, di google gw baca Hermione jadian sama Ron, kok disini Draco?’ Orang mau sukses memang sepaket dengan susah, tapi kalo ada yang bersedia dipersusah… yah, itu pilihan, dan gw memilih untuk tidak mengurus yang itu.

      2. C’mon mas/mba…it was for your benefit..kalo kamu mikirnya seperti itu, saya pikir namanya MENGALIHKAN MASALAH..defense yang sama sekali tidak elegan dan tidak ada manfaatnya buat kamu…ayo mulai lapang dada dan rendah hati…

      — Beda soal. Jangan dialihkan masalahnya. Bukan urusan rendah hati, tapi mengarah pada ‘sebelum menunjuk pada gajah di seberang laut, tuh di samping juga ada gajah kok.’ Typo buat gw bukan masalah besar. Karena gw gak goblok-goblok amat untuk nggak mengerti arti kata jika membaca kalimat : dRaco malfoy mengirim kutukan Serpentsortia pada Harry Potter. Tapi kalo urusan ‘kata kerja sehabis kata lisan dalam kalimat harus dimulai dengan huruf kecil’, nah itu udah kelewatan menurut gw. Sweating the small stuff really takes your energy. Gw (and maybe you too) baca buanyak sekali fanfic dan yang namanya menemukan kesalahan itu sering, bahkan ada yang nulis tales dengan tails di fanfic bahasa Inggris, but still, entah pikiran gw yang sederhana atau gimana, gw bisa terbawa oleh cerita yang indah dan gak repot-repot nyari-2 kesalahan orang.

      3. Intinya, bahwa saya merasa kamu kurang menunjukkan penghormatan kamu pada pembaca. Padahal saya yakin,kamu sangat menginginkan fanfic-mu dibaca orang kan?(ya buktinya dipublish-in, kalo ga pengen dibaca mah ditulis aja di diary)

      — Sepertinya sekali lagi berbeda standar. Banyak orang (yeah, you’re not the first) yang meyakini bahwa alasan gw menulis fanfic adalah semata-mata supaya dibaca orang (bahkan ditekankan dengan kalimat ‘kan’). Yeah, gw punya alasan sendiri dalam menulis. Dan kalo ga pengen dibaca ngapain ditulis dari awal? I won’t use my time for something useless. Penghormatan gw pada pembaca tidak perlu ditunjukkan dengan cara menelan mentah-mentah semua junk review yang masuk. Gw hormati pembaca gw dengan memberi mereka cerita, and its free of charge, nothing can be earned as a fanfic author.

      Tirulah penulis favoritmu, yang menghormati semua pengarang fanfic walau kita mungkin juga tidak tahu dalam hatinya seperti apa. Praktekkan sikap lapang dada bu Rowling pada pembacamu…..bukankan kamu sangat mengagumi dia???biarkan pembaca mengkritik, penulis tetap berlalu maju tanpa perlu balas kritik….(lagian bukan kritik kalo ada kriteria kritiknya harus gini, harus gitu, mulai ambil yang baik yang tidak sesuai ditinggal)

      — I did. Kalo sempet baca profile page gw, bisa liat pengarang fanfic favorit gw, yang punya quote original:
      “If you are the AUTHOR, therefore you are GOD of the story you make, it’s your choice, your view and your imagination and hard work that you put into it.”

      Kritik yang membangun sejauh ini gw lihat adalah ‘jika saya yang mengkritik anda’. Gw tidak membalas si Lucifer Hand dengan kritik, dia tidak menghasilkan karya yang bisa gw nilai, tapi gw bereaksi karena apa yang ada di pikiran gw adalah kebalikan total apa yang dia omongin.

      Seperti tulisanmu yang judulnya “Sesekali Ngomong dari Hati” , jangan penuhi hatimu dengan kejengkelan dan kebencian…maaf…soalnya kesan itu itu yang saya rasakan waktu baca tulisanmu ini. Mulai perlakukan pembaca sebagai asetmu dengan tidak men-defense kritik mereka habis-habisan dan mengatakan kritik mereka yang kamu anggap silly itu “tidak masuk akal”…..calon orang besar, harus pintar membawa diri…

      — By the way, gw orang jujur. Gw bicarakan kalo gw nggak suka akan sesuatu, jauh lebih baik daripada backstab fiesta. Dan gak perlu minta maaf, gw memang menulis dengan rasa luar biasa kesal. Untuk jadi orang besar sepertinya tidak berarti menelan mentah-mentah semua innacurate accuse yang ada. Jika ada yang memang perlu diluruskan, ya kebenaran perlu disampaikan.

      terimakasih sudah mau membaca masukan saya

      — Ok. By the way, have you read my fanfic yet? Terletak di ffnet. Atau bisa lihat dulu salah satu sampelnya dari ebook yang ada di postingan sebelum ini.

      Gw akan merasa sangat terluka jika setelah pembicaraan panjang lebar diatas ternyata pandangan Anda cuma dari sudut pandang si reviewer. Silakan nilai fanfic yang bersangkutan dulu, dan lihat apakah memang sesuai dengan perkataan si Lucifer Hand? Apakah gw memang pantas untuk diperlakukan seperti itu?

      Karena satu hal yang sangat gw (dan semua orang pastinya) benci adalah jika ada orang lain yang menganggap paling tahu tentang gw. Dan menggunakan kata ‘kan’ pada kalimat mereka saat menilai. Lucifer Hand sudah melanggar batas itu, dan yaa, gw gak suka.

      Comment by hacques — November 8, 2010 @ 10:50 am

  6. Hmm…gwe personal juga suka baca fanfic. tpi mungkin gwe punya beberapa opini juga, gwe mencoba liat dri sisi laen:
    1. Kadang ada reviewer yg emang annoying, ngritik konteks yg kurang jelas. Kalu emang bahasanya emang enak ya kita bisa terima, tpi kalu dah gaenak bahasanya…salah pula(seperti yg di atas). Gwe artist juga, jadi kadang ngerti soal kritikan yg bukan membangun malah menjatuhkan. misal, bahasa Raniii yg comment enak dibaca. tpi lain halnya dengan si LH. Kalu ngritik sebelonnya gwe akan baca baik2 tuh cerita, kalu perlu review ulang dan cari istilahnya sebelon gwe klik “post comment”.
    2. Trus…gwe gatau apa balesan Hacques ke LH di website fanficnya; tapi… ini blog bukan?
    i mean…our own space. gwe juga suka curhat di blog gwe en gwe pikir itu yg bikin bebas.
    Yaa..ada yang makes sense dari opini Ranii…en ada juga yg makes sense dari post and Hacques.

    Just a bit of my 2 cents…

    Comment by Ri — November 8, 2010 @ 10:51 am

  7. Sorry kalo gw tiba-tiba nimbrung… Bukan ngebela atau apa, yg jelas… Hey, penulis punya sesuatu yang gw rasa dirasain semua penulis… Bete kalo ada ripiu ga jelas masuk dan isinya sama sekali ga berbobot…
    Udah susah payah nulis, dapet komen ga enak dan yg jelas ga bener. Pasti bete lah…

    Jadi wajar aja lah kalo si penulis itu gerah sama ulah si peripiu yg ngga jelas itu…

    N masalah ngeluarin unek-unek, it’s your space, no problems if you want say anything in here…XDD

    Buat ranii, bahasa kamu bagus, niat kamu pun baik. cuma liat dulu deh ripiu si LH itu, beneran bikin kekih. gw aja yg bukan authornya bete..XD

    Dah ah, gw gawe lagi…XD

    Comment by aya — November 9, 2010 @ 2:28 am

  8. Jadi gara-gara kritik itu kakak nggak update lagi? hmm sayang banget yak. Aku baru hari ini baca ikatan darah dan aku cukup suka sama ceritanya.😉

    Dan hei rada gimana gitu baca kritik di atas, ada ya orang yang ngritik sampek segitunya.🙄
    Di fandom laen waktu chara jadi psycho pun nggak ada yang protes berlebihan. Cuz ngarang FF memang nggak gampang.😡

    Ah kakak kapan ikatan darahnya dilanjutin? udah 2 tahun yak nggak diupdate? Ato memang rencanax nggak bakal dilanjutin?😦
    Sayang banget yak klo ceritanya nggak dilanjutin, ayo dunk kak dilanjutin lagi😀

    Comment by Annisa — September 19, 2012 @ 7:37 am

    • Hallo, thanks ya udah baca Ikatan Darah ^^

      Nah, tenang aja, gw belum update bukan gegara kritik gini doang. Ada satu dan lain hal yang memang bikin tertunda, lebih ke arah teknis dan pembagian waktu. Dilanjutin ya pasti, plot dah ada, tapi kesempatan buat ngetiknya belum ada nih😀

      Your support is my fuel ^^

      Comment by Hacques — September 19, 2012 @ 7:44 am

      • chee~ Kak Hacques…udah janji lho mau lanjutin Ikatan Darah. Kapan nih? Aku udah bolak balik ffn baca ID, iya kali ampe hafal kalimatnya. Geregetan gitu, terutama sama Leon, dia itu pro atau antagonis sih?(aku sih nebak antagonis, soalnya dia terlalu perfect jadi orang -_-).
        Satu lagi, Kak Hacques udah nerbitin buku kah? Pengen banget baca karya Kak Hacq dengan chara sendiri. Pasti keren.
        Udah gitu aja, intinya mau nagih ID aja, hhhhh…
        Salam kenal,
        reader yang keseringan nagih.

        Comment by Hanazawa Yui — May 18, 2015 @ 5:39 am

  9. Emang banyak banget review yang kayak gitu, terkadang orang-orang gak menghargai kerja keras seseorang, dikiranya enggak capek buat fanfic ?
    Curcol bentar ya, -_- , saya pernah dapat review yang isinya ‘I HATE YOUR FIC’ . What the hell ? Menghina fic orang seenaknya aja tanpa ada alasan yang jelas, padahal udah ada peringatan ‘Don’t Like Don’t Read’. Suka-suka authornya dong mau buat kayak mana, saya suka banget kata-kata ‘If you are the AUTHOR, therefore you are the GOD of the story you make, it’s your choice, your review and your imagination and hard work that you put into it.”—ijin ngopas ya ^^V
    AUTHOR BERHAK DIHARGAI!!! Bagaimana pun, author fanfiction itu membuat cerita untuk menghibur pembaca secara free !! Rasanya gak masuk akal banget kalau pembaca yang tinggal baca doang aja masih gak puas, mereka gak mikirin gimana capeknya para author itu buat cerita, pembaca memang berhak meng-kritik, tapi pembaca juga harus menoleransi, masalah kecil kayak TYPO ini harusnya gak terlalu diperbesar-besarkan mengingat waktu kita bukan untuk fanfiction aja. Satu lagi, selogan fanfiction adalah ‘Unleash your imagination’ , artinya kita bebas berimajinasi dan membuatnya dalam bentuk fanfic, pembaca boleh aja mungkin ngomong ‘Adegan romance nya ditambah dong…’ tapi pembaca gak berhak mengomentari adegan/pair/chara yang kita buat seperti Lucifer Hand yang bilang ‘Lalu ini fic scorpiusxrose kan? Kenapa anda tidak membahas hubungan mereka dengan lebih kental?’ .

    Comment by Giovanny — May 4, 2013 @ 2:36 pm

    • That’s so right, darlink… mereka yang tidak perlu keluar duit-tinggal-baca dan nggak tau suka dukanya jadi author, sama sekali nggak punya hak untuk ngerasa jadi yang paling tahu soal suatu fic dan mulai ngomong yang seenak udelnya dia tanpa memperhatikan relevansinya dengan fic itu sendiri. Apalagi kalo udah mulai nyetir-nyetir penulis biar sesuai dengan maunya dia. Beda cerita lah, sama mereka yang emang penulis beneran dan punya jam terbang tinggi. Langsung ketauan dari cara reviewnya, tul gak?

      Comment by hacques — May 5, 2013 @ 10:48 am

  10. Teh… Ikatan Darah tuh FF yang sangat bagus, dan Diamond-cr
    Crest juga adalah author favoritku sejak pertama baca FFnya. Fyi, Keajaiban Ketujuh juga FF pertama yang aku baca, yang mengenalkanku pada dunia fanfic khususnya Dramione pairing.
    Aku tau sepertinya teteh sibuk dan sulit meluangkan waktu untuk menulis fanfic lagi, apalagi sudah punya baby Reys. Sejujurnya aku sudah hampir putus asa menunggu update dari Ikatan Darah, tapi aku lega sekali baca komentar diatas bahwa akan ada updatenya nanti. Lebay dikit enggak apa apa ya, teh. Hehehe 😁
    Aku selalu tunggu updatenya kok.
    Semangat teteh Hacques!!! 😊

    Comment by tesyaaudine — May 4, 2015 @ 7:29 pm


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: