Can’t Resist Lust

November 13, 2008

Membantu Teman Yang Baru Patah Hati

Filed under: Love and Life — Tags: , , , — hacques @ 10:46 am

So…sedikit cerita aja, beberapa hari yang lalu gw dapet sms dari temen gw yang minta diramalin mengenai kelanjutan hubungan cinta dia sama tunangannya. Dia juga minta diramalin mengenai kemungkinan untuk mencari cinta yang baru. Setengah bingung setengah gak jelas (karena gak tahu mau ngomong apa jadi gw tulis gak jelas beneran) gw kerjain juga requestnya dia.

Hum…dari reaksi si temen gw, dengan mudah dapat disimpulkan kalo hubungan dia dan tunangannya lagi bermasalah. Oh iya, temen gw itu cewek, sebut aja Ping.

Singkat cerita, gw nangkep kalo Ping udah ngambil keputusan. Karena menurut dia masalahnya udah dimulai sejak beberapa tahun yang lalu. Sempet sih gw tanya kenapa baru dia ceritain ke gw pas udah parah gini, dan dia bilang kalo dia pikir masih bisa ditangani sendiri.

Nah, kemaren, hari sebelum gw ketik ni postingan, gw buka Facebook dan menemukan status Ping bernada syahdu. Waktu gw nanya kenapa statusnya gitu, Ping nulis balik di wall gw kalo dia udah putus sama tunangannya. Jeger.

Saat itu juga gw hubungi Ping. Trus Ping bilang kalo dia emang udah gak tahan lagi. Selanjutnya kami memulai sesi curhat panjang yang menghabiskan waktu sejak gw pulang kantor sampe gw mau tidur. Oke, what’s the point for today, guys? Pernah nggak berada pada kondisi dimana temanmu baru putus dan kamu nggak tahu mesti berbuat apa?

Bilang ‘need a shoulder to cry on?’ emang gampang, tapi pada prakteknya, gampang susah susah. The crier sedang berada di titik sensitif, salah kata dan salah penanganan malah bisa runyam. So, ga ada salahnya untuk belajar dasar-dasar jadi tong sampah😄 read this;

Tanyakan Perasaan Dia
Nah, ini penting untuk ditanyakan pertama kali. Tanya apa yang dia rasain. Apakah dia ngerasa dendam habis karena putusnya nggak baik-baik, apakah dia malah ngerasa lega karena mantannya itu abusive banget, ataukah justru dia ngerasa bebas karena si mantan tipikal posesif-overprotektif?

Berdasarkan jawaban dia atas pertanyaan ini kamu bisa ngira-ngira tindak lanjut apa yang bisa dilakukan. Kalo dia ancur-ancuran ya mungkin bisa kamu soothing dengan perkataan halus, pelukan atau apa, dst. Kalo dia lega kamu bisa bereaksi dengan menyetujui keputusan dia, kalo dia malah senang… ya… jelas nggak butuh shoulder to cry on itu namanya… hehe

Sediakan Kuping Secara TOTAL
Yupe, you’re read me right. All caps in TOTAL. Mungkin awalnya bakalan awkward karena dia pasti nangis dulu, atau diam seribu bahasa dulu. Makanya pertama kali tanyain dulu perasaan dia. Saat dia sudah siap cerita, kunci dulu deh mulutmu. Pay attention, beri reaksi bahwa kamu ngedengerin dia. Selalu tatap ke arah dia, anggukkan kepala sesekali, bergumam sesekali, dan gantilah ekspresi mukamu jadi ekspresi penuh perhatian dan penuh simpati. Jangan sesekali menyela omongan dia, apalagi langsung ngasih solusi… hukumnya haram.

Silence is Golden
Hanya bicara agak banyak saat dia meminta pendapatmu atau meminta solusi. Saat seperti ini dia lebih perlu untuk berbicara karena itu bisa membantu melegakan perasaan. Bicaralah begitu dia mulai agak tenang dan siap untuk mendengarkan kamu. Pilih kata-kata yang netral, jangan mengeluarkan nada menggurui, apalagi menyalahkan. Dia datang dan bercerita ke kamu dengan harapan penderitaannya akan berkurang, bukan ditambahin.

Tidak perlu mencoba untuk mencarikan solusi yang gak perlu, seperti ngasih saran mengenai apa yang seharusnya dia lakukan sebelum putus atau gimana caranya untuk balikan lagi ke mantannya dalam waktu dekat. Nggak akan berguna. Better look for your future than stuck on the past.

Netral Netral Netral
Kalo temanmu putusnya nggak baik-baik, ada kemungkinan dia akan berkata jelek mengenai si mantan. Nah, buat kamu, apapun yang terjadi, stay neutral! Kalo dia maki-maki si mantan, lebih baik diem aja. Dilarang keras ngomporin. Dan cobalah sebisa mungkin untuk nggak langsung mencap buruk mantannya dia. Inget, setiap kejadian memiliki sedikitnya dua sisi sudut pandang. Bisa aja si mantan memiliki versi lain mengenai cerita putusnya mereka. Stay calm sampe kamu dengar dua versi ceritanya. Tapi kalo kamu nggak kenal sama si mantan sih, ya sudah…

Hal ini sulit, apalagi kalo kamu sangat sayang pada teman kamu, kasus pada beberapa orang mungkin bawaannya udah pengen ngelabrak langsung si mantan. Nah, itu mending tahan dulu sampe kamu dapet versi cerita yang satu lagi. Manusia yang emosinya lagi tinggi biasanya jarang ngomong jujur (reality hurts, isn’t it?)

Jangan menghakimi, biar gimanapun itu bukan tempatnya kamu. Jangan juga terlalu ngambang alias bias alias kalo ditanyain ‘jadi menurutmu gimana’ trus karena gak tahu mau ngapain kamu langsung jawab ‘gak tahu’.

Alihkan Perhatian
Some jokes might good to ease the pain away. Sesekali selipkan becandaan yang ringan untuk membantu temanmu tersenyum. Menyiapkan cemilan manis atau minuman hangat juga bisa menolong. Cokelat dan kopi moka hangat akan menolong.

Setelah selesai sesi curhat, alihkan perhatian dia ke hal-hal yang menyenangkan. Kamu bisa ajak dia untuk having fun, ajak dia main game, atau ajak dia untuk memanjakan diri. Anything that could help your friend to forget about the pain and to feels good again. Tapi dilarang keras ngajak dia ke tempat gak betul atau ngajakin dia berbuat gak betul. Lupakan alkohol, rokok, drugs, atau tempat clubbing.

Bereaksi yang Wajar
Kalo kamu nggak tahu harus bereaksi apa, mungkin pelukan di pundak akan lebih membantu. Dilarang keras berkata ‘nggak tahu’ kalo dia nanya pendapatmu. Sekalipun kamu emang nggak tahu mesti ngapain, coba berkelit sedikit dengan mengatakan hal-hal netral seperti;
‘Ya gw ngerti perasaan kamu.’ Lalu peluk dia atau sorongin cemilan atau air minum.
‘Iya, pastinya sakit banget, tapi coba lihat segi positifnya deh’ Dan berikutnya silakan ngedabrus mengenai hal positif apapun yang bisa kamu pikirkan.
‘Yah, mau gimana lagi, kamu kan masih punya banyak orang yang sayang sama kamu, ada gw, papa mama kamu, temen-temen kita… dst’ Pasang senyum dan tepuk pundaknya lembut.
‘Ini rencana terbaik dari Tuhan untuk kamu sekarang ini. Nah, gimana kalo kita ambil hikmahnya dari kejadian ini?’

Dilarang keras memberikan saran atau solusi yang kamu sendiri nggak mau lakukan. Tidak boleh berargumentasi dengan dia mengenai langkah yang dia ambil. Sediakan bantal kalo mau, pastikan kalian tidak akan diinterupsi selama sesi curhat, siap-siap tetes mata in case dia nangis sampe matanya merah, sediakan makanan atau minuman yang bisa merangsang perasaan senang. Gw sangat merekomendasikan cokelat.

After Session
Selesai curhatnya nih. Lalu ngapain?
Diam dulu sampai temanmu bener-bener tenang. Kalo dia sesenggukan, tunggu sampe napasnya teratur lagi. Kalo dia nangis, tunggu sampai berhenti dan sediain obat tetes mata. Kalo matanya sembab, gak ada salahnya kamu basahin sapu tangan basah untuk ngompres.

Begitu dia siap untuk bergerak, ajak dia untuk menenangkan diri tahap kedua. Bisa diajak meditasi sambil denger lagu tenang (kalo curhatnya di rumah). Bisa diajak jalan untuk seneng-seneng (kalo curhatnya di sekolah, lakukan setelah bel pulang). Or do whatever you wish untuk bikin dia seneng lagi. Kompakin semua temen segeng kalo perlu.

Hari-hari berikutnya kamu bisa ngebantu dia untuk melakukan self-upgrading, alias memperbaiki kualitas diri sehingga jadi lebih baik. Hal ini bisa menyibukkan dia, dan tentunya memperbesar peluang dia mendapatkan pasangan baru yang lebih baik.

No No
Jangan serta merta menyarankan dia langsung nyari pacar baru. Apalagi langsung menerima kalo ada orang yang nembak. Dia masih gamang. Bisa jadi dia belum bisa ngebedain mana rasa cinta mana rasa jablay. Kasian si pacar barunya juga karena dia Cuma bakal dijadiin pelampiasan semata.

Tapi kalo dia putus karena orang ketiga dan si orang ketiga ini langsung jadian sama dia… yaa… itu namanya cinta segitiga = selingkuh = mending gak usah ditolongin…

Okeh, sampe sini dulu lah. Kalo temenmu masih ‘ancur-ancuran’ juga bilang dia buat cerita ke gw aja sapa tahu bisa gw tolongin ^-^ Tenang aja, tips di atas berlaku untuk cewek maupun cowok kok.

This post dedicated to my dear friend Ping. Keep your smile sis, and then Allah will show you the best path.

Note: if you want to re-use this article, please give me credit.  Copy this link : https://hacques.wordpress.com/2008/11/13/membantu-teman-yang-baru-patah-hati/

And put the link on your page.

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: