Pernah baca fanfic? Pernah ngerasa pengen ngasih komentar atau tanggapan tapi gak tau mau nulis apa? Atau pengen ngasih tahu hal-hal yang perlu diperhatikan lebih lanjut oleh si penulis tapi takut salah kata dan dikasih label flamer? Atau yang terparah mungkin kek gw, dijadiin bahan tulisan di blog XD.
Yeah. Kali ini gw mau bagi-bagi cara buat ngereview fanfic. Kalo mau versi bahasa Inggrisnya bisa dibaca di sini. Disini gw coba terjemahin pake bahasa gw, dan gw akan taruh beberapa tambahan yang mungkin perlu
So here goes;
1. Baca dulu ceritanya. Yaiyalaaaaah, gimana caranya mau ngereview kalo gak dibaca dulu ceritanya. Dan kalo ada hal yang menggelitik untuk dibahas, coba baca ulang bagian itu sekali lagi, atau ulang dari awal kalo perlu. Tidak semua author memasukkan penjelasan sekaligus dalam satu paragraf, mungkin dia memasukkannya di chapter yang berbeda. Hati-hati, soalnya kalo ada yang salah atau tercampur, yang ada malah bisa mempermalukan diri sendiri, dan kalo ternyata yang ditulis dalam review sebenarnya tidak terjadi di fanficnya, bisa jadi bahan ketawaan. Salah satu fanfic Dramione gw pernah dikomentarin gini
“Kok Hermione jadinya sama Draco sih? Ak liat di google Hermione jadinya sama si Ron, jadi yang mana yang bener?”
Guys, review kayak gitu langsung gw apus ye. Definisi fanfic adalah cerita fiksi buatan fans dan untuk fans. Bisa sesuai buku, bisa juga merombak habis apa yang ada dalam cerita sebenarnya.
2. Pastiin udah tahu apa yang mau ditulis. Karena review yang gak jelas sama sekali bener-bener bikin seorang fanfic-writer bete. Menuh-menuhin inbox e-mail dan mengecewakan. Gw sebagai fanfic writer biasanya dengan antusias akan segera membuka e-mail dari ffnet tiap kali ada pemberitahuan review, tapi kalo isinya cuman emoticon XD atau sekedar kata ‘waaawww’…. Eng… it does nothing to me…
3. Gunakan kalimat yang baik, benar, dan bisa dibaca. Well, gw termasuk seorang yang sangat membenci bahasa @L4y. Menurut gw itu salah satu bentuk penghinaan terhadap Bahasa Indonesia dan salah satu penyebab rendahnya nilai Bahasa Indonesia dalam ujian nasional. Beberapa orang pernah menulis ke gw dengan bahasa ini, dan please… gw memerlukan waktu lama untuk bisa mengerti dan saat gw tanya temen-2 gw, mereka semua rata-rata juga tidak mengerti. Review yang tidak bisa dibaca akan dianggap tidak perlu dibaca.
4. Tepat dan akurat. Langsung ke pointnya. Menambahkan hal-hal tak penting pada review tidak akan memberi keuntungan pada siapapun, baik reviewer maupun writer.
5. Singkat dan padat. Mirip dengan point diatas tapi agak berbeda ya. Gunakan kata-kata yang tidak berputar-putar. Panjang rata-rata review itu sekitar 50-300 karakter. Jika memang si writer keblenger banget sampe perlu diajarin macem-macem, gunakan PM atau langsung cari e-mail dia dan lakukan ‘kuliah’nya lewat japri.
6. Berikan kritik membangun, jangan mengecam atau melempar api (flame). Saat mereview, sebaiknya gunakan kata-kata sopan. Pada awal review, beritahukan bagian mana yang disukai terlebih dahulu, lalu beri petunjuk bagian mana saja yang perlu ditambah, diperbaiki, dan dikembangkan. Mau contoh?
“OOC, oke. AU, oke. Mm… nggak ada salahnya kalo typo diedit dan diperbaiki, pasti lebih enak dibaca. Konsistensi penggunaan bahasa masih perlu diperhatikan, apakah hendak menggunakan istilah Jepang atau istilah normal. Bagaimana sebenarnya Sakura memanggil Jiraiya? Otou-san atau Papa?
Penggunaan EYD sudah bagus, tinggal disempurnakan beberapa ejaannya. Kata ‘cewek’ sebaiknya hanya dipakai dalam dialog, jika dalam deskripsi gunakan kata yang lebih baku seperti ‘gadis’ atau ‘anak perempuan’ atau ‘wanita muda’ dsb.
Oke, silakan diteruskan, fic ini punya potensi, dan gw perkirakan bisa panjang
”
Yah, tidak dengan keinginan narsis juga sih, review diatas adalah apa yang pernah gw sampaikan pada seorang penulis muda di fandom Naruto. Itu jauh lebih enak dibaca daripada review yang isinya :
“Terserah anggep ini flame ato apa, tapi beneran lho, jumlah review yang kamu tentuin untuk meneruskan fic ini cukup membuat aku jadi malas nunggu lagi. padahal ini adalah fic pertama yang aku baca di fandom Harry Potter.
Segitu aja sih uneg-uneg aku yang sebenernya udah aku tahan lama banget. Mohon kamu juga mikirin lagi perasaan para reviewer kamu.”
Huahahahhahhahaha, dan review diatas langsung gw kopas mentah-mentah dari salah seorang reviewer tercinta di salah satu fanfic gw.
Tips
- Istilah gw adalah junk review bagi review yang gw anggap kurang berisi. Kadang isinya cuman :
“Wah. .ayo update!”
“wuaaH sEru aBis nii cEritax, lAnjut d0nk,,”
“ah ayo dong mas update ><” (wtf, mas?! O_o)
Yah, yang model gitu lah… itu semua gw kopas mentah-mentah dari review list gw sendiri. Please, tinggalin komentar apapunlah. Tuliskan spekulasi, atau tuliskan bagian mana yang paling disukai, sesedikit apapun itu, asal jangan junk-review T~T
- Review yang bagus itu adalah review yang nyeni. Gimana itu nyeninya? Diawali dengan kesan setelah membaca keseluruhan cerita, lalu beri petunjuk dimana bagian yang perlu disempurnakan, contoh ; penulisan tanda koma, seru, ejaan, dan sebagainya. Dan akhiri dengan kesediaan menanti chapter selanjutnya. Nah, yang kayak gitu biasanya sukses memotivasi dengan baik
- Daripada ngeflame, lebih baik tunjukin salahnya disebelah mana dengan kata-kata yang tepat. Flame bisa direport. Dan ngeflame secara anonim tanpa login (hit and run) bisa dikategorikan orang gila (menurut gwe yeeee). Ngajak berantem kok gak niat XD
- Jika si writer meminta bantuan atau butuh bantuan, ya bantuin. Jika tahu situs referensi yang bagus, berbagilah. Jika si writer mengalami kesulitan dalam pencarian beberapa fakta atau trivia, ya tolongin, misalnya; gak semua orang tahu siapa nama ayah dari Narcissa Malfoy, kalo tau jawabannya Cygnus Black, ya beritahukan pada si writer yang kira-kira membutuhkan info itu. Semua penulis akan sangat menghargai hal ini.
Perhatian
- Hati-hati dalam menuliskan review untuk para fanfic pemula. Para penulis pemula biasanya sangat sensitif dengan tanggapan mengenai fanfic pertama mereka. Kadang beberapa review bisa mereka anggap flame meskipun sebetulnya tidak begitu. Dan juga jangan melakukan buli-buli mentang-2 mereka mengaku masih newbie. Bedakan review untuk pemula dengan yang sudah professional. Jangan samakan standarnya XD.
- Jika yang direview adalah fanfic bahasa asing, gunakan bahasa yang ia pakai, dan jangan lupa perhatikan grammarnya.
- Jangan memaksa writer untuk secepatnya upload chapter berikutnya. Kapan chapter berikutnya diupdate adalah terserah si writer. Setiap cerita dibuat berdasarkan proses yang panjang, pemikiran yang lama, riset yang ribet, dan memerlukan pendalaman karakter yang memadai untuk menjadi sebuah cerita yang menarik dan pantas disajikan pada pembaca. Gw sendiri penggemar beberapa fanfic yang masih bersambung, dan di setiap ending chapter gw seringkali menyelipkan kata ‘I will be waiting for the next chapter, but please take your time, we all want the best from you’. Dan biasanya si writer akan dengan senang hati mereply dengan ucapan terimakasih karena gw menghargai bahwa mereka butuh waktu juga untuk menulis.
- Gunakan kalimat yang enak, tapi juga jangan terlalu menjilat dibuat-buat. Para writer bisa ngebedain kok soal itu.
Yuk ah, sampe disini dulu. Semoga berguna bagi para penikmat fanfic, baik para penulis maupun pembaca. Review adalah penghargaan terbesar yang bisa diberikan pembaca kepada para fanfic writer, karena mereka sama sekali tidak mendapatkan apa-apa dari jerih payah menulis fanfic.